--- In [email protected], Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
Mas Nugroho, saya cuma bingung. Jadinya, Malaysia itu menerapkan 
hukum cambuk ato gak sih?...:-). Diparagraf pertama, dikatakan 
Malaysia merayakan kemenangan "moralitas" krn hukum cambuk yang 
pernah dilakukan, tapi di paragraf lain mengatakan sangat jarang 
diterapkan di pemerintahan Mahathir, baru sekedar wacana tapi tak 
pernah terlaksana?

wassalam,
> =========
> 
> jangan terburu-buru merayakan hukuman cambuk di malaysia
> terhadap peminum bir sebagai kemenangan "moralitas" atau
> kemenangan atas "ditegakkannya hukum tuhan"....
> 
> hukuman cambuk di malaysia (juga singapura) adalah peninggalan
> penjajah inggris.... di masa penjajahan, hukuman cambuk adalah
> hal yang lazim.... penjajah belanda di indonesia dulu juga
> menerapkannya....
> 
> saudara-saudara kita yang bekerja sebagai kuli kontrak di
> perkebunan-perkebunan belanda biasa menerima hukuman cambuk
> bila dianggap melakukan kesalahan.... banyak buku atau romah
> sejarah yang menceritakan kisah-kisah pedih itu....
> 
> tentang malaysia, anda tahu sekarang negeri jiran itu telah
> berkembang begitu maju....? malaysia menjadi permata di asia
> tenggara, dan mestinya juga menjadi kebanggaan puak melayu dan
> penganut islam....
> 
> kebetulan tiga pekan lalu saya berkunjung ke kuala lumpur selama
> seminggu.... disana saya menyaksikan kuala lumpur yang begitu
> modern dan kosmopolit... kalau kita duduk di kafe, kita akan 
mendengar
> aneka bahasa bersliweran di telinga kita... ada bahasa melayu,
> india, cina, inggris, dan berbagai bahasa eropa lainnya....
> 
> mbak, kafe-kafe di kuala lumpur lumrah menyediakan minuman
> beralkohol.... minuman beralkohol sama sekali tidak dilarang....
> 
> tapi kalau anda sampai mabuk, akan lain lagi ceritanya.... kalau
> anda mabuk dan mengemudi mobil dan polisi melihat mobil anda
> sempoyongan, polisi akan langsung menyetop.... mereka membawa
> alat untuk alcoholic test.... kalau terbukti kandungan alkohol 
anda tinggi,
> anda akan mendapat hukuman mulai dari denda sampai kurungan...
> 
> hukuman cambuk pada kenyataannya sangat jarang diterapkan....
> di masa mahathir muhammad, pemerintah malaysia pernah ingin
> menerapkan hukuman cambuk buat para koruptor/penjahat kerah
> putih, tapi rencana itu tak pernah terlaksana....
> 
> anda tahu siapa yang kerap menjadi korban hukuman cambuk di
> malaysia...? orang-orang kecil.... sekarang ini yang paling sering
> terkena hukuman cambuk adalah para tki, saudara-saudara kita
> yang mencari nafkah di negeri jiran itu....
> 
> itu kenyataan di malaysia yang sistem dan penegakan hukumnya
> jauh lebih baik ketimbang indonesia....  kenyataan ini bukankah
> jauh berbeda dengan prinsip hukum islam yang menekankan
> keadilan....?
> 
> tengoklah aceh yang sudah mulai menerapkan hukuman cambuk....
> yang pertama-tama akan menjalani hukuman adalah pencuri-pencuri
> kecil.... mungkinkah koruptor besar seperti abdulah puteh terkena
> hukum cambuk....?
> 
> jadi, saya tak mau ikut-ikutan merayakan kemenangan "moralitas" itu
> diatas penderitaan orang-orang kecil.... seolah-olah menegakkan 
hukum
> tuhan padahal sesungguhnya mengolok-oloknya....
> 
> saya juga tak mendukung sistem khilafah, dengan alasan seperti 
pernah
> diposting oleh bung ari condro.... hanya satu-dua kalifah yang 
baik,
> dari masa khilafah itu.... selebihnya....? tak lebih dari tiran, 
atau paling
> bagus pemimpin mediocre saja....
> 
> saya lebih tak mendukung lagi sistem khilafah lewat jalur 
keturunan....
> hehmmm, enak orang yang jadi kalifah pertama dong, setelah itu
> anak keturunannya berturut-turut otomatis akan menjadi kalifah 
juga....
> 
> salam,




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke