Adanya perbudakan ataupun hal hal yang buruk lainnya, adalah terkait
pada naluri manusiawi. Tak ada urusan dengan ajaran agama apapun.
Andaipun ada agama yang melarang perbudakan, manusia akan tetap
melakukannya (nyatanya, TAK ada agama yang secara expressis verbis
melarang perbudakan). Sebenarnya memakai kata "budak" dalam ajaran
agama sudah ajaib.
Mencari pembenaran perbudakan dalam akidah agama, memang hanya
membuang waktu, sebab yang bertanggung jawab akan adanya hal hal yang
buruk adalah si manusia sendiri.
Berapa lama sudah ada agama agama?
Lebih dari seribu tahun bukan?
Bagaimana wajah manusia hingga kini?
Buruk bukan?
Apakah cermin yang akan dihancurkan, karena muka kita buruk?
salam
danardono
-------------------------------------------
Mbah Danar,
inilah keburukan manusia di sebabkan karena saling memperbudakkan,
pemerasan manusia terhadap manusia lain. sebagai awal perbudakan
akibat karena perbedaan kekuasaan dari manusia itu sendiri.
perbedaan ini menimbulkan perbudakan,... yang kuat menindas yang
lemah ..... sekarang ini orang berlomba-lomba menambah kekuatan
dengan cara memperkuat dirinya dengan persenjataan seperti
amerika misalnya, ini karena mereka tidak ingin di perbudak oleh negara
lain, negara lain harus tunduk dengan kebijakan mereka.
perbudakan zaman dulu beda dengan zaman sekarang, istilahnya
sekarang system perbudakan sudah bersifat manusiawi, padahal
intinya adalah sama, yakni memerintah seseorang untuk mengikuti
petunjuk dan kemauan tuannya.
tapi dengan memahami agama, kita tidak akan merasa sebagai
budak dalam jiwa kita, karena hakekat yang sebenarnya setiap
apapun yang kita lakukan diikrarkan hanyalah sebagai ketaatan
kita kepada sang Khalik, kita tidak merasa sebagai hamba dari
manusia yang memerintahkan kita tapi kita sadar bahwa semua
hal yang membuat kita menurut perintah karena system yang
ujung-ujungnya adalah demi kemashlahatan umat manusia juga.
Tapi dalam arti, semua yang dilakukan tidak bertentangan
dengan ajaran agama.
di sinilah, letak agama yakni untuk memuliakan manusia,
manusia mencari nafkah bukan dari kotornya pekerjaan itu,
tapi halal tidaknya pekerjaan itu. jadi pekerjaan yang bersifat
diperintah, tidak membuat kita merasa rendah tapi memang
harus dilakukan dengan kesadaran akan kebaikan pekerjaan itu.
agama juga membebaskan manusia dari sifat budak, yakni sifat
menghamba kepada seseorang artinya manusia akan mendapat
pegangan hidup yang kuat untuk melangkah, tidak akan
menuruti semua perintah seseorang, kecuali bahwa perintah
itu benar sesuai dengan martabat manusia itu sendiri.
jadi pada dasarnya akidah agama mengajarkan
kita akan kebebasan dan kemerdekaan dan tidak akan
bersifat seperti budak .... bebas dari segala kunkungan dari
takhayul yang tidak benar, bebas dari manusia-manusia
yang serakah .. dan arti kemerdekaan itu juga munculnya
dari kekuatan jiwa yang berasal dari agama itu sendiri ,..
sehingga agama dan kemerdekaan atau kebebasan
tidak bisa dipisahkan .....
btw ..... kalo SBY masih percaya terhadap tradisi ruwatan,
apakah jiwa beliau sudah bebas atau masih di perbudak
oleh tradisi lama ?
salam
yustam
______________________________________________________________
Disclaimer :
- This email and any file transmitted with it are confidential and
are intended solely for the use of the individual or entity whom
they are addressed, if you are not the original recipient, please
delete it from your system.
- Any views or opinions expressed in this email are those of the
author only.
______________________________________________________________
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/