Setahu saya sih yang banyak senjatan plus nuklirnya ya
USA................Koq nggak dilucuti?

----- Original Message -----
From: "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[email protected]>
Sent: Wednesday, June 08, 2005 5:29 PM
Subject: [ppiindia] Perlucutan senjata di Afghanistan


> 08.06.2005
>
> Perlucutan senjata di Afghanistan
>
> Oleh: Christoph Heinzle
>
> Walaupun akhir Juni nanti tahap pertama program
> perlucutan senjata PBB berakhir, tetapi di Afghanistan
> masih terdapat jutaan senjata. Dan untuk melucuti
> sekitar 120.000 pejuang illegal, tetap merupakan
> masalah yang serius, terutama dalam menghadapi
> pemilihan parlemen bulan September mendatang.
>
> Dalam sebuah seminar dilakukan latihan melamar
> pekerjaan bagi mereka yang baru mengikuti pendidikan
> kejuruan, misalnya Mohamad Afsal yang berusia 26 tahun
> dan baru menyelesaikan pendidikan sebagai montir di
> Kabul. Sebelumnya selama tiga tahun ia menjadi tentara
> dalam satuan artileri. Setelah menyerahkan senjatanya
> ia mengikuti pendidikan bagi para bekas anggota
> milisi.
>
> Afsal mengatakan, perang di Afghanistan sudah usai,
> situasi di seluruh negeri membaik. Jadi ia juga ingin
> ikut membangun kembali Afghanistan.
>
> 90 persen pejuang Afghanistan buta huruf, yang
> mayoritasnya hanya mengenal peperangan. Sekarang
> mereka belajar membaca dan menulis. Yang sudah mampu,
> memperoleh pendidikan lain seperti training computer,
> pelajaran bahasa Inggris atau pendidikan profesi
> seperti misalnya di bidang bangunan atau perbengkelan.
> Selain itu ada pula bantuan di sektor pertanian atau
> pemberian modal untuk berwiraswasta bagi mereka yang
> ingin menjadi tukang sepatu, penjahit atau tukang
> kayu.
>
> Direktur ANBP, Afghanistan New Beginning Programme,
> Peter Babbington menarik neraca positif dari
> perlucutan senjata dan resosialisasi yang dilakukan
> dalam 2 tahun terakhir.
>
> Program perlucutan senjata, demobilisasi dan
> rehabilitasi yang akan berakhir tanggal 30 Juni itu
> menelan biaya 130 juta Euro. Diperkirakan sekitar
> 60.000 anggota milisi di seluruh Afghanistan kini
> meninggalkan profesi sebagai pejuang, tetapi masih
> cukup banyak yang tetap tunduk pada mantan komandan
> mereka.
>
> Di Afghanistan diperkirakan masih terdapat lebih dari
> 120.000 pejuang yang tersebar dalam 2.000 kelompok. Di
> samping Taliban dan Al Qaida, mereka juga merupakan
> ancaman bagi proses demokratisasi, terutama bagi
> penyelenggaraan pemilihan parlemen bulan September.
> Oleh sebab itu masalah para pejuang illegal harus
> segera ditangani secepatnya, demikian menurut
> Babbington.
>
> Dikatakannya, media dapat dimanfaatkan untuk
> menyampaikan pesan, bahwa jika para komandan
> menyerahkan senjata dan melepaskan orang-orangnya,
> mereka akan memperoleh proyek perkembangan. Jadi para
> komandan itu mendapat tekanan dari pemerintah,
> gubernur dan penduduk. Sebab bila perlucutan senjata
> dilakukan dengan kekerasan, maka untuk wilayah itu
> tidak ada proyek bantuan perkembangan.
>
> Palu dan alat las menggantikan basoka dan kalashnikov.
> Sejumlah bekas anggota milisi yang menuju kehidupan
> sipil yang baru, belajar pada sebuah bengkel besi di
> pinggiran kota Kabul. Para pemuda yang mengikuti
> pendidikan kejuruan memang menandaskan niat untuk
> bekerja dan tidak lagi menjadi pejuang, tetapi para
> pakar tidak terlalu optimis. Potensi kekerasan masih
> tetap ada, meski setelah dilakukannya perlucutan
> senjata. Puluhan ribu senjata telah dikumpulkan,
> tetapi jutaan lainnya diperkirakan masih tersimpan di
> banyak tempat.
>
> Peter Babbington dari Afghanistan New Beginning
> Programmne mengemukakan, Afghanistan ibaratnya masih
> berada di Abad Pertengahan. Sangat mudah untuk
> menggerakkan orang untuk memerangi musuh. Bila ada
> ancaman baru, konflik baru berdimensi besar, maka
> mereka akan kembali angkat senjata.
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke