http://www.suarapembaruan.com/News/2005/06/09/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Disiapkan, Privatisasi BUMN
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
tengah menyiapkan kajian mengenai BUMN mana yang akan diprivatisasi tahun ini
guna menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2005.
Setoran privatisasi APBN 2005 itu ditargetkan Rp 3,5 triliun.
Menteri Negara BUMN Sugiharto seusai rapat kerja dengan Komisi VI DPR di
Jakarta, Rabu (8/6), mengatakan, pihaknya siap melaksanakan privatisasi dalam
6,5 bulan jika permintaannya untuk menutupi setoran privatisasi dalam APBN 2005
dengan mengalihkan sebagian setoran dividen BUMN tahun ini, yang diperkirakan
melebihi target, ditolak.
"Saya siap melaksanakan privatisasi dalam enam setengah bulan. Itu cukup, tapi
kami punya prioritas. Pertimbangannya adalah harga dan waktu pelepasan. Kalau
situasi dan kondisi pasar jelek bisa mempengaruhi harga, sehingga dilusinya
terlalu besar dan kerugian cukup besar. Dua hal ini menentukan besaran yang
akan diterima oleh APBN," katanya.
Alternatif
Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan berbagai skenario, jika alternatif
memaksimalkan setoran dividen BUMN untuk menutup setoran pos privatisasi
ditolak. Kementerian sudah mengkaji beberapa BUMN baik perusahaan terbuka yang
sebagian sahamnya sudah terdaftar di pasar modal maupun perusahaan publik yang
belum terdaftar.
"Kalau memang harus dilakukan penjualan pada pertengahan kedua tahun ini
prosesnya dimulai. Sebagian besar adalah perusahaan publik. Tapi, sebelum
menentukan waktu sekarang saya lagi berinteraksi dengan tim ekonomi termasuk
dengan Wakil Presiden yang mana yang harus kita pilih," katanya.
Dijelaskan, pihaknya optimistis mampu menutupi setoran privatisasi sebesar Rp
3,5 triliun yang akan digunakan menutup defisit APBN 2005.
Optimisme itu didasarkan pada prognosa, di mana target setoran dividen BUMN
tahun ini Rp 9,5 triliun bisa terlampaui. Bahkan, dari perhitungan setoran
dividen BUMN tahun ini diperkirakan mencapai Rp 11,5 triliun, sehingga
kelebihan sekitar Rp 2 triliun tersebut akan dimasukkan ke dalam pos setoran
privatisasi.
Pihaknya sudah meminta setoran privatisasi diganti dengan dividen sekalipun
kedua pos tersebut berbeda, di mana dividen masuk dalam penerimaan negara,
sedangkan privatisasi untuk memenuhi defisit anggaran, tetapi sama-sama
disetorkan ke APBN.
Apalagi, hasil pemantauan Kementerian BUMN menunjukkan, setoran dividen oleh
BUMN jauh lebih tinggi dari yang ditargetkan, sehingga dividen bisa lebih
besar. Masih banyak BUMN yang membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk
memperbesar aset dan menaikkan harga sahamnya.
"Kami juga harus memperhatikan saran DPR yang mengimbau agar hati-hati
melakukan penjualan,''
RUPS BTN
Mengenai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara
(BTN) yang seharusnya sudah dilaksanakan, Sugiharto mengatakan, pihaknya masih
menuntaskan kajian di BTN berkaitan dengan target pembangunan infrastruktur
perumahan satu juta rumah. BTN dari segi permodalan tidak mampu melakukan
pembiayaan jika tidak mendapat injeksi modal.
Sedangkan pemerintah sendiri tidak memiliki dana untuk diinjeksikan ke BTN.
Sebab itu, akan diupayakan strategi agar BTN mendapat suntikan modal baik
langsung maupun tidak agar bisa mendukung program pemerintah tersebut.
Secara terpisah, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk Sigit
Pramono mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemegang saham jika
akan dilaksanakan divestasi lanjutan melalui penawaran umum tahap kedua saham
kepada publik.
Dia berpendapat divestasi BNI akan memberikan hasil yang maksimal jika
dilaksanakan tahun depan, karena memberikan kesempatan kepada manajemen untuk
terus berbenah dan meningkatkan kinerja serta kondisi pasar pun diperkirakan
akan semakin kondusif. (B-15)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/