Bagaimana Indonesia ??? Apakah ada saudagar2 dari Timur tengah bisa ditarik 
untuk melancong ke Nusantara ini ??? coba simak berita dibawah ini. 

SALAM,

Budiman

 Wisatawan Arab Ke Malaysia Diharapkan Mencapai 200.000 Pada Musim Panas Tahun 
ini ( SUMBER DEP. HUB INDONESIA )

 05 April 2005 - 15:56

a.    Wisatawan Arab Ke Malaysia Diharapkan Mencapai 200.000 Pada Musim Panas 
Tahun ini

 Distrik Manager Dewan Promosi Pariwisata Malaysia Wilayah Teluk Arab dan 
Emirat, Sayed Muhadhir Jamal al-Lail menjelaskan bahwa pemerintah Malaysia 
telah melakukan promosi pariwisata sejak tahun 1999, hal tersebut dilakukan 
dengan menunjuk beberapa perwakilan pariwisata pada berbagai konsulatnya di 
Kerajaan Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab, dengan pertimbangan potensi pasar 
yang ada di negara tersebut. Selanjutnya Malaysia telah membuka kantor-kantor 
pariwisata di Jeddah dan Dubai pada tahun 2001.

 Pada tahun 1999 jumlah wisatawan dari KSA dan UEA mencapai 60.000 wisatawan, 
meningkat menjadi 150.000 wisatawan pada tahun 2004 yang lalu, dan diharapkan 
pada tahun ini jumlah wisatawan dari negara tersebut sebanyak 200.000 wisatawan.

 Jumlah wisatawan Saudi Arabia yang berkunjung ke Malaysia menempati rangking 
pertama diantara negara teluk lainnya setelah itu disusul oleh UEA lalu Kuwait, 
Libanon dan Oman.

 Bencana tsunami yang terjadi pada bulan Desember 2004 tidak berdampak bagi 
pariwisata Malaysia selain karna pada masa tersebut bukan merupakan waktu 
banyaknya wisatawan berkunjung juga karena daerah tempat terjadinya tsunami 
jauh dari daerah wisata Malaysia. Namun kendala yang ada justru pada para calon 
wisatawan itu sendiri di mana pikiran mereka secara umum  sudah terlanjur takut 
dengan tsunami. Pemerintah Malaysia sudah berupaya secara optimal untuk 
membantu daerah-daerah korban tsunami.

 Terkait dengan pemasukan sektor pariwisata Malaysia bagi pemasukan negara Ia 
mengatakan bahwa pemasukan paling utama Malaysia berasal dari sektor 
perindustrian yaitu sebesar USD 400 milyar per tahun dan disusul dengan sektor 
industri pariwisata sebesar USD 27.50 per tahun. Sektor Pariwisata memberikan 
kontribusi 20% bagi pemasukan negara.

 Adapun tempat-tempat pariwisata yang menarik di Malaysia ia mengatakan  bahwa: 
kita merupakan negara muslim berkembang dimana tinggal di dalamnya berbagai 
warga negara tetangga, maka dari itu kita membuat motto dengan istilah " Asia 
yang sebenarnya" ( The truly  Asia ), para wisatawan akan menemukan berbagai 
macam pusat perbelanjaan maju dan moderen, taman-taman yang hijau dan indah, 
pantai yang indah. Biaya hidup di Malaysia termasuk relatif rendah dibanding 
negara lain, dengan uang sebesar SR. 4000 sudah cukup untuk tinggal di 
Malaysia, selain itu juga kita menyediakan visa kunjungan  bagi orang Arab 
secara gratis untuk menikmati liburan bersama keluarga.

 Pada musim liburan tahun ini Malaysia telah menyiapkan berbagai program dan 
langkah-langkah menarik untuk menyambut wisatawan dari Arab diantaranya adalah 
menyiapkan apa yang dinamakan " Jalan Arab" ( al-Syare al-Arobi ) di ibukota 
Kuala Lumpur, Kota tersebut siap menyambut para wisatawan pada musim libur 
tahun ini, Pemerintah Kota akan merubah seluruh plang, nama toko, penunjuk 
jalan, reklame, dan restoran Timur menjadi Berbahasa Arab 100%. Tentunya masih 
banyak lagi program yang telah dipersipkan untuk menyambut para wisatawan. 

sumber : http://dephub.go.id/main.php?stateid=detail_berita&news_id=51

 Promosikan Potensi Wisata Kadin Jabar Kerja Sama dengan Arab & Malaysia 

BANDUNG, (PR).-
Untuk meningkatkan kunjungan wisman (wisatawan mancanegara) asal Arab Saudi ke 
Jawa Barat, Kadin Jabar merintis kerja sama dengan 120 perusahaan biro 
perjalanan di Arab Saudi. Untuk tahap awal, lewat acara yang difasilitasi 
Konjen RI di Arab saudi, disepakati untuk mempromosikan potensi wisata Jabar di 
berbagai kota di Arab Saudi.

"Tanggal 12 Juni lalu, dalam pertemuan di Kota Jedah, disepakati untuk 
memutarkan VCD tentang potensi pariwisata Jabar, di tempat-tempat umum di 
berbagai kota di Arab Saudi," ujar Ketua Umum Kadin Jabar, drs. Iwan Dermawan 
Hanafi, M.M., saat ditemui di Hotel Panghegar, Senin (22/6).

Menurutnya, VCD yang berisi promosi tujuan-tujuan wisata di Jabar, akan 
diterjemahkan dalam bahasa arab dan diputar di mal, stasiun kereta api, dan 
berbagai tempat umum yang mempunyai fasilitas untuk pemutaran VCD. Diharapkan 
dengan cara tersebut, minat masyarakat Arab Saudi untuk mengunjungi Jabar akan 
bisa meningkat. 

"Promosi ini memang perlu dilakukan, karena sampai saat ini tingkat kunjungan 
wisatawan Arab ke Indonesia, khususnya ke Jawa Barat, bisa dikatakan masih 
sangat kecil. Terutama jika dibandingkan dengan kunjungan mereka ke negara 
tetangga," katanya.

Dijelaskan, dari pertemuan di Jedah diketahui wisatawan Arab Saudi yang 
mengunjungi Malaysia mencapai 500.000 orang/tahun. Sementara yang datang ke 
Indonesia hanya 29.000 orang/tahun, dengan 70% di antaranya bertujuan ke Jawa 
Barat. Kesenjangan jumlah kunjungan wisatawan Arab tersebut, dinilainya 
merupakan suatu hal harus diupayakan terus dikurangi. Pasalnya, potensi wisata 
yang dipunyai Jabar, menurutnya, tidak kalah bagus dengan Malaysia.

"Karena itulah kita akan segera menindaklanjuti kerja sama dengan Arab ini. Di 
antaranya dengan mengundang wartawan Arab Saudi untuk mengunjungi tempat-tempat 
wisata di Jabar, sehingga bisa menulis pariwisata Jabar di media massa Arab. 
Selain itu, bulan September nanti kita akan kembali ke Jedah, untuk 
mempresentasikan paket wisata khusus untuk wisatawan Arab Saudi, yang saat ini 
sedang disusun oleh PHRI dan Asita," katanya. 

Di tempat yang sama Ketua Umum Asita (Asosiasi Perusahaan Biro Perjalanan 
Indonesia) Jabar, Yachya Machmoed, S.E. mengatakan untuk meningkatkan jumlah 
wisman Arab Saudi, akan lebih mudah dengan cara mengambilnya dari Malaysia. 
Daripada berupaya langsung mendatangkannya dari Arab Saudi. 

"Dari Arab Saudi ke Malaysia sudah ada penerbangan khusus, yang tarifnya hanya 
500 dolar AS. Ditambahkan dengan ongkos penerbangan murah Kuala Lumpur-Bandung, 
tarifnya akan jauh lebih murah daripada penerbangan langsung dari Arab Saudi," 
katanya.

Karena itulah, tambahnya, selain dengan biro perjalanan Arab, pihaknya pun akan 
melakukan kerja sama dengan berbagai biro perjalanan di Malaysia. Sehingga 
setiap wisatawan Arab yang pergi ke Malaysia, bisa ditawari dengan paket wisata 
lanjutannya ke Jabar.

"Dengan cara menjemput dari Malaysia ini, kunjungan wisatawan Arab ke Jabar 
saya kira bisa bertambah 100.000-an dalam setahunnya. Tinggal sekarang 
bagaimana mempersiapkan paket wisata yang cocok dengan wisatawan Arab," katanya.

Sementara Ketua Umum PHRI (perhimpunan hotel dan restauran Indonesia) Jabar, 
H.S. Hermawan mengatakan wisatawan Arab selama ini lebih senang mengunjungi 
daerah pegunungan dibanding dengan daerah pantai. Karena itulah tempat yang 
paling sering mereka kunjungi adalah daerah Puncak, Sukabumi, dan Kuningan.

"Mereka pun agak serius dalam hal antipatung. Sehingga tempat-tempat yang 
banyak patung-patungnya, tidak populer di kalangan mereka. Lihat saja di Bali, 
hampir tak ada turis Arab yang berkeliaran," paparnya. (B.40)***

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0604/24/0602.htm

Baca juga :  

1. Wisatawan Thailand Pertanyakan Keamanan Indonesia 

sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000068620.html

2. BERSEDIA TERIMA PELANCONG ARAB.

sumber : 
http://www.motour.gov.my/laman_berita/index.php?/archives/46-Bersedia-Terima-Pelancong-Arab,-Kata-Zahid.html



  ----- Original Message ----- 
  From: irwank2k2 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, June 28, 2005 3:18 PM
  Subject: [ppiindia] Promosiin Indonesia mestinya begini - bukan dgn kontes 
putri"an.. :D


  Emang jauh lebih gampang promosi pariwisata dengan pakaian minim
  ketimbang pake otak dan cara yang lebih anggun. 
  Atau sekedar ikut"an budaya eropa dan amrik atau negara sekuler
  (kalau enggan disebut 'agama'-nya).. Well, meskipun gw sendiri 
  bukan seorang fundamentalis yang tiap hari baca Qur-an.. :D

  Salut dengan contoh aktifitas yang lebih terhormat. CMIIW..

  Wassalam,

  Irwan.K

  ===========
  http://jkt1.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/06/tg
  l/28/time/43017/idnews/391252/idkanal/10

  Marisa Haque Wakili RI ke Konferensi Perempuan Dunia

  Jakarta - Artis yang juga politisi PDIP Marisa Haque terpilih  
  mewakili Indonesia ke konferensi perempuan yang akan berlangsung di 
  Cebu-Philipina. Rencananya Marisa juga akan menyampaikan makalah 
  ilmiah tentang perempuan dan kemiskinan.



[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke