Yuhuuu, berantek rialah kita, bangsa berjuta manusia ini... Kalau saya dahulu business trip ke Asia tenggara, juga ke Indonesia, maka pejabat pejabat kita, sudah selalu siap menerima angpao. kalau ada proyek. maka costs segera digelembungkan, seperti balon diisi air. Ujung ujungnya, kalau jumlah kredit membengkak, maka pengembalian membengkak, bunga membengkak. Hmm siapa perduli? Lalu pemerintah teriak teriak minta penghapusan dosa ehh sorry penghapusan bunga.. Nah siapa yang salah? Yang bayar angpao, asal barang terjual? atau yang terima angpao dan biarkan saudara sendiri kian melarat? Apakah penghuni Pondok Indah dan Kuningan perduli, berapa banyak saudara kita yang berdomisila dirumah dari kardus? Bangsa miskin busung lapar tapi para pemimpin ber Volvo ria? AS yang salah? Jerman yang salah? Jepang yang salah? Salam bingung siapa yang salah Danardono
fauziah swasono <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > Mas, kalau kita simak sejarah kita, maka akan kita lihat, bahwa pemerasan rakyat sudah terjadi dizaman bangsa kita sendiri memerintah rakyatnya. Juga para bangsawan Aceh telah memeras rakyat, mereka kaya sekali, rakyat Aceh rata rata melarat. > > Dizaman Daendells, rakyat merana membangun jalan raya Anyer Panarukan. Dizaman Jepang bung Karno dan bung Hatta ber-api api menyemangati rakyat mengabdi Jepang sebagai romusha. > > Dizaman awal republik rakyat melarat memetik teh, kopi, menyadap getah para untuk perusahaan perusahaan asing, tidak saja As tapi juga Perancis, Belanda dan Inggris. > > Jepang tak kurang menguras kekayaan alam kita. > > Mengapa ini semua mungkin? Tanpa bantuan elite kita sendiri? > > Pertanyaan ini mudah kita jawab sendiri. > > > Waduh..... ternyata Pak Danar ini (tersangka) antek asing. Welcome to the club. ;) fau *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan. (Winston Churchill) --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

