----- Original Message ----- From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, June 14, 2005 11:26 AM Subject: [ppiindia] Debat Kusir (was: Re: Slavery in Islam)
> --- In [email protected], "Lina Dahlan" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> Lina: >> Emang gak simple. Itu tantangannya. Dibuat simple gak bisa ya mbak? >> Kenapa dengan Cuba, mbak? >> > > Cuba, karena diembargo Amerika, jadi miskin. Tapi ya miskin semua... > (katanya temen sih yg pernah kesana). Tapi semua tahu apa yang > dialami dan apa konsekuensinya. (gitu2 tingkat melek hurufnya lebih > tinggi daripada indonesia) > Tapi ya penduduk Cuba juga cuma 11 juta, kita 240 juta. Kalau kita > menjadi negara federal mungkin lebih gampang mengontrol bottom to > topnya. Tapi nanti saya dianggap pengkhianat NKRI yang sakral itu ;) > Betul bila Cuba dibandingkan dengan Indonesia, Cuba miskin dalam kekayaan, tetapi bila dilihat pada segi lain seperti misalnya pendidikan, mulai dari sekolah dasar sampai pendidikan tinggi maka di Cuba bebas bayaran mulai dari pendidikan dasar sampai universitas. Jadi tidak seperti di Indonesia sampai ada anak bunuh diri karena orang tua tak mampu bayar uang sekolah atau pakaian seragam. Bukan itu saja, malah pelayanan kesehatan dan pengobatan di Cuba pun gratis, kalau perlu dioperasi karena penyakit tidak perlu pikir tepat dompet. Di Indonesia jumlah dokter yang ada pada tahun 2001 sesuai catatan BPS adalah sebagai berikut: Ahli - 6039 orang Dokter umum 15.428 Dokter gigi 5.450 Bandingkan saja dengan jumlah dokter dalam relasi dengan penduduk Di Cuba 1 dokter untuk 140 penduduk. Panjang umur penduduk di Cuba sama dengan di negeri-negeri maju seperti Jepang dan di Skandinavia. Jangan di lupakan bahwa Cuba mengalami blokade dari USA dan negeri-negeri sekutu. Lamanya blokade sudah 40 tahun umurnya. Jadi kalau mau sedikit berpikir perbandingan tsb bisa garuk-garuk kepala dalam mempertanyakan kemauan politik pengusasa untuk perbaikan kehidupan rakyat [ummat] selama ini. Wassalam, >> Saya pikir kenasionalismean orang Indonesia ini mesti di'tinggi'in, >> ya mbak? Maksudnya, andaikan saya mampu menyekelohkan anak saya >> keluar negeri, itu harus bertujuan utk kemajuan bangsa ini. > Bukannya >> saya pikir,"lulusan luar negeri ntar nyari duitnya gampang kok!". >> Jadi dimulai dari diri sendiri biar gak UUD (Ujung-Ujungnya Duit). >> Bisa gak ya? >> > > Salut kalau Mbak sudah berpikir seperti itu. Memang ini harus dimulai > dari diri sendiri Mbak. Kalau kita mengajarkan anak2 kita untuk tidak > menjadi pengikut sekte pemuja uang, ya Insya Allah dia nggak akan > maruk. Makanya saya kesal dan jengkel sekali dg orang2 yg maunya > serba instan, percaya dukun, ikut money game dsb. Maaf kalau bahasa > saya kasar di imel yg lalu soal SPAM yang saya terima. Saya lagi > pusing liat data dan lagi nunggu imel penting, eh malah dapat imel > kayak gitu. Hari ini dapat lagi, dari sender yg lain. > > >> Soale ngarepin pemerintah supaya bisa kasih gaji yang bagus >> buat 'lulusan luar negeri yg berprestasi' juga gak mungkin...?? > Meski >> seharusnya pemerintah memberi incentive yang lebih buat mereka itu. >> >> > > Kalau saya bilang ke anak saya: sekolahlah! karena itu salah satu > cara yang mudah (maksud saya sebenarnya efektif, tapi anak saya masih > kecil) buat menjadi pintar. Kalau kamu pintar, kamu nggak usah kuatir > soal hidup dan kamu bisa menjadi orang yang bisa nolong orang lain, > bukan jadi beban. > >> Hua..ha..ha...pake limusin buat minta keringanan nyicil >> utang...ha..ha..memang dah jungkirbalik... >> Yang enak idup itu gak berutang, biar gak naik limusin. > > Setuju. Disini saya tidak merasa butuh mobil pribadi walau harga > mobil separo atau sepertiga harga mobil di jkt. Suatu ketika prof > saya cerita, dia baru pulang rapat dg presiden dan pejabat tinggi > Indonesia di jkt. Dia bilang: wah, pejabatnya pake jam tangan rolex > emas, sedangkan jam tangan saya harganya 3 ribu yen. Dan ini bukan > kejadian aneh di Indonesia kan? Pengutang lebih glamour dari pemberi > utang :D > >> >> waddduh, saya sirik abis sama orang yang gak punya utang. Itu >> makanya saya mo belajar meniadakan sarana-sarana perhutangan...:-) >> Kenapa sih ya subscription harus pake credit card? Maksudku kok gak >> disediain juga pembayaran tunai? >> > > Gimana mau bayar tunai kalau mesennya antar negara/benua? Yah mau tak > maulah.. > Kalau saya, spy tidak *diperbudak* (ini istilah yg lagi tren disini) > kartu kredit, caranya: jangan pergi ketempat dimana kita pengen > belanja. Atau kalau perlu belanja, bawa uang tunai secukupnya saja > (susah kali ya kalau di jkt, nggak aman di jalan). Atau beli dg > tukang sayur yang pasti tidak menerima kartu kredit :D > > salam, > > fau > > > > > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

