Bisnis Indonesia Jumat, 24/06/2005 10:09 WIB
Ubah WIB & WIT! 
oleh : 
Christovita Wiloto
Managing Partner
Wiloto Corp. Indonesia 

 Coba simak beberapa pertanyaan berikut ini. Kenapa waktu di Singapura dan 
Malaysia sekitar satu jam lebih cepat dibanding Jakarta (waktu Indonesia bagian 
Barat, WIB), padahal secara geografis posisinya lebih barat dibanding Jakarta? 
Kenapa produktivitas kita jauh lebih rendah ketimbang kedua negari jiran tadi? 
Kenapa para pelancong internasional lebih menyukai Bali, ketimbang tujuan 
wisata lain di Indonesia? Kenapa otoritas moneter kita kerap 'gelagapan' 
melakukan intervensi, saat rupiah 'diserang' spekulan internasional? Kenapa PLN 
tak mampu memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri-khususnya Jabotabek? 
Jawabannya, memang bisa amat beragam. Barangkali perlu menjelaskan panjang 
lebar untuk menemukan jawaban paling tepat bagi setiap pertanyaan. Tapi, 
sebenarnya ada satu jawaban yang bisa mempertautkan semua pertanyaan tadi. 
Yaitu, ubah pembagian waktu di Indonesia! Lebih konkretnya, seragamkan waktu di 
Indonesia dengan patokan waktu Indonesia bagian tengah! Dengan perubahan 
tersebut, waktu Indonesia bagian barat, dipercepat satu jam. Sebaliknya, waktu 
Indonesia bagian timur dimundurkan, juga satu jam. 
Perubahan waktu tersebut, mungkin terlihat sepele. Tapi, itu bukan tak mungkin 
bakal menjadi solusi penting untuk sejumlah persoalan yang dihadapi negeri ini. 
Setidaknya, untuk menghilangkan 'diskriminasi waktu' yang selama ini terjadi di 
Indonesia. 
Hal ini terungkap jelas dalam sebuah seminar yang diselenggarakan Indonesian 
Marketing Association, yang menghadirkan banyak pakar dari berbagai disiplin 
ilmu. 
Hampir semua aktivitas di Indonesia selalu mengacu pada waktu Indonesia bagian 
barat. Itu, hanya karena Jakarta ada di wilayah Indonesia bagian barat. 
Meski tak mencolok, secara psikologis, mereka yang berada di wilayah Indonesia 
bagian tengah dan bagian timur, pasti ada perasaan di-'nomor dua'-kan. Kalau 
pembagian waktu itu dihapus, otomatis 'gap' antara barat-tengah-timur tadi juga 
akan hilang. 
Singapura dan Malaysia, membuat patokan waktu setara dengan waktu Indonesia 
bagian tengah, agar lebih sesuai dengan patokan waktu internasional. Langkah 
serupa dilakukan pemerintah China. Mereka bahkan menyeragamkan waktu untuk 
seluruh wilayah China yang amat luas. 
Salah satu tujuannya, untuk menghadapi persaingan global yang menuntut strategi 
waktu amat cermat. Dalam waktu satu jam, para pelaku di pasar uang-khususnya 
para spekulan-bisa melakukan apa saja terhadap mata uang suatu negara. Termasuk 
rupiah. 
Bayangkan, betapa merepotkannya ketika para spekulan menyerang rupiah, saat 
pasar spot antarbank di Jakarta masih 'tidur pulas'. Lalu, saat pasar 
terbangun, kurs rupiah sudah terombang-ambing ke mana-mana. Intervensi yang 
dilakukan bank sentral mungkin bisa menolong. 
Tapi pasti lebih mudah, jika intervensi tadi dilakukan jauh lebih awal. Ini, 
tentu bisa dilakukan jika waktu Indonesia bagian barat, yang menjadi patokan 
aktivitas bisnis di Jakarta, dibuat sejam lebih cepat-sama dengan patokan waktu 
internasional. 
Pasar modal 
Hal serupa juga bisa terjadi di pasar modal. Khususnya untuk saham-saham emiten 
Indonesia yang listing di bursa luar negeri. Direksi emiten yang bersangkutan, 
bisa membuat keputusan dan tindakan yang lebih cepat jika harga saham 
perusahaanya di bursa internasional mengalami koreksi. 
Intinya, dengan menetapkan waktu dimulainya 'aktivitas kehidupan' di Indonesia, 
lebih sesuai dengan waktu internasional, pelaku di pasar uang dan pasar modal 
lebih gampang membuat keputusan penting. Ini, bukan tak mungkin bisa lebih 
mempersolid kurs rupiah dan meningkatkan likuiditas transaksi di bursa saham. 
Itu baru manfaat di pasar uang dan bursa saham. Menyeragamkan waktu ke 
Indonesia bagian tengah juga akan memberi keuntungan besar bagi industri 
pariwisata Indonesia. 
Bali, nenurut pakar pariwisata, konon lebih disukai para pelancong 
internasional, karena waktu di sana hampir tak berbeda dengan waktu 
internasional. Sehingga jadwal penerbangan ke Bali pun juga kompatibel dengan 
jadwal penerbangan internasional. Mereka tidak perlu mengubah waktu di jam 
tangan mereka, dan secara psikologi secara jaraknya dekat. 
Yang juga perlu dicermati, menurut PLN, penyeragaman waktu ke Indonesia bagian 
tengah secara tidak langsung juga dapat menghemat pemakaian energi (baca 
listrik). Jika beban puncak pemakaian listrik bisa digeser ke waktu yang lebih 
dini, asumsinya pemakaian listrik juga bisa dikurangi. 
Karena, aktivitas yang sebelumnya membutuhkan penerangan dengan bantuan 
listrik, bisa diganti dengan sinar matahari. Khususnya, aktivitas dilingkup 
rumah tangga-yang merupakan salah satu pemakai listrik terbesar di Indonesia. 
Yang tak kalah penting, perubahan waktu tadi juga akan sangat berdampak pada 
produktivitas manusia Indonesia. Para pelajar dan mahasiswa, bisa mulai belajar 
di sekolah dan kampus saat udara masih sejuk. 
Ini, akan mempermudah penyerapan materi pelajaran, ketimbang pada saat matahari 
panas terik. Beberapa universitas yang kreatif telah mencoba menerapkan jam 
kuliah mulai pada pukul 06.00 pagi, dan hasilnya sangat baik. 
Demikian juga dengan para karyawan kantor dan wiraswasta. Mereka bisa memulai 
aktivitas kerjanya saat udara masih segar. Dengan asumsi periode jam kerja yang 
tak berubah, 8 jam sehari, mereka tentunya juga bisa kembali ke rumah lebih 
awal. Lebih banyak waktu untuk beristirahat, dan bersosialisasi dengan 
keluarga. 
Tuntutan untuk memulai aktivitas lebih pagi, secara tak langsung juga akan 
membuat penduduk Indonesia --yang mayoritas beragama Islam-lebih berdisiplin 
menjalankan ibadah sholat subuh. Saat maghrib sudah di rumah, kita juga bisa 
lebih sering sholat berjamaah dengan keluarga. 
Pendeknya, kualitas manusia Indonesia bisa lebih baik, dan produktivitas pun 
bisa lebih tinggi. 

Mengapa tidak dicoba? 




Ungkapkan opini Anda di: http://mediacare.blogspot.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke