--- In "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak Muchtarom,
>
> great comment indeed. Tadinya mau ikut ngomen jadi
> nggak perlu karena sudah terwakili dg lebih baik.
>
> Dikampus saya juga langganan macem2 jurnal dan
> majalah, memang FEER sering lebih *lucu* dibanding
> The Economist, Time, dsb.
>
danke,
na ja, ... es ist eigentlich nicht so gross ... :)
Selama ini, opini saya juga sebagian juga
sudah terwakili secara lebih baik dari tulisan-2
mba' fau, mba' lina, mas 'bagong', pak danarnono,
bung ambon dll. dll.
soal ke'lucu'an FEER yang lain, misalnya seperti
diungkapkan oleh seorang pembaca/pengamat dari
Bangladesh:
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
||
|| <http://www.shobak.org/naeem_comments.php?id=2_0_4_10_C>
||
|| In 2002, Bangladesh attracted more coverage from
|| the "Taliban hunters." In April, the Far Eastern
|| Economic Review (FEER) published an explosive cover
|| story, "Beware of Bangladesh." The story was accompanied
|| by the menacing image of angry, bearded men (later it
|| turned out the photo was taken at a rally protesting
|| the Gujarat riots-- the lead man in the photo has filed
|| a lawsuit against FEER).
||
|| The issue carried a secondary story about alleged
|| terrorist camps, with the alarmist title "A Cocoon
|| of Terror". The story provoked a firestorm in
|| Bangladesh.
||
|| The BNP banned the issue and launched an international
|| campaign against the story. The BNP attack was expected.
|| Far more discomforting to the FEER was the criticism from
|| western-aligned sources such as Bangladesh's DAILY STAR
|| newspaper, Humanist Association of Hong Kong and, most
|| damagingly, the former Editor of FEER.
||
|| .......................
||
|| Of course, some of the rebuttals to the FEER story are
|| quite valid. One critique points toward the many positive
|| stories which have been ignored by FEER: the global
|| microcredit movement led by Grameen Bank, the vibrant
|| NGO sector, the dramatic increase in women's public
|| role (including 33% representation in local bodies),
|| the opening of army ranks to women, and the fight
|| against international bio-piracy led by UBINIG.
||
|| But after 9/11, only one thing seemed to matter to
|| western journalists-- that Bangladesh had a large
|| Muslim population. Therefore, it must already be a
|| training ground for "militant terrorist Islam," or
|| failing that, the danger must "lurk right below the
|| surface."
||
|| While there are indeed many problems in Bangladesh
|| (some related to creeping "Islamicization," some not),
|| the Bangladesh government found a very easy target
|| in the FEER story. Because the story was sloppily
|| researched, it was relatively easy to discredit. Almost
|| all the story sources were "Indian intelligence," which
|| are often politically motivated. Especially in light
|| of the BJP government's recent moves to portray
|| themselves as "surrounded by terrorists on all sides,"
|| this suspicion has increased
||
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
> fau:
> ---
> Mungkin ada yg baca tulisan PETER BERGEN and SWATI PANDEY di NYT 2
> hari yl, yg mengcounter pernyataan Rumsfeld dan Powell bahwa
> madrasah adalah tempat persemaian teroris. Ini menunjukkan kalau
> emosi/certain interests bisa dg mudah melencengkan orang jauh dari
> fakta. "While madrassas are an important issue in education and
> development in the Muslim world, they are not and should not be
> considered a threat to the United States."
>
Saya rasa sebagain besar memang tidak. Apa yang menimpa
Amerika sebagian masalahnya juga berasal dari kebijakan
politik LN amerika. Saddam dan Osama dulunya adalah
juga sekutu amerika.
Seingat saya, kalau mengambil sampel ummat islam di
Indonesia, rasa * resentment * thd. amerika itu sebetulnya
relatif mrpk. gejala yang belum begitu lama terbetuknya.
Era 1950 an s/d akhir 1960 an, muslim Indonesia baik
secara 'diam-diam' maupun 'terus terang' sebetulnya
menganggap amerika itu sekutu (mis. dalam melawan
komunisme).
Ketika terjadi perang arab-israel tahun 1967 dugaan saya
waktu itu publik muslim di indonesia masih disibukkan
dengan 'recovery' akibat chaos yang terjadi tahun 1965 an,
sehingga mungkin kurang memperhatikan.
( ketika tahun 1969 US berhasil mendaratkan apolonya di
Bulan, kebanyakan para Ulama ikut mengungkapkan rasa
syukur, ikut merasa "terwakili" oleh misi Apollo 11,
bisa ikut "menikmati" panorama di Bulan dari dekat,
sbg. tanda-2 kebesaran Allah swt. Apalagi waktu itu
di-tandingkan dengan *propaganda komunis*, kosmonot
Yuri Gagarin, yang oleh muslim dipandang sangat arogan
dengan mengatakan: "wah, saya sudah sampai di ruang
angkasa kok gak ketemu sama yang namanya Tuhan tuh?" =
saya ingat betapa para pelajar dan mahasiswa muslim
dgn. suka cita ikut memakai emblem bergambar logo
misi Apollo 11, sambil di dinding dekat meja belajarnya
menempelkan kutipan ayat Qur'an ygn. menunjukkan kekuasaan
Allah yang memungkinkan manusia mencapai bulan = di ambil
dari surat Ar-Rahman = I call this ayat as 'ayat Apollo 11'
... :) )
Ketika tahun 1972 pada moment kegiatan Olimpiade 1972
sekelompok gerilyawan Palestina 'membantai' beberapa
atelit dari Israel, publik muslim di Indonesia ikut
terkejut; dan mulai menyadari adanya konflik
internasional yang kelihatannya cukup gawat.
Seingat saya sejak momen inilah publik muslim di
Indonesia kenal dengan istilah * teroris arab *.
Awalnya mungkin publik muslim agak 'bingung' memahami
situasi secara keseluruhannya; tetapi ketika tahun
1973 negara-2 Arab secara kompak di bawah pimpinan
raja Faisal rame-2 melakukan embargo minyak, sampai
negara-2 barat (terutama eropa) kelabakan, mulailah
tumbuh kesadaran dan "solidaritas muslim internasional"
di kalangan publik muslim indonesia; mereka mulai
merasa 'tahu' musti berpihak kepada siapa, dan
mulai bersikap kritis pada posisi amerika dan negara-2
eropa (yang waktu itu) mayoritas masih berpihak
pada israel.
Enam tahun kemudian, sejak revolusi Iran, ummat Islam
di Indonesia semakin terbuka matanya bagaimana negara
superpower seperti Amerika yang pernah mereka idolakan
ternyata 'tega' memperalat negeri lain yang lebih
lemah sebagai sekedar 'negara proxy' mereka.
Sejak ini pula sebagian publik muslim di Indonesia
mulai bersikap kritis thd. negara-2 arab yang sejak
boikot thn. 1973 gagal menjadi lunak dan mau dijadikan
"pelayan" atau sekedar "tangki bensin" bagi amerika.
Meskipun sebagian besar muslim Indonesia adalah sunny,
poster Imam Khomeini banyak menghiasi kamar-2 belajar
pelajar/mahasiswa muslim.
>
> Jadi hati2lah mencerna informasi yg berseliweran,
> reduksi npise-nya sehingga kita bisa mendapatkan
> sesuatu yg berharga bagi intelektualitas kita.
>
> btw, tulisan anda ttg finite element method,
> mengingatkan saya pada kuliah :(
>
lho, saya kira tadinya mba' fau ini dari
teknik industri, turning to macroeconomy ... :)
yang kemungkinan besar ketemu finite element
di S1 hanya ada 2 jurusan: teknik mesin dan
teknik sipil. Karena probabilitas menjumpai
female student di teknik mesin kurang dari
1%, you .must. be from civil engineering
background. betul? ... :))
>
> regards,
>
> fau
> -musimhujaneuy
>
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/