Setahu saya memang dari awal pendirian Depag dimaksudkan untuk memoderasi kehidupan beragama di Indonesia -sekalian menyaring 'yang sesat-sesat' :-) -- , di titik ini sih bolehlah kita maklumi keberadaannya, tapi begitu masuk urusan pengelolaan haji waduuh..saya sepakat kalo itu diberikan ke pihak swasta saja (kayak Malaysia) ndak perlu lagi pemerintah ikut ngurusin itu dan juga ntar perlahan gak diperlukan lagi paspor khusus haji.cukup paspor hijau.
Salam, @ndnugh _____ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of fauziah swasono Sent: Friday, 17 June 2005 4:31 PM To: [email protected] Subject: [ppiindia] Re: Mantan Menteri Agama Tersangka Korupsi --- In [email protected], Mas Bagong <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mantan menteri masuk penjara? Wadhuh, belum ada sejarahnya tuh... > Kalau maling ayam masuk penjara banyak bung Ambon... > DEPAG mau didepak? Jangan deh, nanti kita kualat didoain orang se > republik ini plus dimaki-maki sebagai orang 'kapir'! Mending, > privatisasi aja deh urusan agama... Pemerintah nggak usah ikut > ngurusin orang naik haji atawa umroh, biarkan orang swasta... Atau > jangan naik haji dulu, uangnya buat nyumbang orang yang lagi pada > busung lapar tuh.... > DG > Wah, mas Ambon (tidurnya jam berapa sih mas? kok kirimannya kontinyu tiap jam?) di Depag itu isinya macam2 agama. Kalau dibubarkan, nanti kita dianggap negara tak beragama ;) Mas Bagong, hati2 nyebut privatisasi.. nanti anda dikira antek IMF. Just kidding... Menurut saya, langkah perbaikan penyelenggaraan haji sih gampang aja: biarkan Depag menanganinya tetapi wajibkan minimal 2 auditor independen yang reputasinya bagus untuk mengaudit. Dan koruptornya dihukum berat, biar kapok tuh... biar jadi pelajaran buat yg belom kena atau mau nyoba2. salam, fau > On 6/17/05, Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Refleksi: Seandainya Pak Menteri ini terbukti korupsi, apakah beliau akan masuk neraka? Tuntutan kedua ialah supaya Depag didepak saja. Buang-buang duit dengan nama Alloh untuk para korupter adalah dosa besar bagi yang membiarkan. *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] _____ Yahoo! Groups Links * To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ * To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> * Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! <http://docs.yahoo.com/info/terms/> Terms of Service. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

