--- In [email protected], "tr�l�s��l" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>
http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tgl/09/time/75928/idnews/377775/idkanal/10
>      Dengan memiliki satu istri dan dua anak, sekretaris kedua
tersebut mendapat TPLN sebesar US$ 4.098. Kemudian ditambah 25 persen,
yaitu US$ 1.024 untuk tunjangan sewa rumah. Secara keseluruhan,
sekretaris kedua tersebut menerima US$ 5.123.
> 
> 
>      Sewa rumah di Doha sebesar US$ 2.060. Itupun rumahnya standar
dan cenderung tidak terlalu baik dibandingkan dengan diplomat
Bangladesh dan Nepal di Doha. Padahal jatahnya hanya US$ 1.024,
walhasil tekor US$ 1.036. Sewa rumah di Doha pada tahun 2005 mengalami
kenaikan 200-250 persen dibandingkan dengan tahun 2003.
> 
>      Biaya pendidikan di sekolah internasional yang paling murah
sebesar minimal US$ 500 per anak. Dua anak menjadi US$ 1.000. Biaya
listrik, telepon, dan air sedikit-dikitnya setelah dihemat-hemat
paling tidak sebesar US$ 350 per bulan.
> 
>      Biaya kebutuhan bulanan keluarga paling hemat US$ 1.000. Biaya
cicilan mobil US$ 800 per bulan, di mana kendaraan dibeli sendiri dan
tidak ditanggung kantor. Biaya pengembalian pinjaman ke kantor US$ 550
per bulan untuk pembayaran uang muka pembelian kendaraan yang dibayar
sejumlah tersebut selama 20 bulan.
> 
>      "Jadi dengan penghasilan sebesar US$ 5.123, setelah dikurangi
pengeluaran rutin, TPLN yang diterima oleh sekretaris kedua tidak
dapat mencukupi kebutuhan minimal yang bersangkutan per bulan. Ini
jelas jauh dari kesan glamor seperti yang dituduhkan," sebut Maktub.
> 

Saya belum pernah ke Doha, tetapi kok rasanya ada yang janggal ya
membaca berita ini. 

Penghasilan $5,123 di Tokyo (=550,000 JPY) kira-kira setara dg gaji
pegawai swasta (S1) dg pengalaman 5-7 th. Masih bisa hidup tuh...
walaupun Tokyo adalah kota termahal didunia.
(http://www.finfacts.ie/costofliving3.htm)

Cuma ya nggak punya pembantu dan sopir, apartment biasa aja, nggak
sering2 maen golf, atau jalan2 ke LN.
Sbg perbandingan, gaji postdoc di Jepang sekitar 3,000-4,000 dollar
perbulan. Bahkan waktu sebentar "numpang belajar" di US juga saya
sendiri nggak habis $2,000 perbulan. Atau karena standar saya standar
orang miskin ya? 

Saya pikir tergantung gaya hidup juga ya... Kalau mau membandingkan dg
gaya hidup Expat dari MNC yg di-assign ke Tokyo, ya jelas gak
kesampean... apartment mewah disini 6,000 - 10,000 dollar perbulan.
Tapi apakah memang layak membanding2kan spt itu? What kind of country
do we represent here?

Apakah Doha sangat2 mahal sehingga lebih mahal daripada Tokyo? Mungkin
member yang tinggal disana bisa menginformasikan?
Trus kalau si Sekretaris II ini nombok tiap bulan, ngutang dong? Sama
siapa? Mending minta balik ke Jakarta aja, Pak... Gaji berlipat (cuma
dalam rupiah :D ). Pilih mana, hayooo...

salam bingung,
fau







***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke