Bu Fauziah yang "s*k" serba tahu.....

Kalau Bank Dunia mengulurkan tangah dengan memberikan grant, lantas
mengharapkan pamrih???? Ya gak usah kasih bantuan kemanusiaan dong.
Orang-orang Aceh juga akan menolak bantuan kemanusiaan kalo sang pemberi
bantuan mengharapkan "Pamrih". Atau mungkin tradisi anda seperti itu ya???
Memberi bantuan tapi mengharapkan pamrih, kalau tidak mengucapkan
terimakasih lantas mem-punishment si penerima bantuan sebagai orang yang
tidak beradab!!! Kasian amat...(selow, just kidding...).

Ini yang serius....

Harus dibedakan bantuan dana kemanusiaan (Istilah SBY : Tanggap Darurat)
dengan "bantuan" dana untuk rekonstruksi serta rehabilitasi Aceh. Dalam
konteks solidaritas antar bangsa, bantuan-bantuan kemanusiaan pasti akan
mengalir dengan sendirinya tanpa harus diminta. Tapi untuk membangun Aceh
(Rekonstruksi dan Rehabilitasi), sudah ada tidak lagi bantuan dalam bentuk
grant/hibah dari Bank Dunia (IMF gak memberikan bantuan lho).....Yang ada
hanya-lah softloan, tapi tetap aja namanya utang dan harus dibayar. Dan ada
indikasi bahwa untuk membalas budi bantuan-bantuan dalam bentuk utang
tersebut, pemerintah memprakarsai sebuah pertemuan tingkat internasional
yang bertujuan memfasilitasi program-program pembangunan infrastruktur,
yakni INFRASTRUKTUR SUMMIT. Dan berujung pada keluarnya sebuah produk
kebijakan yang kontroversial, yaitu PERPRES No 36 tahun 2004. Jangan
dikatakan bahwa PERPRES ini tidak punya keterkaitan dengan program
rekonstruksi dan rehabilitasi Aceh, akhirnya memicu rangkaian konflik
vertikal diberbagai daerah sehubungan dengan keluarnya PERPRES tersebut.


Catatan untuk komentar anda dibawah ini :
"Waktu tragedi Aceh, saya benar2 sedih ketika mendengar respon pemerintah
demikian lambatnya. Teman saya yg dosen di Unsyiah bilang,
sampai hari Minggu siang dia turun ke jalan, terheran2 kemana pemerintah
pusat? Nah, kalau saja waktu itu Aceh diserang asing, udah lepas dari tangan
kita kali ya... masak tetangganya Aceh kayak Sumut juga nggak bereaksi
cepat?"

Apakah anda tidak berpikir bahwa sarana Transportasi dan komunikasi di Aceh
terputus selama beberapa waktu???? Apakah anda mau mengatakan bahwa
orang-orang Sumut tidak memiliki rasa solidaritas dengan saudara-saudara-nya
di Aceh???? Padahal salah satu daerah di Sumut (Nias) juga terkena bencana
yang cukup besar???? Kesalahan memang terletak dipunggung Pemerintah karena
sejak dulu tidak membangun Early Warning System, untuk mengantisipasi
bencana alam. Karena pemerintah lebih sibuk mengurusi aset-aset asing di
Aceh dan mengejar-ngejar GAM....Dan jangan anda katakan kalau saya serba tau
atau malah terkesan sok tau, karena untuk Aceh, saya bersama beberapa kawan
dari Medan telah mendarat di Aceh 2 hari setelah bencana Tsunami. Dan sampai
sekarang kami masih mempunyai program-program pasca bencana di Aceh.

Saya prihatin dengan proses pendakalan berpikir akademisi-akademisi seperti
ibu...

Salam,

Jopi




----- Original Message -----
From: "fauziah swasono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, June 30, 2005 5:37 PM
Subject: [ppiindia] Re: Wawancara dengan John Perkins (Economic Hitman) utk
pendukung utang


> --- In [email protected], "Yopie Peranginangin" <[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote:
> > Bu Fauziah...
> >
> > Anda terlalu naif dan lugu (kayak Pemerintah Indonesia dong), saat
> > melogika-kan bantuan dalam bentuk utang oleh IMF dan WB (untuk kasus
> Aceh).
> > Emang-nya utang-utang tersebut gak harus dibayar yang kemudian menjadi
> > senjata mereka untuk mempenetrasikan program-program-nya????
> >
> > (Sembari menggeleng-gelengkan kepala....hushhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh)
> >
>
> Pak Yopie yang serba tahu..
> Nggak usah dikasih tau kalau utang itu mesti dibayar, saya justru mau
> ngasih tau bahwa ada mahluk yang namanya grant (artinya hibah). Itu
> gak dibayar. Masih ngotot kalau kemaren orang Aceh merasa gak
> tertolong oleh US, Jepang dan asing lainnya yang sigap membantu?
>
> Saya pikir berterima kasih adalah bagian dari orang beradab. Yang
> salah tetap salah, tetapi kebaikan orang juga harus dihargai.
>
> (mengangguk-anggukkan kepala.... jadi ngantuk dan bosan)
>
>
>
>
>
***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia
yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
>
***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
>
>
>




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke