http://www.kompas.com/kompas-cetak/0506/18/humaniora/1823552.htm
Pendidikan Gratis Disosialisasikan
Jakarta, Kompas - Menanggapi gencarnya tuntutan publik untuk mendapatkan
pendidikan gratis, pemerintah akhirnya meluncurkan kebijakan pembiayaan
pendidikan melalui Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak
(PKPS BBM). Mulai Juli 2005, bertepatan dimulainya tahun ajaran baru 2005/2006,
dana kompensasi Rp 6,27 triliun tersalurkan sebagai biaya operasional sekolah
untuk pendidikan dasar sembilan tahun (SD-SLTP atau sederajat).
Sosialisasi mulai dilakukan jajaran Departemen Pendidikan Nasional, 16-18 Juni,
di hadapan para pejabat dinas pendidikan tingkat provinsi dari seluruh
Indonesia. Dirangkaikan dengan lokakarya, acara tersebut dibuka Menteri
Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo, Kamis (16/6) malam.
Hadir sejumlah pejabat Depdiknas dan Departemen Agama, seperti Dirjen
Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi serta Dirjen Pembinaan
Kelembagaan Agama Islam Qodry Azizi.
Dalam pidato dan jumpa pers, Mendiknas Bambang Sudibyo menjelaskan bahwa
kebijakan tersebut merupakan penyempurnaan dari program PKPS BBM yang telah
berjalan empat tahun terakhir.
Bedanya, dana PKPS BBM yang digulirkan sejak tahun 2001 tersalur dalam bentuk
beasiswa kepada siswa yang miskin. Kali ini, dana akan disalurkan dalam wujud
bantuan operasional sekolah (BOS) tanpa memandang siswa kaya dan miskin.
Besar tunjangan
Setiap siswa SD/MI/SD LB/SD salafiyah diasumsikan memperoleh BOS Rp 235.000 per
tahun. Adapun siswa SMP/MTs/SMPLB/MTs salafiyah dipatok memperoleh BOS Rp
324.500 per tahun. Di seluruh Indonesia, pada jenjang SD/MI/SDLB tercatat 28,77
juta siswa, SD salafiyah 108.177 siswa, SMP/MTs/SMPLB 10,62 juta siswa, dan SMP
salafiyah 114.433 siswa.
"Karena semua komponen pokok biaya pendidikan akan ditanggung oleh negara, maka
tak ada lagi alasan bagi anak usia 7-15 tahun untuk tidak mendapatkan layanan
pendidikan dasar. Kendala biaya sudah pasti teratasi," kata Dirjen Pendidikan
Dasar dan Menengah Depdiknas Indra Djati Sidi, mempertegas penjelasan Mendiknas.
Indra menyebutkan, prinsip BOS adalah menjamin siswa miskin tetap bersekolah
dengan membebaskan mereka dari seluruh iuran sekolah dan penyediaan bantuan
transportasi.
"Setiap sekolah wajib menyediakan sarana transportasi kepada siswanya," ujar
Indra.
Ia memperkirakan, penyediaan sarana transportasi bisa relatif diatasi karena
hampir 70 persen SD-SLTP di Indonesia akan mendapat tambahan anggaran secara
signifikan. Contohnya, sekolah di pelosok Banten yang APBS-nya hanya Rp 3
juta-Rp 5 juta, bisa melonjak menjadi sampai di atas Rp 10 juta.
Terkait dengan itu, Mendiknas berharap semua sekolah bisa mengelola anggaran
secara bertanggung jawab. "Ini dana APBN. Jadi, harus ada laporan
pertanggungjawaban setiap tahun," kata Bambang Sudibyo.
Di samping siswa SD-SMP atau yang sederajat, pemerintah menyediakan dana
bantuan khusus murid (BKM) kepada siswa SMA/SMK/MA/SMLB.
Hanya saja, dana BKM dialokasikan untuk siswa miskin. Besarnya, Rp 324.500 per
siswa. Di seluruh Indonesia, sasaran BKM tercatat 698.458 siswa.
Pelaksanaan PKPS-BBM bidang pendidikan melibatkan Depdiknas dan Depag, baik di
tingkat pusat, provinsi, maupun daerah.
Wilayah binaan
Guna memudahkan koordinasi antara daerah dan pusat dalam era otonomi daerah,
Mendiknas secara khusus akan membagi daerah dalam wilayah-wilayah binaan.
Di Pulau Jawa-karena kepadatan penduduk dan sekolah- wilayah binaan dibagi
berdasarkan eks karesidenan. Adapun di luar Jawa, rata-rata dibagi berdasarkan
provinsi.
Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan akan menunjuk seorang pejabat di Depdiknas
sebagai pembina setiap wilayah. Sosok yang ditunjuk tidak lepas dari
pertimbangan tingkat pemahaman akan kondisi wilayah.
"Paling tidak, pembina itu punya kedekatan emosional dengan wilayah binaannya
sehingga kepentingan pejabat di daerah bisa terjembatani," papar Mendiknas.(NAR)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/