Salah satu kisah kapten Dewanto ini memang menarik, karena kalau di
Angkasa disebutkan bahwa sewaktu B 26 Pope menyerang eskader AL, ia
diperintahkan untuk intersep pesawat ini, sewaktu terjadi dogfight, ia
sempat menembakkan roket namun gagal mengenai saja (maklum waktu itu
rudal belum populer jadi pakai roket manual), maka ia menembak
menggunakan senapan mesin 0.5 yang mengenai ekor dan sayap pesawat B
26 yang kemudian jatuh, namun karena tembakan dari bawah (dari kapal
AL) terlalu banyak dan membahayakan posisinya, maka ia menyingkir dari
arena ini dan kemudian bertemu dengan pesawat B 26 yang lain (yang
tidak ia hadapi karena fuel menipis demikian pula dengan amunisi dan
roketya habis). Dewanto sendiri tidak pernah memastikan apakah pesawat
B 26 yang ditembaknya kemudian jatuh apa tidak...
namun kita tak pernah lagi bisa memastikan siapa yang menembak jatuh
pesawat pope ini, karena Kapten Dewanto sudah meninggal, Pope entah di
mana...
-- 
Dafit Goenito


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke