Subhanallah....................
Tulisan yang bagus dan mencerahkan. Demikian pula saya memahami konsep perang
atau jihad dalam islam, ada defensif dan ofensif. Kejayaan Spayol terjadi pada
masa kekhilafahan. Kondisi itu akan tercapai pula jika umat Islam di seluruh
dunia bersatu menggalang kekuatan dibawah payung konstitusi khilafah alias
negara islam internasional. Masihkah ada keraguan tentang konsep sistem politik
dan pemerintahah dalam islam yang membawa kecermerlangan
ini? Sedang bukti 13 abad itu sudah teruji. Ini bukan romantika historis atau
khayalan. Jika umat islam ingin kembali meraih kejayaan kembali. Plis jangan
pisahkan islam dari syariatnya .
Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
-----Original Message-----
From: Agus Mawanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, June 23, 2005 4:29 PM
Subject: Spanyol, Jaya di Masa Islam
Assalamu'alaykum Wa rahmatullahi Wa barakaatuh,
Masuk dan menyebarnya Islam di Spanyol menjadi fakta
sejarah yang membantah kesan bahwa dakwah Islam
disampaikan dengan kekerasan. Tak hanya itu,
Islam di Spanyol juga telah mengantarkan wilayah ini
mencapai kejayaannya dengan sejumlah penemuan ilmiah
revolusioner.
Sudah menjadi rahasia umum, bahwa di kalangan
orientalis Barat berkembang persepsi, dalam dakwahnya
para tokoh Islam ibarat menggenggam Al-Qur'an di
tangan kanan dan menghunus sebilah pedang di tangan
kiri.
Seolah-olah, demikian dikesankan para orientalis,
satu-satunya pilihan bagi mereka yang tidak menerima
Islam adalah: mati! Penilaian tersebut untuk
menstigma bahwa Islam adalah ajaran kejam dan
pengikutnya tidak lebih dari seorang jagal. Padahal
peperangan yang dilakukan Islam di masa Rasul
dan sahabatnya ataupun masa sesudahnya, jauh dari
kesan kejam dan brutal. Syari'at Islam menjelaskan
perang dalam Islam terdiri dari dua jenis. Pertama
adalah perang defensif karena diserang dan dalam
rangka mempertahankan diri atau mempertahankan wilayah
kaum muslimin. Kedua, perang ofensif dengan tujuan
menghancurkan penghalang dakwah. Biasanya
penghalang dakwah berupa digelarnya pasukan oleh
penguasa kafir yang menolak wilayahnya dimasuki ajaran
Islam dan kaum muslimin. Karena menyebarkan dakwah
adalah kewajiban syara', maka peperangan menjadi
metoda yang absah dalam konteks syari'at Islam dan
sejarah perkembangan Islam.
Lagipula perang dalam Islam untuk menghidupkan umat
manusia, bukan memusnahkan. Oleh karena itu, ketika
kaum muslimin menang perang dan menguasai wilayah,
tidak bertujuan menjajahnya.
Masuk dengan Damai
Islam sendiri, jelas mengutamakan perdamaian.
Perjalanan sejarah masuk dan menyebarnya Islam di
Spanyol, menjadi salah satu buktinya. Dalam proses
yang memakan waktu relatif singkat, tiga tahun, Islam
berhasil menyebar ke seantero Spanyol. Hebatnya lagi,
para pendakwah yang memperkenalkan Islam di Spanyol
dari tahun 711 hingga 714 Masehi itu, hanya mengalami
satu kali peperangan.
Peperangan itu pecah pada awal masuknya Islam ke sana,
yaitu sekitar tahun 709 Masehi di Guadelete, sebuah
kota terkemuka dekat Cadiz. Peperangan
itu sebenarnya bermula dari pertikaian antara sesama
umat Kristen Spanyol. Raja Roderick yang berkuasa saat
itu memaksakan keyakinan trinitas Kristen
yang dianutnya kepada umat Nasrani Aria. Berbeda
dengan para pendukung Roderick yang meyakini Nabi Isa
sebagai Yesus, yaitu Allah Bapak, Anak Tuhan, dan Ruh
Kudus, kaum Nasrani Aria meyakini Nabi Isa semata
sebagai Rasulullah. Pemaksaan keyakinan Trinitas oleh
Raja Roderick ini menimbulkan penindasan di kalangan
Nasrani Aria. Lantas pimpinan merekapun mendukung
pasukan Muslim pimpinan Tariq bin Ziyad, sesaat
setelah memasuki wilayah Andalusia melalui selat
Giblatar. Maka pecahlah perang antara pasukan
Raja Roderick dengan pasukan Muslim pimpinan Tariq bin
Ziyad.
Sejarawan Barat yang beraliran konservatif, W.
Montgomery Watt dalam bukunya Sejarah Islam di Spanyol
mencoba meluruskan persepsi keliru para
orientalis Barat yang menilai umat Islam sebagai yang
suka berperang. Menurutnya, "Mereka (para orientalis)
umumnya mengalami mispersepsi dalam memahami
jihad umat Islam. Seolah-olah seorang muslim hanya
memberi dua tawaran bagi musuhnya, yaitu antara Islam
atau pedang. Padahal bagi pemeluk agama lain,
termasuk ahli kitab, mereka bisa saja tidak masuk
Islam meski tetap dilindungi oleh pemerintahan Islam".
Itulah yang terjadi sepanjang perjalanan sejarah
masuknya Islam ke Spanyol. Islam tak hanya masuk
dengan damai, namun dengan cepat menyebar dan
membangun peradaban tinggi hingga Spanyol mencapai
puncak kejayaannya. Kota-kota terkemuka Spanyol
seperti Andalusia dan Cordova menjadi center
of excellent peradaban dunia.
Montgomery menganalisa, ini karena Islam tak mengenal
pemisahan yang kaku antara ilmu pengetahuan, etika,
dan ajaran agama. Satu dengan yang lain dijalankan
dalam satu tarikan nafas. Pengamalan syari'at Islam
sama pentingnya dan memiliki prioritas yang sama
dengan riset-riset ilmiah.
Tak mengherankan jika para ulama terkemuka seperti
Ibnu Rusyd (1126-1198) misalnya, yang di Barat dikenal
dengan Averous, diakui pula sebagai ilmuwan
yang handal di bidangnya. Demikian halnya dengan Ibnu
Arabi (1165-1240) yang juga telah mengharumkan Islam
di Spanyol.
Ilmu pengetahuan bukanlah bagian yang terpisahkan dari
syari'at Islam dan etika moral. Menurut Montgomery,
tak ada yang dapat melukiskan relasi
antara ilmu pengetahuan, agama, dan etika daripada
kata-kata filosofis Ibnu Rusyd. Filsafat tak berarti
apa-apa jika tak bisa menghubungkan ilmu pengetahuan,
agama, dan etika dalam suatu relasi harmonis. Ilmu
pengetahuan, demikian Ibnu Rusyd, dibangun di atas
fakta-fakta dan logika hingga sampai kepada
suatu penjelasan rasional. Etika, merefleksikan
manfaat setiap riset ilmiah, sehingga harus dapat
memberi nilai tambah bagi kehidupan. Sedangkan
firman Allah, itulah Al-Qur'an, menjadi satu-satunya
pembimbing kita untuk sampai pada tujuan hakiki dari
hidup ini.
Temuan-temuan Iptek
Membicarakan pengembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi di Spanyol, tak bisa lepas dari kerja besar
pembangunan peradaban yang dilakukan para pembawa
risalah Islam ke kawasan Eropa itu. Tak bisa juga
dipisahkan dari kajian etika serta syari'at Islam yang
didakwahkan para da'i.
Itulah yang mendorong semangat para ilmuwan Muslim
Spanyol: Pengetahuan itu satu karena dunia juga satu,
dunia satu karena Allah juga satu. Prinsip "tauhid"
semacam ini yang menjadi koridor berpikir para ilmuwan
muslim dalam mengembangkan sains dan teknologi.
Tak mengherankan jika temuan-temuan para ilmuwan
muslim pada zaman ini sangat revolusioner. Jauh
sebelum Wilbur Wright dan Oliver Wright menemukan
pesawat terbang pada abad 20, usaha menemukan alat
transportasi penerbangan sudah dilakukan oleh Abu
Abbas Al-Fernass. Bahkan ia sudah mencoba terbang,
meski kendaraan yang ditemukannya tak sempurna.
Sayangnya, sejarah peradaban dunia Islam yang berbasis
di Andalusi, Spanyol itu, tak terekam oleh
Barat. Sementara catatan-catatan sejarah Islam,
ditutup rapat untuk tak dijadikan referensi.
Toh sejarah tak bisa berdusta. Demikian halnya dalam
pengembangan ilmu kedokteran oleh para pakar muslim.
Selain Ibnu Rusyd, adalah Az-Zahrawi yang dikenal
sebagai orang pertama yang memperkenalkan teknik
pembedahan manusia. Az-Zahrawi yang lahir dekat
Cordova pada 936 Masehi, dikenal sebagai penyusun
ensiklopedi pembedahan yang karya ilmiahnya itu
dijadikan referensi dasar bedah kedokteran selama
ratusan tahun. Sejumlah universitas, termasuk
yang ada di Barat, menjadikannya sebagai acuan.
Demikian halnya kontribusi ilmuwan Islam di bidang
astronomi. Adalah Az-Zarqalli, astronom muslim
kelahiran Cordova yang pertama kali memperkenalkan
astrolabe. Yaitu suatu instrumen yang digunakan untuk
mengukur jarak sebuah bintang dari horison bumi.
Penemuan ini menjadi revolusioner karena sangat
membantu navigasi laut. Dengan demikian, transportasi
pelayaran berkembang pesat selepas penemuan astrolabe.
Sementara pakar geografi, Al-Idrisi, yang lahir di
Ceuta pada 1099 Masehi, setelah menuntut ilmu di
Cordova juga menemukan dan memperkenalkan teknik
pemetaan dengan metode proyeksi. Suatu metode yang
sama dengan yang dikembangkan Mercator, empat abad
kemudian.
Eropa Berhutang Budi Temuan sains dan teknologi, serta
kajian filsafat Muslim Spanyol, mengalir ke seluruh
kawasan ibarat mengairi kekeringan kehidupan
intelektual Eropa. Para pelajar dari Eropa Barat
memenuhi perpustakaan-perpustakaan serta kampus-kampus
perguruan tinggi yang dibangun oleh ilmuwan muslim di
sana.
Pola pendidikan yang dikembangkan para ilmuwan muslim
di sana, sungguh memikat para pelajar dari Eropa.
Dalam kitabnya yang berjudul Muqaddimah, ulama Muslim
terkemuka Ibnu Khaldun menilai metode pendidikan yang
dikembangkan saat itu sebagai "Mengarahkan seseorang
untuk mengerti sesuatu melalui apa yang
dikerjakannya". Secara sederhana Ibnu Khaldun
menyebutnya sebagai "Metode belajar dengan hati" atau
"Learning by doing" dalam bahasa kita sekarang.
Kondisi inilah yang mencerahkan paradigma berpikir
orang-orang Eropa. Menurut Montgomery, cukup beralasan
jika kita menyatakan bahwa peradaban
Eropa tidak dibangun oleh proses regenerasi mereka
sendiri. Tanpa dukungan peradaban Islam yang menjadi
"dinamo"nya, Barat bukanlah apa-apa.
Inilah yang sesungguhnya menjadi momentum Eropa
memasuki masa Renaissance. Pada abad sembilan,
demikian Montgomery, Universitas Cordoba menjadi
gerbang Eropa memasuki zaman pencerahan. Sayangnya
orang-orang Eropa merasa pencerahan mereka berawal
pada abad enam belas dari Florence di Italy.
Yaitu pada saat pemimpin Eropa bersepakat
'meninggalkan' agama dalam segala
aspek kehidupan dan mengembangkan apa yang disebut
sekularisme. Akibatnya, keagungan peradaban Islam yang
dibangun di Spanyol berakhir dengan tragis. Yaitu pada
saat penguasa di sana menghancurkan semua karya
pemikiran para ilmuwan muslim. Tidak hanya
karya-karyanya yang dimusnahkan, para ilmuwannya pun
disingkirkan.
Ibnu Massarah diasingkan, Ibnu Hazm diusir dari tempat
tinggalnya di Majorca, kitab-kitab karya Imam Ghazali
dibakar, ribuan buku dan naskah koleksi perpustakaan
umum al Ahkam II dihanyutkan ke sungai. Ibnu Tufail,
Ibnu Rushdy disingkirkan. Nasib yang sama, juga
dialami Ibnu Arabi.
Akhirnya, kebijakan bumi hangus tersebut telah
menyebabkan kesulitan merekonstruksi perjalanan
sejarah Islam di Sevila, Cordoba, dan Andalusia
sebagai bukti keagungan peradaban Islam di Spanyol
tidak bias dipungkiri, meski kemudian sirna
dihancurkan dalam Perang Salib. Tepat pada 2 Januari
1492, Sultan Islam di Granada, Abu Abdullah, untuk
terakhir kalinya melihat Al Hambra...
yang benar datangnya dari Allah, kesalahan berasal
dari kejahilan hamba-Nya yang dho'if...
____________________________________________________
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
http://football.fantasysports.yahoo.com
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
"Bangkitnya manusia, karena pemikirannya"
Kebangkitan ialah perpindahan suatu bangsa,negara, umat dan seorang individu
dari satu keadaan ke arah yang lebih baik
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/