Militer Venezuela: Menciptakan Sebuah Keanehan
(Anomaly)

Oleh Marta Harnecker 

Sumber: Monthly Review, September 2003 dalam
http://www.venezuelanalysis.com/articles.php?artno=1040

Di bawah kepimpinan Hugo Ch�vez Fr�as, seorang mantan
pejabat militer, sebuah "proses revolusioner
Bolivarian" tengah berlangsung di Venezuela, terutama
sejak Ch�vez memenangkan pemilu presiden pada 1998.
Ketika perubahan progresif yang genuin tengah
berlangsung, Ch�vez selain dibenci negara-negara kaya
dan berkuasa, "revolusi Bolivarian" ini juga ditolak
oleh beberapa kalangan kiri. Penyebabnya tak lain
karena revolusi ini dipimpin oleh seorang perwira
militer dan karena militer memainkan peran signifikan
dalam proses perubahan tersebut. Selain itu, militer
juga memainkan peranan penting pada sejumlah
lembaga-lembaga negara serta perencanaan pemerintah.

Alasan bagi penolakan ini adalah standar kebijaksanaan
kiri bahwa militer adalah bagian integral dari mesin
penindas negara borjuis. Militer selalu dan pasti
dipengaruhi oleh ideologi borjuis, dan oleh karena itu
tidak layak memainkan peran revolusioner dalam
masyarakat kapitalis. Tetapi, mungkin ini adalah
sebuah penafsiran yang mekanistik. Adalah lebih baik
jika kita menghindari generalisasi dan menganalisa
militer di setiap negara dalam realitas khusus kita.
Jika kita mengambil pendekatan ini, kita lihat bahwa
militer Venezuela tidak memainkan peran negatif.
Selama lebih dari empat tahun dimana militer menduduki
ruang-ruang kunci dalam kancah perpolitikan Venezuela,
mereka membela keputusan-keputusan yang dibuat secara
demokratik oleh rakyat Venezuela. Mereka juga
merupakan aktor dominan dalam mendukung Chavez kembali
ke tampuk kekuasaan setelah dikudeta pada April 2002
oleh sekelompok perwira tinggi senior - banyak di
antara mereka menemukan dirinya sebagai tentara yang
tidak memimpin - tunduk mendahului
kepentingan-kepentingan utama dalam percobaan
kudeta.(1)

Di samping itu, personil militer juga memimpin
proyek-proyek sosial yang penting yang diorgansir oleh
pemerintah. Mereka ditempatkan berdasarkan kemampuan
kerjanya. keahlian teknisnya, dan pengetahuan
organisasi guna melayani sektor-sektor miskin dalam
masyarakat. Yang paling penting adalah tanggung jawab
mereka dalam menyukseskan Plan Bolivar 2000, sebuah
program yang bertujuan meningkatkan standar hidup
kelompok miskin, melalui, di antara hal-hal lainnya,
membersihkan jalan dan sekolah, meningkatkan
kelestarian lingkungan untuk memerangi penyakit
endemik, dan memperbaiki infrastruktur sosial baik di
perkotaan maupun di pedesaan. Tujuan dari Plan adalah
menemukan solusi terhadap permasalahan-permasalahan
sosial seperti pengangguran dan menggabungkan
(incorporating) organisasi-organisasi komunitas dalam
usaha bersama memecahkan masalah yang ada.

Juga penting dicatat, Plan ini baru digelar pada tahun
pertama Ch�vez berkuasa. Tahun-tahun, ketika ia harus
menghadapi kekuatan-kekuatan yang sangat tidak
menguntungkannya(2). Sebagian besar dari para gubernur
dan walikota adalah anggota kelompok oposisi, dan pada
saat yang sama Kongres Nasional dan Mahkamah Agung
juga berseberangan jalan dengannya(3). Dengan
perimbangan kekuatan yang timpang itu, kader-kader
politik Ch�vez memutuskan bahwa tugas pertama dan
mendesak adalah dalam lapangan politik yakni, menuntut
amandemen konstitusi agar memungkinkannya dalam
menerapkan mandat popularnya dan serangkaian dengannya
melakukan pemilihan untuk memperbarui mandat tersebut.

Kemenangan Ch�vez adalah hasil dari harapan rakyat
yang sangat tinggi, dan karena itu secepatnya
dibutuhkan tindakan-tindakan untuk segera memenuhi
aspirasi-aspirasi rakyat. Satu-satunya aparatus yang
memiliki struktur nasional dan layak untuk menjalankan
misi presiden Ch�vez (di samping gereja Katolik)
adalah militer. 

Angkatan darat Venezuela, khususnya perwira-perwira
muda, melaksanakan tugas-tugasnya dalam memmbangun
kembali masyarakat dengan sangat antusias. Mereka
terlibat langsung dengan problem-problem yang diderita
oleh kelompok yang sangat miskin dan secara mendalam
terlibat dalam penyelesaian masalam-masalah rakyat
miskin. Perwira-perwira militer ini kini merupakan
sektor yang sangat radikal dalam proses revolusi
Bolivarian. 

Gejala peran aktif militer di Venezuela ini, tidak
umum terjadi di kawasan Amerika Latin. Hal ini
menimbulkan pertanyaan: "mengapa militer Venezuela
memberikan dukungan yang kuat terhadap proses
transformasi sosial besar-besaran dan juga terlibat
aktif dalam penyelesaian masalah-masalah rakyat
miskin?" Analisis selanjutnya didasarkan pada
wawancara-wawancara terkini dengan sembilan perwira
angkatan darat Venezuela. Wawancara dan analisis ini
kini telah diterbitkan dalam sebuah buku: "Venezuela:
Militares Junto al Pueblo." (4). 

Terdapat sejumlah faktor yang membedakan personil
militer Venezuela dari rekan-rekannya di kawasan
Amerika Latin lainnya. Pertama, militer Venezuela
sangat dipengaruhi oleh filosofi Simon Bolivar, figur
paling terhormat di Amerika Latin dalam perjuangan
pembebasan nasional dari penjajahan Spanyol. Meskipun
Bolivar tidak pernah berbicara tentang perjuangan
kelas, ia menuntut agar perbudakan segera dihapuskan
dan dalam karya-karyanya ia selalu menunjukkan
keberpihakannya pada kepentingan rakyat banyak.
Sumbangan terbesarnya, mungkin adalah pemahamannya
tentang pentingnya integrasi Amerika Latin. Ia sedari
awal telah mengerti bahwa negaranya tidak akan
memiliki masa depan kecuali mereka bergabung dalam
perjuangan melawan negara-negara Eropa dan Amerika
Serikat. Setelah dua dekade abad ke-19 ia meramalkan
bahwa "atas nama kebebasan, Persatuan Negara-negara
Amerika Utara tampaknya telah ditakdirkan melalui
pelestarian wabah kemiskinan." Bolivar juga percaya
bahwa demokrasi mengandung sebuah sistem politik yang
memberikan kebahagiaan tertinggi kepada rakyat.
Menurut Bolivar, tak ada militer yang ingin
menggunakan senjatanya dengan maksud menentang rakyat.


Kedua, sebelum generasi Hugo Chavez, sebagian besar
perwira militer memperoleh latihan tidak hanya dalam
sekolah-sekolah Amerika (di Amerika Serikat) yang keji
dan brutal tapi, juga dilatih di Akademi Militer
Venezuela. Pada 1971, di bawah rencana Andr�s Bello
Plan, akademi militer mengalami perubahan secara
radikal, dengan menempatkan statusnya sejajar dengan
universitas. Dengan adanya perubahan ini, kader-kader
militer diharuskan belajar ilmu politik dan membaca
tulisan tentang demokrasi dan tentang realitas
Venezuela. Dalam kelas strategi militer, mereka
mempelajari Clausewitz, strategi-strategi militer Asia
dan strategi militer Mao Zedong. Para mahasiswa ini
acapkali melanjutkan pendidikannya ke universitas
untuk mengambil spesialisasi dan bertukar pengalaman
dengan mahasiswa-mahasiswa lain yang non militer. Jika
beberapa dari mereka belajar ke Amerika Serikat,
mereka telah dibentengi dengan gagasan-gagasan
progresif. 

etiga, perwira militer generasi Chavez ini, tidak
pernah menghadapi kekuatan gerilya yang besar
sebagaimana militer di negara Amerika Latin lainnya.
Sebaliknya, ketika dilatih pada 1970an, saat itu
militer Venezuela dalam seluruh tindakannya bersifat
pasif dan hanya ada sedikit sel-sel gerilya yang
aktif. Ketika tentara melakukan patroli di wilayah
pertanian di perbatasan, apa yang mereka temukan
bukanlah sebuah kekuatan gerilya melainkan kemiskinan.
Mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa
terdapat kesamaan ideologi di kalangan elite Amerika
Latin - bahwa rakyat miskin menjadi semakin miskin
karena mereka pemabuk, karena mereka tidak memiliki
inisiatif atau tidak mau bekerja, karena mereka bodoh
- sebuah kepercayaan yang salah. Para prajurit ini
mulai memahami bahwa di balik kemiskinan tersebut
berdiri tegak oligarki yang menumpuk kekayaan
bangsanya, yang bersama Amerika Serika terus
menyebarkan kebijakan-kebijakan yang menyebabkan
pembiakan kemiskinan di seluruh negeri.

Keempat, tidak ada diskriminasi dalam tubuh angkatan
darat Venezuela; setiap orang berpeluang merengkuh
pangkat tertinggi. Juga tidak seperti di negara lain,
di Venezuela tidak ada kasta dalam militer. Sebagian
besar dari pejabat-pejabat militer senior adalah anak
miskin perkotaan dan dari keluarga petani; dan
berdasarkan pengalamannya mereka tahu bahwa rakyat
menjalani kehidupan yang sulit setiap harinya. Tentu
saja, tidak berarti karena mereka berasal dari
keluarga yang sederhana, mereka kebal terhadap
kooptasi oligarki melalui sebuah manuver yang canggih,
khususnya ketika secara tak terelakkan terjalin
hubungan di antara oligarki tersebut dengan pejabat
militer yang berpangkat tinggi. Beberapa perwira
militer lupa dengan asal-usul sosialnya dan kemudian
takluk di bawah kepentingan kelas dominan. 

Kelima, faktor yang berdampak pada generasi Ch�vez ini
adalah pergolakan sosial yang terjadi pada 27 Februari
1989. Pergolakan ini bertujuan untuk menolak
langkah-langkah paket kebijakan ekonomi neoliberal
yang dipaksakan oleh pemerintahan Carlos Andr�s P�rez,
yang antara lain, harus mengurangi belanja publik,
deregulasi harga, liberalisasi perdagangan, promosi
investasi asing, dan privatisasi perusahaan-perusahaan
milik negara. Penyebab utama pemberontakan rakyat itu
adalah meningkatnya biaya transportasi umum yang
dipicu oleh tinggi harga bensin. Rakyat dari keluarga
miskin turun ke jalan-jalan dan mulai membakar bis,
menjarah pusat perbelanjaan, dan menghancurkan
toko-toko dan supermarket. Militer pun datang untuk
mengembalikan "ketertiban." Pemberontakan yang
kemudian dikenal dengan istilah "Caracazo," karena
tempatnya berlokasi di pusat ibukota (walaupun
pergolakan yang sama juga terjadi di beberapa kota
lainnya) berakhir dengan sebuah pembantaian
besar-besaran.(5) Peristiwa ini menjadi sangat penting
dalam membentuk kesadaran politik baru di kalangan
perwira-perwira yunior. 

Keenam, bahkan sebelum Caracazo, kesenjangan
kemakmuran yang sangat luar biasa di Venezuela,
kesenjangan yang diperkuat oleh perilaku korupsi telah
menghalangi negara itu untuk menyelesaikan
masalah-masalah sosialnya, meskipun boom minyak
sanggup mendatangkan keuntungan yang sangat besar.
Kondisi ini memunculkan dalam tubuh militer sebuah
arus perubahan yang bergerak menentang kemapanan
(status quo). Pada Desember 1982, arus ini berkembang
menjadi sebuah gerakan bawah tanah yang disebut
Movimiento Bolivariano Revolucionario 200 dan
pertama-tama berkembang dalam internal militer dan
akhirnya menjangkau sektor sipil. 

Gerakan ini memperoleh inspirasi dari tiga sumber
utama: Sim�n Bol�var, Sim�n Rodr�quez, and Ezequiel
Zamora. Kita telah membicarakan tentang sosok Bol�var.
Sim�n Rodr�quez adalah guru dan teman Bol�var, seorang
pendidik yang baik dan pembaru yang gigih membela
keaslian Amerika Latin yang multietnik. Ia
berpendapat, dibutuhkan pengintgrasian masyarakat adat
dan budak hitam ke dalam masyarakat masa depan benua
tersebut. Rodr�quez adalah seorang penganjur utama
bagi diciptakannya lembaga-lembaga asli untuk
disesuaikan dengan dunia kita sendiri, dan ia menolak
peniruan solusi-solusi Eropa, dengan meyakinkan bahwa,
"Kita harus mencipta atau kita keliru." Sedangkan
Ezequiel Zampora adalah seorang jenderal liberal yang
berjuang menentang konservatisme selama perang federal
pada 1850. Ia juga mendorong perjuangan sampai mati
menentang oligarki dan pembagian tanah kepada petani
hanya berdasarkan kemurahan hati tuan tanah. 

Caracao mempercepat rencana Movimiento muda, dan tiga
tahun kemudian, pada 4 Februari 1992, diorganisirlah
sebuah pemberontakan militer melawan presiden P�rez.
Tetapi gerakan ini berakhir dengan kegagalan. Namun
demikian, dari gerakan ini lahirlah seorang Hugo
Ch�vez Fr�as, yang saat itu berpangkat letnan kolonel
dan merupakan pemimpin utama Movimiento, sebagai pusat
dari seluruh pertunjukan teater nasional bangsanya.
Pemimpin yang kharismatik hanya membutuhklan dua menit
tayang di televisi untuk mencatatkan personalitasnya
ke dalam pikiran rakyat. Dalam ruang yang singkat itu,
ia menyampaikan pertanggungjawabannya atas peristiwa
tersebut dalam sebuah negara dimana tak ada pemimpin
lainnya sebelum dirinya yang menyerap sikap yang
demikian memesona. Ia menyerukan kepada para
pemberontak untuk menyerah tapi, ia menekankan dalam
bahasa yang masyhur, "Waktunya akan tiba!" Ini adalah
pesan yang jelas kepada rakyat bahwa ia tidak menyerah
dalam perjuangan. Terima kasih kepada sikapnya ini
karena ia telah membangun opini positif di kapangan
rakyat sekelilingnya, di sebuah negara dimana
skeptisisme politik dan para politisi gadungan
bertebaran di masyarakat, termasuk kelas menengah. 

Komitmen awal Ch�vez ini telah meratakan jalan bagi
kemenangannya dalam pemilu presiden pada 1998. Dalam
pemilu ini, ia diterima baik oleh banyak temannya di
militer, yang menjadikan militer Venezuela menjadi
unik - karena kini mereka dalam posisi yang
diuntungkan dalam menyelesaikan tugas-tugas
pemerintahan baru. Sambil jalan, militer terus
memperbaiki kebanggaannya dan mengatasi prasangka
negatif yang tertanam akibat peristiwa Caracazo.
Dengan dukungan Ch�vez dan program-programnya, militer
diperkenankan untuk mempraktekkan apa yang mereka
pelajari di sekolahnya. Dari pengalaman praktek itulah
mereka lalu bertransformasi dari pendukung oligarki
menjadi pembela sistem demokrasi. 

Di banyak negara Amerika Latin, setiap usaha untuk
melakukan transformasi sosial yang besar harus
berhadapan dengan keberadaan hukum yang sangat
kompleks, dimana tujuannya adalah melindungi sistem
tersebut dari setiap perubahan yang berdampak pada
kepentingan kelas berkuasa. Untuk menghancurkan
penghalang ini guna terjadi perubahan di Venezuela,
tugas pertama dari pemerintahan yang baru terpilih
adalah mengumumkan sebuah proses demokratik untuk
mengubah aturan main warisan masa lalu dan terbukti
berdampak pada negara baru. Aturan main yang baru itu
berupa sekumpulan institusi yang memungkinkan
perubahan sosial terjadi. Maka sebuah Dewan Konstitusi
pun dibentuk pada 1999 dengan beranggotakan 131 orang.
Dewan ini akan bekerja selama enam bulan dan akhirnya
mengusulkan sebuah rancangan bagi konstitusi baru,
yang kemudian disetujui oleh mayoritas lebih suara
(129 suara). Rancangan ini kemudian diusulkan kepada
rakyat Venezuela, dimana hasilnya 70 persen menyatakan
setuju. 

Konstitusi baru ini berpusat pada keadilan sosial,
kebebasan, partisipasi politik rakyat, perlindungan
terhadap warisan nasional (yang berdampak, oposisi
terhadap neoliberalisme), dan memperkukuh kedaulatan
nasional Venezuela. Prinsip kesamaan di bawah hukum
termasuk masyarakat adat, dimana kini mereka memiliki
hak untuk mempertahankan dan mengembangkan etnisnya,
identitas budaya, nilai-nilai, kepercayaan spiritual,
dan tempat-tempat suci, termasuk praktek-praktek
pemujuaannya. Mungkin aspek yang terpenting dari
pengalaman penyusunan konstitusi ini adalah bahwa
inlah "Magna Charta" yang memperkenalkan konsep
tentang kedaulatan rakyat. 

Seluruh warga negara laki-laki dan perempuan, memiliki
hak untuk bebas berpartisipasi dalam
peristiwa-peristiwa publik, apakah langsung atau
melalui perwakilan mereka yang terpilih, laki-laki
atau perempuan. Penerapan partisipasi rakyat dan
kontrol terhadap administrasi publik dibutuhkan untuk
menjamin secara penuh pembangunan kolektikf dan
individu. Negara menjamin dan masyarakat bertugas
menyumbang bagi terbukannya jalan untuk
kondisi-kondisi yang lebih baik dalam prakteknya. 

Selanjutnya konstitusi menyatakan, "pemilih memiliki
hak untuk menerima dari perwakilan publik mereka
laporan yang transparan secara periodik mengenai apa
yang mereka kerjakan, dimana program itu harus
ditindaklanjuti kepada publik." Pemilih secara empatik
menuntut penghormatan kepada bangsa dan kedaulatannya,
lebih jelasnya menolak pangkalan militer asing. Itu
juga berarti deklarasi tentang kebutuhan bagi sistem
peradilan yang benar-benar netral, penyelenggaraan
keadilan tanpa harus diusulkan kepada pemimpin lembaga
peradilan atau birokrat. Dalam kasus masyarakat adat,
otoritas mereka diakui melalui penerapan hukum-hukum
lokal di basis di mana mereka memiliki kepercayaan
tradisional yang diwariskan, mengikuti aturan main
mereka, agar mereka tidak bertentangan dengan
konstitusi. Hakim harus dipilih setelah melalui proses
seleksi berdasarkan kepantasan seluruh partisipan.
Oleh karenanya hukum harus menjamin partisipasi
seluruh warga negara dalam proses pemilihan dan
penentuan nama hakim. Eksekutif nasional bertugas
memberikan laporan tahunan kepada dewan tentang
politik, ekonomi, sosial dan aspek-aspek administratif
dalam pekerjaannya. Deputi juga harus melaporkan
kembali kepada pemilih mereka dan menjawab pertanyaan
mereka, sehingga rakyat memiliki kontrol permanen
walaupun pemilu telah berakhir. 

Di samping tiga cabang kekuasaan pemerintahan
(eksekutif, legislatif dan yudikatif), konstitusi juga
menciptakan dua cabang lainnya: kekuasaan warganegara
dan kekuasaan elektoral. Yang pertama diterapkan
melalui Republican Ethics Council, terdiri dari
People's defender, Jaksa Penuntut Umum dan general
comptroller of the republic. Dewan Nasional harus
disetujui oleh anggota. The people�s defender
bertanggung jawab atas promosi, pertahanan, dan
kontrol serta jaminan bagi ditegakkannya konstitusi
melalui pengakuan warga negara secara kolektif atas
kepentingan sebagian. Kekuasaan elektoral ditegakkan
melalui Dewan Pemilu Nasional (National Electoral
Council), yang bertindak secara arbitrer untuk
mengontrol pemilu dan menjamin transparansi
pelaksanaannya. 

Konstitusi ini merupakan sekutu terbesar revolusi
Ch�vez. Ini karena, sebagaimana yang kita lihat,
militer Venezuela menjalankan secara serius tugasnya
untuk membela apa yang diputuskan rakyat secara
demokratis. Sekali militer berkomitmen untuk membela
konstitusi, seterusnya ia akan berkomitmen untuk
membela perubahan yang dilakukan Ch�vez. Dengan
demikian, perubahan dan konstitusi baru itu adalah
sejajar. Ketika militer garis lama mencoba
menggerakkan kudeta melawan Ch�vez pada 2002, Jenderal
Baduel, seorang yang secara tegas mengajurkan militer
untuk menghormati aturan main hukum, berhasil
menggunakan otoritasnya berdasarkan konstitusi baru
untuk menolak perintah yang diberikan oleh komandannya
yang memberontak. Konstitusi yang sama juga digunakan
oleh perwira yunior dan prajurit ketika mereka
mengorganisir perlawaman menentang kudeta dan tekanan
komandan mereka dari bawah untuk bergabung dalam
barisan kudeta. 

Kita bisa mencatat dua point terakhir untuk usaha kita
menjelaskan keunikan militer Venezuela. Program
ekonomi Ch�vez adalah sebuah program yang berwatak
nasionalistik. Program ini jelas berlawanan dengan
kebijakan neoliberal, globalisasi yang berorientasi
asing. Ia sebaliknya bertujuan memajukan investasi
nasional dan pembangunan lokal. Program ini juga
bertentangan dengan privatisasi di sektor minyak, dan
mencoba memberikan prioritas bagi
penyelesaian-penyelesaian yang diderita oleh bagian
termiskin dari masyarakat. Lebih dari itu, keseluruhan
program ini sangat cocok dengan pekerjaan militer
yakni pembela kedaulatan dan kemakmuran nasional.
Inilah yang membuat kita mudah untuk memahami mengapa
aksi-aksi menentang Ch�vez - pemogokan oleh pekerja
lapisan menengah dan sabotase produksi minyak -
berhasil digagalkan secara masif oleh angkatan darat.
Seterusnya momen tersebut digunakan militer untuk
mengonsolidasikan dukungannya kepada program-program
Ch�vez. 

Akhirnya, yang tak kalah pentingnya adalah kharisma
personal Ch�vez sendiri yang sulit diperkirakan.
Ch�vez merupakan inspirasi terbesar yang mendatangkan
kekaguman dan rasa cinta di kalangan prajurit-prajurit
angkatan darat. Dirinya, baiknya secara legal dan
emosional adalah komandan tertinggi mereka. Selama
kudeta April 2002, tepatnya pada jabatan dan ingatan
tentara - dimana ia bertemu dengan para pengunjungnya
dari penjara ke penjara, dari Tiuna ke kepulauan
Orchila, tempat terakhir ia dipenjara - ia berhasil
memperlihatkan daya juangnya yang mengagumkan. 

Bersama dengan rakyat dan kerapkali atas dorongan
mereka, militer Venezuela merupakan sedikit dari
militer di Amerika Latin yang mampu bertindak secara
matang. Dan dalam proses ini, mereka merasa sederajat
dalam menghadapi tantangan luarbiasa yang dihadapi
oleh kaum revolusioner Bolivarian.

La Havana, 1 April 2003

Catatan kaki:

(1) Tak banyak yang tahu bahwa hanya perwira-perwira
senior yang memiliki posisi riil seperti komandan staf
umum angkatan darat Ram�rez P�rez dan komandan umum
angkatan darat V�squez Velasco, yang terlibat dalam
kudeta ini. Beberapa jenderal menolak mendukung
kudeta, dan sekitar 200 hingga 8.000 perwira
(jenderal, admiral, kolonel, letnan kolonel, dan
perwira rendah). 80 persen perwira komando
berpartisipasi dan Plan untuk menyelamatkan Ch�vez.

(2) Plan ini diumumkan secara terbuka pada 27 Februari
1999, sepuluh tahun setelah Caracazo.

(3) Pemilihan gubernur dan walikota dilaksanakan
setahun sebelum pemilihan presiden.

(4) Marta Harnecker, Militares Junto al Pueblo, Vadell
hnos.,Caracas, 2003. Liha versi Inggrisnya dalam
www.rebelion.org/harnecker.htm.

(5) Jumlah kasus sebenarnya tidak diketahui. Sejumlah
pejabat pemerintahan mengakui bahwa sekitar 372 orang
mati terbunuh tapi, organisasi hak asasi manusia
mencatat lebih banyak lagi yakni, 5.000. 

----------

Diterjemahkan dari judul asli, "The Venezuelan
Military: The Making of an Anomaly," oleh Coen Husain
Pontoh

*Marta Harnecker, Direktur of the centro
defInvestigaciones Memoria Popular Lationamericana
(MEPLA) di Havana, Cuba, sebuah organisasi yang
melakukan penelitian tentang sejarah gerakan rakyat di
Amerika Latin. Ia juga adalah penulis sejumlah buku
dan artikel tentang gerakan kiri di Amerika Latin,
termasuk Understanding the Venezuelan Revolution: Hugo
Ch�vez Talks to Marta Harnecker, yang diterbitkan oleh
Monthly REview Press.



"Adil Sejak Dalam Pikiran" 
(Pramoedya Ananta Toer)

Intelektual Aktivis - Mengenang 50 Tahun Meninggalnya
Einstein. Baca di http://coenhusainpontoh.blogspot.com


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke