--- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Betul sekali pak,
> memang tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikan segala 
permasalahan
> yang dihadapi oleh bangsa ini.
> Maka bangsa Indonesia sudah mempercayakannya kepada eksekutip maupun
> judikatip yang sudah kita pilih.
> Kita tinggal mengikuti saja program yang telah diputuskan
> Tapi menunggu itu semua menunjukan hasil, ada tugas-tugas sosial 
yang
> menjadi tanggung jawab kita.

--------------------------

DH: inilah,mas. Kita harus bangun sebuah Civil Society dimana 
tanggung jawab utama ada ditangan para warga, yang telah memilih 
wakilnya. Dengan social control, misalnya melalui media, dan bentuk 
bentuk demokratis lainnya, kita harus secara ketat mengikuti 
(memonitor) perilaku wakil rakyat dan executive. Otak suatu bangsa 
sebenarnya ada ditangan warga, bukan yang memimpin.

Suatu perundangan yang konyol harus segera kita anjurkan atau desak 
untuk dibahas lagi, melalui pressure groups. Contoh bentuk Civil 
Society yang sangat berjalan adalah di Swiss. Disana Perwakilan Kota 
atau desa (Kanton), adalah yang menentukan. Di negara kita, warisan 
tradisi zaman penjajahan, kekuasaan utama ditangan pemerintah pusat.



> Tentu saja boleh dan harus berbuat dengan mengacu kepada hukum 
sebab dan
> akibat.
> Tapi tidak cukup melihat akibat langsung dari perbuatan kita, juga 
berbagai
> akibat tidak langsung yang merenteti setelah itu.
> Kadang-kadang proses yang terjadi di luar kemampuan akal kita untuk
> mencernanya, maka upaya kita selanjutnya adalah upaya religius 
sesuai dengan
> kepercayaan kita masing-masing.
> Gitu lho mas...

DH: kalau kita langsung menghubungkan apa yang kita dalami dalam iman 
masing masing, dan MENJABARKANnya dalam tugas se-hari hari, kita akan 
langsung mendapatkan solusinya. Kita semua faham, kita dalam setiap 
agama, ditugaskan melestarikan alam, yang kita peroleh dari sang 
Pencipta. Tetapi, kalau kita di mesjid atau digereja atau di vihara 
faham ajaran mulia, lalu tiba dirumah dan dikantor bertindak lain, ya 
syusyah. Kita naik haji atau ibadah kegereja atau kenihara, tapi 
berbusiness yang menggundulkan hutan. Ya tak heran kalau alam lalu 
marah pada kita..

Sebenarnya,mas, hampir tak ada sebab musabab malapetaka alam yang tak 
mungkin kita cerna. Ribuan tahun peradaban manusia cukup untuk 
mengumpulkan data dan theori phyisica untuk mengendalikan alam, dan 
melestarikannya.

Keimanan dan religiositas kita mengajarkan pada kita baik via nalar 
atau naluri, bahwa tak ada perlawanan terhadap alam, yang tak 
membuahkan pembalasan dahsyat. Hukum alam adalah berasal dari sang 
Pencipta.


> Pusing yah....
> Sama,
> Samudjo

Pusying dan jengkel atas kekepalabatuan manusia...

Danardono
> 
> ----- Original Message -----
> From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Thursday, June 09, 2005 12:53 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Pengalaman naik angkot...(curhat untuk mba 
Listy...)
> 
> 
> > --- In [email protected], "Samudjo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >
> > > Ini pertanda zaman, Allah mengingatkan kita dengan berbagai
> > peristiwa
> > ...dll...
> >
> >
> > > Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan solusi (maghfiroh) 
kepada
> > kita semua
> > > Amien,
> > > Samudjo
> > >
> > ----------------------
> >
> > Mas, sang Pencipta melengkapi kita dengan akal budi ketika
> > menciptakan kita. That's enough. Yang bertugas mencari solusi yang
> > kita sendiri, sebagai mahkluk ciptaan. Nobody will take over our
> > homeworks...
> >
> > Malapetaka selalu datang sebagai akibat yang sangat kausal dari
> > aktivitas kita. Kita babat hutan, datang banjir. Kita polusikan 
udara
> > ya timbul berbagai dampak negatif dalam alam lingkungan, dst.
> >
> > Kalau kita yang membuat kerusakan, ya kita yang harus 
mengatasinya.
> > Ketika alam ini kita terima dari sang Pencipta, masih utuh, mas...
> >
> > Ketika saya masih kecil dan pindah bersama keluaraga dan 
pemerintah
> > dari ibukota sementara kita Jogya sehabis Konperensi Meja Bundar 
1949
> > (Penyerahan Kedaulatan), Jakarta masih sejuk, dan buerrssssihhh. 
Tapi
> > ya itu, Belanda masih bertanggung jawab dalam banyak hal: 
tatakota,
> > DPU, Jawatan Air Minum, saluran Gas, Listrik, dll...
> >
> > Bukan Belanda lebih hebat, kita yang ugal ugalan..
> >
> > Salam
> >
> > danardono
> >
> > Salam
> >
> > danardono
> >
> >
> >
> >
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> >
> 
**********************************************************************
*****
> > 
______________________________________________________________________
____
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Yahoo! Groups Links
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> DISCLAIMER: The information contained in this communication is 
intended solely for the use of the individual or entity to whom it is 
addressed and others authorized to receive it. It may contain 
confidential, legally privileged information or otherwise protected 
by law from disclosure and is intended solely for the use of the 
addressee. If you are not the intended recipient you are hereby 
notified that any disclosure, copying, distribution or taking any 
action in reliance on the contents of this information is strictly 
prohibited and may be unlawful. Unless otherwise specifically stated 
by the sender, any documents or views presented are solely those of 
the sender and do not constitute official documents or views of  PT 
Apexindo Pratama Duta Tbk. If you received this email in error, 
please immediately notify the sender or our email administrator at 
[EMAIL PROTECTED] and delete it from your system. Thank you.




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke