harus diakui demokrasi (sebagai sistem politik) dan kapitalisme
(sebagai sistem ekonomi) memang belum sempurna.....

kalau sempurna, tentu tak ada kelaparan di afrika dan kemiskinan yang
begitu menyedihkan di asia dan amerika latin... sementara di eropa,
amerika utara dan australia (juga di jepang) rakyat hidup makmur
sejahtera....

jurang kesenjangan antara negara kaya dan negara miskin begitu
dalam.... sampai-sampai ada riset menyebut biaya yang dikeluarkan
rakyat amerika untuk melakukan diet (saking gemuknya tubuh mereka)
selama setahun, sepadan untuk memberi makan rakyat afrika juga
selama setahun.... juga peperangan yang terus menerus terjadi di berbagai
penjuru dunia....

namun, sejelek-jeleknya demokrasi dan kapitalisme memiliki
kemampuan untuk memperbaharui diri.... ada ruang untuk menyalurkan
dan menerima kritik.... dari sana dilakukan perbaikan terus menerus,
sehingga sistem itu bisa terus beradaptasi mengikuti perkembangan
zaman....

demokrasi dan kapitalisme adalah sistem yang terbuka, bukan sistem
tertutup seperti komunisme yang mengharamkan perbedaan pendapat....
dan hanya menuruti dogma para pemimpin...

kalau karl marx masih hidup dia tentu akan heran melihat tak kunjung
terjadinya pertarungan antara kelas buruh dan kelas kapitalis seperti
yang ia ramalkan.... mengapa...? soalnya kapitalisme yang dilihat
marx adalah kapitalisme abad 19 yang purba, dimana majikan memang
betul menindas buruh....

sebaliknya pada kapitalisme di abad 20 dan 21 perbedaan antara buruh
dan majikan makin menipis.... sekarang buruh malah bisa ikut menjadi
pemilik perusahaan dengan menjadi pemegang saham, terlebih setelah
adanya bursa saham....

demokrasi juga begitu.... kalau ada yang pernah baca buku profile of
courage yang ditulis john kennedy tentu akan tahu perbedaan gaya
pelaksanaan demokrasi di amerika di abad 18-19, dimana para senator
datang ala koboi dengan pistol di pinggang dan menaruh kaki di atas
meja sidang...

namun gaya koboi itu berangsur-angsur hilang.... demokrasi amerika
terus menyerap segala yang baik tentang penyelenggaraan negara dari
segala penjuru dunia.... mulai dari trias politika yang diambil dari montesque
menjadi check and balances system antara presiden dan kongres....
sampai pelaksanaan konvensi untuk memilih calon presiden yang diambil
dari tradisi bangsa indian....

jadi, pelajaran yang bisa dipetik: cuma sistem terbuka yang bisa bertahan
hidup... sistem yang tertutup cuma menunggu waktu untuk bangkrut dan
gulung tikar....

salam,


At 05:13 PM 6/22/05 +0700, you wrote:
>Mbak Lina,
>
>Negara paling demokratis itu Finlandia.
>Dari duapuluh negara, Amrika nomer 13.
>
>Wah, bisa dianggap angka sial tuh, kalo
>katenye orang bule ...
>
>Kasian sekali si Arab diboongin ama bule he he he :)
>
>Btw, demokrasi itu tool, bukan tujuan akhir,
>orang jahat masih ada, korupsi masih ada,
>tapi mereka diproses hukum secara proper, nggak
>kayak Indonesia atau banyak negara yang mengaku
>negara Islam ...



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke