1. Mereka pakai attachment. Saya fw lagi dibawah ini.
2. Mahasiswa ini aneh, kekerasan yang mereka lakukan
pada pihak sebaliknya juga tidak disebut.
3. Pihak rektorat Unhas payah, nggak pakai pendekatan
yang lebih manusiawi ... Lihat UGM donk yang justru
memberikan konsultasi UKM pada mereka dan memberikan
wawasan tentang makanan yang bersih dan sehat, tidak lagi
menggunakan pewarna tekstil pada makanan dan mengurangi MSG.
salam,
Ari Condro
===
Nomor : 46/Stat/EN/V/2005
Hal : Pernyataan Sikap Atas Pemanggilan Mahasiswa Unhas
oleh Rektorat
Lampiran : -
Demokratisasi Pendidikan Hilang! Lawan!!!
Salam Pembebasan,
Dalam pemberitaan media masa, hampir setiap hari terdengar kasus-kasus
penggusuran perkampungan dan kios - kios PKL yang berada di sekitar jalan
protokol, di setiap daerah. Hal ini disebabkan oleh kebijakan Pemerintah
Pusat (SBY-Kalla) yang juga diturunkan menjadi kebijakan Pemerintah Daerah
dalam menerapkan program "City Without Slumb" (Kota Tanpa Perkampungan
Kumuh). Sebuah kebijakan yang sengaja menghilangkan kepentingan rakyat
miskin untuk tempat tinggal dan berproduksi sehingga menimbulkan perlawanan
untuk menolak kebijakan tersebut oleh rakyat yang mayoritasnya adalah rakyat
miskin kota yang jelas/nyata dirugikan.
Rakyat diharuskan mensukseskan program tersebut tetapi tidak diberikan
pilihan untuk berdialog untuk mendapatkan solusi atas kemiskinan yang
dihadapi misalnya hak ganti rugi atau kompensasi. Rakyat harus berhadapan
dengan aparat kemanan seperti; Polisi dan pasukan sipil (baca: Milisi)
bentukan pemerintah yang dinamakan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)
bahkan preman (bayaran dari pihak pemilik modal atau pemilik lahan atau
makelar tanah) yang bertugas untuk "menertibkan" rakyat miskin kota dari
tempat tinggal dan tempat berjualan mereka.
Peristiwa, Senin, 30 Mei 2005 di depan Universitas Hasanudin - Makasar,
Sulawesi Selatan. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berusaha mempertahankan
kios-kios di depan kampus dengan bantuan mahasiswa yang mengadvokasi dan
mendampingi terpaksa harus berhadap-hadapan dengan petugas Polisi dan Sat
Pol PP yang melakukan penggusuran dan pembongkaran kios-kios di depan kampus
secara paksa dan arogan maka bentrokan pun tak dapat dihindari.
Mahasiswa yang melakukan advokasi dan pendampingan Pedagang Kaki Lima (PKL)
saat terjadi penggusuran dan pembongkaran kios-kios, mendapatkan pemanggilan
dari Komisi Disiplin Universitas Hasanuddin yang indikasinya akan
mendapatkan sanksi berupa skorsing atau DO (mengeluarkan mahasiswa dari
keanggotaan mereka sebagai mahasiswa Universitas Hasanuddin Makasar).
Mahasiswa tersebut adalah: Rudi Hartono, Ketua LMND Sulsel (FH UnHas),
Syahnuddin Ketua BEM Kelautan UnHas, Miftahulkh (F Sospol UnHas), Dewi
Hastuti Syarif (FKM).
Padahal sebelumnya pada saat kejadian penggusuran tanggal 30 Mei 2005
Mahasiswa yang mendampingi dan mengadvokasi para PKL sudah mendapatkan
perlakuan represif berupa pemukulan dan ditahan oleh gabungan Polisi, Sat
Pol PP dan Preman bayaran Rektorat Universitas Hasanuddin Makasar.
Pihak Universitas Hasanuddin Makasar (Rektorat) menunjukkan penerapan
pola-pola militeristik (pola ORBA) untuk melancarkan komersialisasi
kampus-pendidikan dengan memasukan pemodal besar yang punya kepentingan
menanamkam modal dalam bentuk produk-produk komersil di kampus. Rektorat
Universitas Hasanuddin Makasar (KORUPSI) bertemu kepentingannya dengan
Pemerintahan (pusat & daerah) yang punya kebijakan "City Without Slumb"
bahkan pola-pola militeristik (pola ORBA) untuk melancarkan kebijakannya
tersebut.
Hal ini merupakan penghambatan bahkan penyempitan demokrasi di Indonesia.
Rakyat menyadari bahwa ini adalah bentuk tidak bersih dan kerakyatan-nya
sistem pemerintahan di Indonesia. Rakyat hanyalah korban dari kebijakan
pemerintahan & institusi pendidikan yang menguntungkan pemilik modal dengan
selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat,
Menilai peristiwa yang menjadikan keprihatinan kami dan selalu menjadi
keresahan bagi seluruh rakyat serta gerakan pro demokrasi maka dengan ini
kami dari Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi - LMND
menyatakan sikap :
1.. Tolak DO dan Skorsing
2.. Mengecam tindakan sewenang-wenang dan Represif Rektorat Universitas
Hasanuddin Makasar
3.. Menuntut pertanggungjawaban Rektorat Unversitas Hasanuddin Makasar
atas kerugian material dan Imaterial yag dialami Pedagang Kaki Lima dan
Mahasiswa.
4.. Hentikan penggusuran! Sediakan Perumahan Layak dan Murah
Tolak Komersialisasi/Privatisasi Pendidikan !
Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Kerakyatan !
Kesehatan Gratis untuk rakyat !
Berantas Korupsi dengan Adili, Tangkap dan Sita Harta Koruptor untuk
Pendidikan dan Kesehatan !
Bentuk Pemerintahan Bersih dan Kerakyatan !
Jakarta, 14 Juni 2004
Eksekutif Nasional LMND
Ketua Umum
Sekretaris Jendral
Iwan Dwi Laksono
Gigih Guntoro
----- Original Message -----
From: "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]>
Mana statemennya? Apakah stementnya "kosong"?
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/