http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=111497



            Pencegahan Teroris  Harus Secara Terpadu
            Riza Sihbudi
            Ahli Peneliti Utama LIPI 


            Jumat, 10 Juni 2005
            Ancaman teror dan bom hingga kini masih menghantui masyarakat yang 
tak kunjung lepas dari rasa was-was, karena kenyataannya bom memang masih 
meledak di mana-mana. Terakhir, bom berkekuatan kecil meledak di Pamulang, 
Tangerang, Banten, Rabu (8/6) lalu, setelah sebelumnya bom berkekuatan besar 
meledak di Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, menewaskan 22 orang dan mencederai 
puluhan orang yang tidak berdosa. 

            Untuk kasus Tentena, kini belasan tersangka telah diamankan pihak 
yang berwajib di Mapolres Poso. Dua di antaranya tercatat pernah terlibat 
kekerasan di Ambon dan Seram, Maluku Tengah. Anehnya, beberapa orang yang 
berstatus narapidana ternyata termasuk di antara tersangka dalam kasus teror 
bom itu. 

            Munculnya aksi terorisme, tidak terlepas dari masalah 
ketidakadilan. Ke depan pun mungkin masih akan begitu, selama akar masalahnya 
tidak terpecahkan. Akar masalahnya adalah ketidakadilan. Kedengarannya klise, 
tapi itulah yang sesungguhnya. 

            Selain itu, persoalan lapangan kerja juga jadi alasan. Sulitnya 
mencari pekerjaan dapat saja mendorong sebagian orang menempuh jalan pintas 
yang sebenarnya sangat tidak rasional. Ada juga sinyalemen, peledakan bom juga 
dapat sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap suatu 
kasus, misal dugaan korupsi Rp 40 miliar dana pengungsi Poso. Tapi, saya lebih 
melihat ketidakadilan sebagai faktor penyebab tindakan kekerasan tersebut. 

            Karena masalahnya adalah ketidakadilan, maka harus ada kemauan 
politik untuk menuntaskan masalah hukum, masalah ekonomi dan masalah politik. 
Artinya, harus dicegah agar daerah-daerah konflik tidak dimanfaatkan oleh elite 
politik di Jakarta untuk kepentingan-kepentingan yang sempit. 

            Penanganan masalah terorisme juga tak bisa setengah-setengah, harus 
diupayakan secara terpadu. Selama ini antara polisi dan TNI, boleh dibilang, 
masih jalan sendiri-sendiri. Saya menangkap kesan seperti itu. Padahal 
seharusnya intelijen kedua institusi tersebut dapat bekerja sama secara lebih 
erat. 

            Ke depan, pemerintah sebaiknya secara serius menangani 
daerah-daerah rawan konflik. Aceh, Ambon, dan Poso, misalnya, harus menjadi 
perhatian serius. Pemerintah sekarang ini memang dihadapkan pada banyak 
pekerjaan. Tetapi bagaimana mewujudkan keamanan dan ketenteraman masyarakat di 
wilayah-wilayah konflik harus menjadi prioritas. Kalau tidak, tindakan 
kekerasan di wilayah itu suatu saat bisa meledak secara lebih dahsyat lagi. 
Masalah lainnya, Indonesia begitu terbuka untuk dimasuki unsur-unsur asing dan 
sulit terdeteksi. Mereka bisa saja masuk ke Aceh, Poso, Ambon atau ke Papua. 
Untuk mengatasinya, diperlukan perhatian serius dari pemerintah. Dalam konteks 
ini, keterpaduan langkah dari aparat polisi, TNI, serta intelijen dari kedua 
unsur itu tak dapat ditawar-tawar, sehingga keamanan dan ketentraman masyarakat 
bisa terjaga. 

            Keterpaduan dan kerja sama antara kedua institusi ini penting, 
karena dalam kenyataan di beberapa daerah masih terjadi konflik antara aparat 
polisi dan TNI. Selama kedua institusi ini masih begitu, itu sangat mungkin 
bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak luar.***  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke