DH:
MBak Fauziah,

Kami yang mengamati perkembangan ekonomi di Eropa ini agak cenas,
melihat melandanya gelombang mergers and aqcuisitions di Eropa, yang
merupakan akibat dari system perekonomian neo liberal. Akibat dari
pembelian perusahaan oleh perusahaan lain mengakibatkan kian sedikitnya
pelaku ekonomi diantara perusahaan besar ini, dan ujung ujungnya, jobs
di downsize, dan pengangguran kian membengkak..

Perekonomian dikuasai oleh kian sedikit perusahaan yang mendikte pasar,
menimbulkan de facto monopoly ditiap bidang (banking, manufacturing,
trading, dsb).

Anda belajar ekonomi di Jepang bukan? Bagaimana masyarakat Jepang
menghadapi fenomena ini?

Masyarakat di Eropa kian menolak konsep Uni Eropa, yang tadinya
dijanjikan bagai sebuah highway untuk memakmurkan bangsa bangsa. Yang
makmur hanya segelintir perusahaan raksasa. Belum pernah barisan
pengangguran, juga di-negara negara yang tradisonal kaya makmur,
seperti Jerman dan Perancis, yang makin hari makin bertambah....


Fau:
Kebetulan sekali Pak, saya barusan selesai dari sesi diskusi bersama
Toyoo Gyohten*. Dia berbicara mengenai perubahan besar didunia ini,
termasuk economic integration.  

Soal penolakan thd konstitusi EU, dia bilang: pertama, voters tidak
memahami EU Constitution, soalnya tebalnya 30 cm. Saya juga baru baca
bbrp halaman, akhirnya nyerah :D. Tapi voters takut, kalau2 birokrat EU
di Brussel akan semena2 menyeragamkan semua aturan antar EU dan
memperlebar jurang perbedaan kaya-miskin.

Globalisasi adalah suatu yang tak terelakkan. Dan menjadi bagian dari
solusi juga problem. Salah satu problem besar adalah ekonomi2 negara
lain terlalu tergantung pada ekonomi US. Padahal ekonomi US adalah
sumber masalah. Sekarang di US mereka over-consumption dan
under-savings. Sedangkan consumer goods di US mostly diimpor dari
China, India, Japan, dll. Jadi mereka defisit sangat besar. Disini
negara2 pengekspor ke US diuntungkan, tetapi karena US mulai berhutang
dan sibuk tekan sana-sini untuk menurunkan defisitnya, ya negara2 lain
mulai dirugikan juga. 

Beberapa hari yl di NYT Krugman menulis bahwa middle class di US
sekarang menurun jumlahnya karena kebijakan pemerintah yang favor kaum
kaya dibandingkan kaum menengah dan miskin. Income rata2 1% penduduk
Amerika terkaya naik 100 persen sejak 1973, sedangkan top 0.1%-nya naik
tiga kali lipat. Jadi kesenjangan ini juga jadi isu di Amerika.

Di Jepang, saya lihat agak beda. Mungkin karena Jepang sebenarnya agak
tertutup, arus imigrasi sangat kecil dibandingkan di Eropa, Kanada atau
Amerika. Juga sistem pemerintahannya dan ekonominya cenderung dekat ke
sosialis (walau menurut mereka bukan). Ini dicirikan dg betapa
generousnya pemerintah untuk pelayanan public goods, pendidikan dan
kesehatan. Juga tax allowance buat taxpayer yang mempunyai tanggungan
orang tua, anak sekolah, atau orang cacat. Sehingga kalau di negara2
Skandinavia, effective tax rate bisa mencapai 60%, di Jepang rata2 cuma
25-30 %. Maka jadilah Jepang negara yang kesenjangan sosialnya rendah.
Kalau tingkat pengangguran di Jerman sampai 11-12 %, di Jepang masih
sekitar 5%. Alih2 inflasi, adanya deflasi melulu. Ini juga malah
membuat ekonominya stagnan. 

Dan dibalik proteksi pemerintah thd perusahaan2 pengutang tetapi
menyediakan banyak lap kerja, menyimpan *bom waktu* tersendiri. Hutang
domestiknya luar biasa. Yang menjadi isu rame disini adalah pension
fund, karena sama seperti negara2 Eropa, Jepang menghadapi aging
population karena rendahnya angka kelahiran. Akibatnya generasi pekerja
sekarang merasa dieksploitasi oleh generasi tua saat ini.

Saya sebenarnya pengen nulis soal pendidikan dan kesehatan dasar di
Indonesia yang makin memprihatinkan, tapi nanti kepanjangan. Maybe in
another mail.


DH:
Energy semakin mahal, karena minyak dan gas kian langka, karena
permintaan membengkak, akibat munculnya Tiongkok dan India sebagai
pemakai energy yang termasuk terbesar.

Fau:
Iya Pak. Tapi sebenarnya ada andil negara2 OECD juga sehingga Cina dan
India menjadi rakus energi. Nah pabrik2 yang power-hunger direlokasi ke
Cina, karena mereka gak mau repot dg urusan polusi segala macam. Dan
penduduk OECD ini sebenarnya pemakai energi tertinggi didunia. Apalagi
ada 4 musim: heater dan cooler hampir sepanjang tahun terpakai. Mandi
mesti pake air hangat, ya kan Pak? Masak pake kompor listrik/gas.
Ngangetin apa2 di microwave. Komputer di rumah bisa 2-3 biji nyala
semua. Yah, itulah sudah menjadi gaya hidup dan kebutuhan mereka yg
tinggal disana. Dg permintaan energi yang meningkat terus, dan supply
yang berfluktuasi bahkan cenderung turun, pantas saja harga energi naik
terus.

Sekian dulu Pak, silahkan di tambahkan atau dikoreksi. 

salam,

fau


Note:
Toyoo Gyohten is president of the Institute for International Monetary
Affairs and a former chairman of Bank of Tokyo. He served for many
years in the Japanese finance ministry, retiring in 1989 as Vice
Minister for International Affairs. He also worked for the IMF and the
Asian Development Bank. He chaired Working Party III of the OECD in
Paris from 1988 to 1990. He was a visiting professor at Harvard
Business School and Princeton University, and co-authored Changing
Fortunes with Paul Volcker. 



        
        
                
___________________________________________________________ 
Yahoo! Messenger - NEW crystal clear PC to PC calling worldwide with voicemail 
http://uk.messenger.yahoo.com


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke