Mengenai masalah uang jemah haji, katanya ada yang bayar setahun sebelum 
berangkat ke Makkah [Mekah]. Tentunya uang yang dipanjarkan ini di taruh di 
bank. Pertanyaannya di bank atas nama siapa, atas nama Depag atau pribadi 
petinggi Depag.

Coba dibayangkan bahwa tiap tahun kurang lebih 200.000 orang jemah haji 
pergi ke Mekah. Tiap orang menyetor paling kurang US$ 1.000,--  Jadi kalau 
dihitung 200.000 x US$ 1.000,-- = US$ 200.000.000,--[duaratus juta dollar]. 
Kalau bunganya di bank 3% per tahun , berarti 3% x 200.000.000,-- =  US$ 
6.000.000,--[enam juta].

Nah, kalau duit itu di bank atas nama pribadi, bukan main cuma dengan nama 
saja tiap tahun terima paling kurang enam juta.  Tentu bila demikian halnya 
yang namanya tercantum di bank, dia tidak makan sendiri, pasti di bagi-bagi 
antara konco-konco sekomplotannya.

Asumsi yang dikatakan diatas ini bila sesuai dengan kebenaran berarti 
rejeki nomplok! Mujurlah petinggi Depag dan konco-konco serta para pendukung 
mereka.

Dari segi agama tentu dalam hal membungakan duit dilarang. Ini berarti Depag 
telah melanggar Wahyu Alloh yang seharus dituruti!

Seandainya d bahwa duit panjar haji itu tak bisa ditaruh dirumah atau di kas 
Depag, satu-satunya tempat yang layak untuk keselamatan dana itu ialah bank. 
Dan bank sesuai tradisi komersialnya memberi bunga. Bila demikian apakah 
bunga dimasukan dalam pembukuan Depag dan dipergunakan untuk apa? Where does 
the money use for??

Bukankah kalau duit dari bunga itu dipakai untuk mengurangi ongkos ticket 
para jemah adalah baik sekali, tetapi kenyataannya tiap tahun harganya naik 
dan katanya jauh lebih mahal dari di Malaysia.

Kalau untuk keperluan agama Alloh saja dicatut, berarti mobil antipeluru 
presiden yang hilang tak berbekas itu bukan soal besar.







----- Original Message ----- 
From: "-GuN-" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 23, 2005 4:17 AM
Subject: [ppiindia] Tim Sukses Mega-Hasyim Bantah Ada Dana Haji


> ...................
> Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap DAU Departemen Agama
> menemukan adanya aliran dana dari DAU ke Tim Sukses Kampanye Mega
> Hasyim, untuk Pemilu 2004 lalu.
> ...............................
>
> http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/06/23/brk,20050623-62893,id.html
> Tim Sukses Mega-Hasyim Bantah Ada Dana Haji
> Kamis, 23 Juni 2005 | 03:02 WIB
>
> TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota tim sukses, pemenang pemilu
> Mega-Hasyim, Syaiful Buchori, membantah adanya aliran dana abadi umat
> (DAU) Depatemen agama yang masuk untuk dana kampanye Mega-Hasyim.
> Menurutnya, jika ada bantuan dari pejabat departemen kemungkinan
> dilakukan oleh orang per orang bukan tim. "Kayaknya tidak mungkin.
> Masak sih (partai) politik minta ke departemen,"kata Syaiful.
>
> Syaiful, yang juga wakil sekretaris PBNU mengaku belum tahu persis tim
> sukses kampanye Mega-Hasyim meminta ke departemen Agama, yang ketika
> itu dipimpin oleh KH Said Aqil Al Munawar. "Entah sebagai tim ataukah
> orang per orang, tapi info yang saya terima ada orang per orang yang
> minta pada pak menteri,"katanya.
>
> Menurut Syaiful, setiap institusi ada dana sosial yang bisa diminta
> oleh Ormas pemuda maupun organisasi masahasiswa untuk kegiatan mereka.
> "Biasanya kalau ada kegiatan mereka juga minta pada
> departemen-departemen tertentu,"ujarnya. PBNU, menurut Syaiful, juga
> pernah menerima bantuan dari departemen sosial, dana untuk suatu
> kegiatan PBNU.
>
> Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap DAU Departemen Agama
> menemukan adanya aliran dana dari DAU ke Tim Sukses Kampanye Mega
> Hasyim, untuk Pemilu 2004 lalu.
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke