http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/6/20/n1.htm
Dana Depag Mengalir juga ke DPR
Jakarta (Bali Post) -
Lagi-lagi DPR kecipratan dana ''tak sehat''. Dulu dana taktis KPU, kini dana
abadi dari Departemen Agama (Depag). Dana Abadi Umat (DAU) milik Departemen
Agama yang diduga disalahgunakan mantan Menag Said Aqil Al Munawar dan diduga
merugikan negara sebesar Rp 700 milyar itu ternyata juga mengalir ke wakil
rakyat.
Pernyataan ini diungkapkan kuasa hukum Said Aqil, Ayuk F. Shahab, di Jakarta,
Minggu (19/6) kemarin. Aliran dana itu berupa biaya pemantauan ibadah haji
yang dilakukan anggota DPR. ''Seluruh biaya pemantauan ibadah haji yang
dilakukan oleh angota Dewan yang terhormat itu berasal dari Dana Abadi Umat,''
kata Ayuk F. Shahab. Oleh karena itu, ia menambahkan, kalau ingin memeriksa
kliennya, Kejaksaan Agung juga harus mengungkap masalah ini sejak awal, tidak
cuma mantan Menag Said Aqil saja.
Menurut Ayuk, Kejaksaan Agung harus menelusuri seluruh aliran dana ini jika
ingin mengungkap kasus dana haji. Sebab, aliran dana itu tidak cuma dipakai
institusi Departemen Agama, sejumlah instansi lain juga turut menikmatinya.
''Tetapi, yang pasti, dana itu tidak dipakai untuk kepentingan pribadi klien
saya,'' katanya.
Ditanya keberadaan Said Aqil, Ayuk enggan memberitahukan. Selasa (21/6) besok,
rencananya Said Aqil akan diperiksa di kejaksaan. Hingga kemarin, Said Aqil
yang pernah kesandung masalah pembongkaran situs sejarah Batu Tulis itu tidak
bisa ditemui pers. Rumahnya di kawasan Ciputat, Tangerang, Banten juga sepi.
Penjaga mengatakan Saiq Aqil tidak berada di rumah. Kendati sulit ditemui,
Ayuk menegaskan, kliennya tidak akan melarikan diri. ''Tidak usah dicekal,
klien saya tidak akan melarikan diri,'' ungkap Ayuk.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR yang menangani pengawasan ibadah haji,
Marissa Haque, menegaskan tim pengawasan Komisi VIII DPR tidak pernah
mendapatkan uang dari Departemen Agama. ''Kalau tim pemantauan DPR yang dulu
mungkin ya. Tetapi, tim pengawasan DPR-RI sekarang ini sama sekali tidak
memakai uang Depag. Kami sempat berantem karena menteri sekarang ini
menyia-nyiakan anggota tim,'' tegas Marissa Haque, anggota Fraksi PDI-P DPR
yang juga ikut menjadi anggota tim pengawasan.
Menyia-nyiakan tim pengawasan, kata Marissa -- aktris yang terjun ke dunia
politik -- itu artinya Depag tidak memberikan biaya akomodasi sama sekali.
Padahal, sebenarnya anggota DPR berhak mendapatkannya, meskipun hanya akomodasi
hotel biasa, tidak berbintang. Akhirnya, DPR menggunakan anggaran DPR untuk
melakukan pengawasan pelaksanaan ibadah haji.
Menurutnya, tim pengawasan DPR berhasil menemukan berbagai penyelewengan dalam
pelaksanaan ibadah haji 2005. ''Jumlah kerugian negara bisa milyaran,''
tegasnya tanpa menyebutkan jumlah pasti. Korupsi terjadi, imbuh istri
penyanyi Ikang Fawzi ini, karena operator lama dilindungi oleh regulasi.
''Jadi, ini korupsi yang sistemik,'' tutur mantan anggota Panja Haji DPR ini.
Ia pernah masuk sebagai anggota Panja. Tetapi, karena tidak kuat teror, ia
memutuskan hengkang dan bergabung dengan Panja Traficking di DPR. Seperti
diketahui, Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Hendarman Supandji
menyatakan, berdasarkan audit BPKP, kerugian negara akibat penyelewengan dana
penyelenggaraan haji mencaai Rp 700 milyar. Sumber korupsi antara lain,
pengeluaran fiktif, pengeluaran ganda, pengeluaran kemahalan, dan pengeluaran
utang yang tidak kembali. Bahkan, diduga terjadi penyimpangan terhadap dana
penyelenggaraan haji periode 1999-2001.
Setidaknya kerugiaan negara pada 1999 sekitar Rp 8,8 milyar, tahun 2000 Rp
22,5 milyar, tahun 2001 Rp 3,5 milyar, tahun 2002 Rp 1,7 milyar dan tahun 2003
Rp 208 juta. Sementara penyimpangan dana abadi umat merugikan negara tahun 2001
sebesar Rp 13,4 milyar, tahun 2002 Rp 3,6 milyar dan tahun 2004 Rp 59,88
milyar.
Di sisi lain, mantan Menteri Agama Tarmidzi Taher kepada wartawan Minggu
kemarin dengan santai ingin membeberkan asal mula dana abadi umat Departemen
Agama. ''Saya akan jelaskan semuanya di pengadilan,'' katanya enteng. (kmb7)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/