Wah sejak kapan Pak DH jadi ustadz, sakti juga ilmu
pengetahuan keislamannya. Hebat hebat hebat, saya aja
yang sejak lahir sudah Islam nggak nyampe segitu 
ilmunya.

--- RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:

> --- In [email protected], "Lina Dahlan"
> <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> 
> 
> > Tidak bisa juga menggeneralisir begini. Banyak
> yang mengaku 
> > fundamentalis, tapi dia tidak seperti yang
> sampeyan utarakan, 
> begitu 
> > sebaliknya. Intinya tidak ada garis pemisah yang
> jelas antara 
> > Moderat dan Fundamentalis dalam cita-cita menuju
> pembangunan 
> > kemanusiaan dimanapun. Dan dalam satu sisi
> terkadang seseorang itu 
> > sangat fundamentalis, namun disisi lain dia bisa
> menjadi sangat 
> > moderat..so what? Adakah orang yang dapat
> dikatakan betul2 
> > fundamentalis dan adakah orang yang dikatakan
> betul2 moderat?
> > Jangan menjadi korban pengdikotomian yang
> dilangsirkan Barat.
> > Islam itu tak kenal fundamentalis dan moderat.
> Dalam pribadi 
> > Rasulullah SAW, beliau adalah Fundamentalis dan
> sekaligus Moderat 
> > sejati.
> > 
> > Dalam membangun kemanusiaan, Moderat maupun
> Fundametalis harus 
> > bersatu dan melupakan kemoderatannya dan
> kefundmentalisannya.
> > 
> > Apapun yang terjadi hingar bingar di milis ini
> sekarang ini kan ada 
> > dibidang akidah, bukan soal urusan pembangunan
> kemasyarakatan.
> 
> -----------------
> 
> DH: Tergantung bagaimana kita membaca definisi 
> istilah "fundamentalisme". Ada dua diksi utama. Yang
> pertama, yang 
> lebih lama, adalah, meyakini sesuatu (agama,
> ideologi, dsb) secara 
> fundamental, mendasar. Tidak setengah setengah.
> 
> Ini adalah sesuatu yang wajar, dan dapat diterima.
> 
> Yang kedua, adalah yang baru, lahir setelah 11
> September, didiktekan 
> oleh politisi Barat, yang berarti, memaksakan
> keyakinannya (agama 
> atau ideologi), tanpa pandang bulu, kalau perlu
> dengan kekerasan. Ini 
> yang tak dapat diterima.
> 
> Moderat, juga istilah baru. saya pribadi, tak
> terlalu menyetujuinya. 
> Mengapa? Apa sih yang moderat? Kalau kita ramah dan
> menghgormati 
> faham atau agama lain, adalah sesuatu yang WAJAR.
> Bukan ini berarti 
> moderat. Kalau kita menjalankan agama kita secara
> setengah setengah, 
> misalnya Islam tapi tak sholat, ini bukan moderat,
> ini namanya bukan 
> Islam. 
> 
> Panggilan "Islam moderat" sangat disukai, tapi
> dimata saya, adalah 
> istilah konyol. Setiap Muslim yang saleh, setiap
> umat Kristen yang 
> saleh, setiap Buddhist yang saleh, SELALU saling
> menghormati. Mereka 
> tak perlu dinamakan "moderat". Ini NORMAL.
> 
> Kita TAK perlu menghayati agama kita, sehingga kita
> menghina agama 
> lain. Seorang Katholik yang baik, tak akan menghina
> Buddhist dan 
> mengatakan, dia masuk neraka, tak percaya Yesus.
> 
> Seorang Muslim yang saleh, akan menghormati cara
> pandang Kristen 
> dengan Trinitasnya, tanpa automatis menganggap ini
> memberhalakan 
> Tuhan yang esa. Ini memang sulit difahami penganut
> agama lain, tetapi 
> tak masalah kan? Kan bukan akidahnya..
> 
> Dikotomi ini DI-CARI CARI. Sejak saya kecil diawal
> tahun 50an, sampai 
> 11 September, atau katakanlah awal 80an, tak saya
> rasakan dikotomi 
> ini. Keluarga besar kami, Hadinoto, yang berasal
> dari pantai utara 
> Jawa tengah (daerah para wali), terdiri dari
> bermacam keyakinan. Kita 
> tak pernah saling merendahkan.
> 
> Dikotomi ini muncul pengentalan keyakinan yang salah
> kaprah muncul, 
> lalu tebas-tebasan kepala di Poso.
> 
> Apa urusannya ini dengan sang Khalik, dengan agama
> kita masing masing?
> 
> Kalau memang agama yang salah, ya kita larang saja
> semua agama. Kalau 
> manusianya yang salah, kita perbaikilah perilakunya.
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke