GALAMEDIA
17/06/2005 Anak Digadai, Uang Melayang
     

SUKABUMI, (GM).-
Sut (65), seorang kakek warga Desa/Kec. Purabaya, Kab. Sukabumi ini memang 
berotak encer. Ia menjual platina dan surat berharga kepada Sup, warga 
Nyalindung, Kab. Sukabumi seharga 1 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Sup 
rupanya tertarik, tetapi ia hanya mempunyai uang Rp 12 juta saja. Kata sang 
kakek, ia tidak keberatan menjual barangnya seharga itu asal anak Sup yang 
masih berusia 17 tahun dinikahkan padanya.

Karena tergila-gila oleh barang bernilai triliunan rupiah itu, Sup setuju. Uang 
Rp 12 juta diserahkan kepada Sut dan Mawar, anaknya dijadikan borg.

Sial bagi Sup, belakangan baru diketahui platina dan surat berharga itu 
ternyata palsu. Ia menyesal bukan kepalang karena Sut tidak berada di 
kampungnya. Ia pergi tanpa memberitahu Mawar. Kini, kakek berotak encer itu 
tengah dicari polisi karena pada Rabu (15/6), Sup melaporkan Sut ke polisi.

Keterangan yang dihimpun "PR", Kamis (16/6) menyebutkan, peristiwa ini berawal 
dari persahabatan Mawar dengan Bunga (juga bukan nama sebenarnya). Kedua gadis 
lulusan SMA ini memang sudah lama bersahabat. Suatu hari, Bunga memperkenalkan 
seorang pria renta bernama Sut yang disebutnya sebagai "orang pintar". 
Perkenalan itu berlanjut dengan hubungan antara Sup, ayah Mawar dengan kakek 
Sut. Selama berkenalan, Sut berusaha membangun kepercayaan keluarga Sup.

Suatu hari, kakek Sut membawa kabar menggembirakan bagi keluarga Sup dengan 
membawa dua batang platina serta surat berharga senilai 1 miliar dolar AS 
(sekitar 9,3 triliun rupiah). Selintas, kedua barang antik ini seperti asli. 
Apalagi, kakek Sut menceritakan perjuangan memperoleh benda-benda bernilai 
triliunan rupiah ini. Benda-benda berharga itu bahkan ditawarkan kepada 
keluarga Sup secara cuma-cuma asalkan bisa mengganti pengeluaran selama ia 
berjuang mendapatkan barang-barang tersebut. Nilainya sampai ratusan juta 
rupiah.

Keluarga Sup tidak memiliki uang sebesar yang diminta Sut, mereka hanya punya 
Rp 12 juta. Sisanya dijanjikan akan dilunasi kemudian setelah benda-benda 
berharga ini bisa diuangkan. Kakek Sut menonalaknya dan bersikukuh bahwa 
pembayaran harus kontan. Jika tidak dilunasi maka platina dan surat berharga 
itu akan diambilnya kembali.

Karena tergiur oleh uang puluhan miliar rupiah, keluarga Sup akhirnya bersedia 
membayar dengan catatan meminta waktu. Sebagai jaminannya, Mawar yang baru 
lulus SMA ini bisa menjadi milik kakek Sut. Caranya, malam itu keluarga Sup 
menikahkan kakek Sut dengan Mawar. Proses pernikahan dilangsungkan malam hari 
dan hanya dihadiri oleh kedua orangtua Mawar, Kakek Sut, dan saksi. Proses 
pernikahan juga dilaksanakan di rumah keluarga Sup di Kec. Nyalindung.

Selama tiga hari setelah menikah, Mawar mengaku tidak pernah disentuh oleh 
kakek Sut. Tetapi pada hari keempat, kakek Sut memaksa membawa Mawar pindah 
dari Nyalindung ke Purabaya dan menikmati tubuhnya. (A.82)**




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke