--- In [EMAIL PROTECTED], "Benny Joe" wrote:
Dear All,
Perjalanan karir Antah Berantah masih jauh sekali dan memerlukan
banyak perbaikan2 di segala bidang Sosial Politik dan tentu tdk
ketinggalan Ekonominya.Tanpa Ekonomi yg kuat maka sdh pasti Negara
manapun bakalan ambruk terutama moral dan harga dirinya.
Berbicara ttg Moral maka Antah Berantah sdh memasuki ke tahap yg
cukup parah,
kemungkinan besar tidak bisa diobati lagi.Kenapa hal ini perlu
dibahas oleh seluruh rakyat elit maupun bukan ? Ataukah dgn
pernyataan ini maka Antah Berantah sdh kehilangan semangat juangnya
utk memajukan Negara tercinta Antah Berantah(kan) ? jawabannya bisa
ya dan tidak.Siapa biang keladinya?
Jika jawabannya ya,maka sdh pasti dlm kurun waktu tidak lama lagi
bakalan menghadapi kehancuran yg luar biasa dgn banyaknya
pelanggaran2 yg sdh melewati batas kemanusiaan yg sdh hampir hilang
nilai2 kemanusian.Sense of Humanity sdh diambang maut karena disana
sini terjadi pelanggaran2 tp tidak ada solusinya malahan ada unsur2
kesengajaan utk main per agar supaya urusan ini dilupakan begitu
saja tanpa memiliki ketegaran hati utk mencari jalan keluarnya.
Komisi ( minta dipersen ) Nasional HAM di Antah Berantah sangat
disangsikan dedikasi,motivasi,visi & misinya.
Banyak sekali tokoh2 ternama mendadak kaya raya maka itu perlu
dilacak dan dipantau terus oleh rakyat.Darimana sumber kekayaan
mereka.Tanggung jawab dlm melaksanakan tugas dan kewajiban perlu
dipertanyakan sebab selama ini tugas Komnas HAM hanya bikin "skripsi
cerita"sih ,layaknya anak SD.
Motivasi sdh jelas bukan utk menolong keluarga korban melainkan
berkonspirasi dgn pihak2 yg merugikan rakyat jelata atau siapa saja
sanggup membayar + Nama + fasilitas =(Komisi).
Latar belakang serta dibentuknya Komnas HAM tsb perlu diketahui
sumber dananya kan banyak org menganggapnya bisnis.
Komnas HAM di Antah Berantah menurut statistik mencapai 80 % tidak
jelas motivasinya,
ditambah dgn tokoh2 terkenal dgn memasang "label",terutama yg diisi
oleh tokoh2 terkenal yg tidak jelas latar belakangnya tp tahu2
muncul dan tak lama kemudian menjadi terkenal.
Bagi mereka membaca + mendengar kata " Komisi" = duit + nama +
fasilitas,perlu menyadari bhw bagi mereka yg tidak sangggup memenuhi
persyaratan ini diminta dgn hormat utk tidak minta bantuan,kaga usah
telpon atau datang ke kantor.OK!
Namun bagi mereka yg sanggup memenuhi persyaratan tsb maka,sbg
imbalannya,disediakan "skripsi cerita" sesuai dgn permintaan,kalau
perlu memutar balikkan fakta yg ada ( extra komisi),dan jika
diperlukan bisa mengulur2 waktu + bisa macam2 disesuaikan dgn
orderan.
Atau ada orderan spt : diajak ikut bursa cawapres asalkan memenuhi
kriteria dgn syarat2 yg diajukan berdasarkan orderan tsb.Atau apa
saja deh yg penting memenuhi syarat Komisi dan tentu saja dgn para
Klient2 itu.
Belum lagi ditambah dgn banyaknya berita2 acara dimana terjadi
banyak penyuntingan2 dan penyensoran2 dgn menghapus nama2 si pelaku
tsb agar supaya tidak tercoreng nama2nya.
Contohnya saja kasus Munir,TPF dgn mengumpulkan seluruh kejadian
dari awal sampai akhir,memberikan berita acara tsb kepada pemerintah
maka mereka menganggap tugasnya selesai tanpa memberikan penjelasan
kpd masyarakat.Dgn alasan mereka tidak ingin melanggar etika.!
Mereka sebenarnya sdh keliatan berat sebelah dlm hal ini,di satu
pihak ingin menyelesaikan masalah tp di lain pihak menutup2i.Ini
bakalan menimbulkan kecurigaan2 di pihak rakyat yg ingin tahu apa
sebenarnya yg terjadi dan siapa2 saja pelakunya,kenapa nama2 yg
disebut2 mendadak menghilang begitu saja.Ada apa sih ? Sungguh
profesionalisme sangat rendah dan sangat disangsikan sekali mutunya.
Ingat rakyat tidaklah bodoh cuman mereka berlaga seakan2 tidak
mengikuti perkembangan yg terjadi thd Kasus Kematian Munir.Rakyat
setidak2nya sdh tahu apa gerangan yg sedang terjadi dgn kasus ini
ditambah lagi dgn pengalaman yg sudah2 thd mereka yg mengaku petugas
Human Rights yg disumpah serapah oleh rakyat karena kaga becus
kerjanya.Ah soal ini mah udah biasa,masuk kanan keluar kiri Emangnya
dipikirin.
.Bisa gak ya mereka melakukan KKN ?
Tarto adalah DK ( Dewan Kebersihan )
Kasus yg melibatkan TNI AD sdh menyebar kemana2 sampai Luar negeri
menggeleng2kan kepalanya atas kejadian yg melanda manusia2 yg tidak
berdosa.Kasus demi kasus pembunuhan tidak ada yg pernah sampai di
depan hidung hukum.
Semuanya keliatan senang melakukan hal2 yg menimbulkan kesenangan yg
luar biasa dgn menghabisi rakyat yg tidak berdosa,dgn alasan demi
menjaga martabat negara dgn mengorbankan rakyat banyak dan di atas
penderitannya.
Sejak Tarto diangkat menjadi Nomor satu di TNI,setiap hari kerjanya
hanyalah sebagai tukang sapu,disitu ada "debu" maka tugasnyalah utk
membersihkannya,justru itulah dia sdh minta pensiun krn kecapean tp
ditahan terus sampai sekarang dgn alasan belum ada penggantinya.
Tugas utamanya bukanlah memimpin tapi dijadikan DK oleh
pendahulu2nya dgn banyak macam alasan 2 yg tidak bisa ditolaknya,spt
hutang budi berdasarkan pertolongan dr org2 tsb dan sekarang
sepantasnyalah mengembalikang hutang tsb dgn membersihkan segala
sesuatunya.
Juga spt kita semuanya ketahui dimana baru2 ini "Kelompok Bayangan"
berkumpul di rumahnya si Kiwir2 dgn agenda yg tertutup utk umum tp
tercium juga akhirnya bhw mereka dgn sengaja berkumpul dgn tujuan
utamanya agar tampuk pimpinan TNI dipegang oleh AD.
Berhubung presidentnya dianggap "kurang" pinter dan dgn cara2
manipulasi mereka mencoba utk mengajari presiden RI utk menerima
usulnya agar spy tampuk pimpinan diserahkan kpd AD.Kejadian2
pelanggaran HAM,sejak dulu sampai sekarang dan yg terakhir medio May
98 adalah kasus pelanggaran manusia yg cukup serius sekali.
Dgn melibatkan begitu banyak Jendral2 al si Kiwir2,Prabowo,Syafri
S,Faisal Tanjung dkk dgn mencoreng moreng Antah Berantah, anehnya
sampai sekarang satupun tak ada yg tersentuh oleh hukum.
SBY,mungkin,adalah seorg mantan Jendral yg tegas dgn hati yg
lembut.Namun hal ini ada sedikit perubahan dimana SBY telah
memberikan segala keistimewaan termasuk Amnesty thd pelanggar2 Hukum
dari TNI AD dgn segala cara utk membantu mereka agar supaya urusan
ini tidak sampai ke Pengadilan.
Semua upaya ini telah membuahkan hasil yg sangat baik sekali dan
sekarang setelah beliau memberikan keistimewaan maka dgn ini SBY
adalah seorg yg cukup bijak dlm memberikan jatah2 kpd org2 tertentu
yg dianggap "berjasa" utk bangsa dan negara.
Bagi mereka yg telah diampuni dgn tidak mengizinkan siapapun utk
mengadilinya maka dgn ini pula SBY tidak ingin mengangkat Pemimpin
TNI dari AD.Alasan2nya sdh cukup obius bhw jika beliau mengangkat
TNI AD maka namanya bakalan menjadi taruhannya serta banyak hal yg
bakalan merugikan dirinya,masa depannya sebagai President RI.
Juga tidak perlu lagi disebutkan tentang Pemilu yad dimana beliau
pasti ingin masuk bursa President dan menjadi Presiden lagi.Tapi dgn
adanya TNI AD memegang tampuk pimpinan maka dikhawatirkan jeblok
sebab rakyat bakalan sangsi utk memilihnya lagi,dan ini tidak
diinginkan oleh pendukung SBY maupun SBY pribadi.Itulah alasan
utamanya.
Lagipula di antara mereka ada yg kaga senang sih.
Jadi dgn tdk memberikan jatah kedudukan pimpinan kpd TNI AD maka dgn
ini TNI AD harus puas atas keputusannya yg cukup bijaksana.Dan utk
urusan selanjutnya diserahkan kpd si Kiwir2 utk menjawab seluruh
pertanyaan2 yg bakalan muncul di permukaan.Sebagai seorg SH tentu si
Kiwir2 bakalan mampu mengatasinya dgn modal pinter omong.
Selama ini si Kiwir2 nganggur terus jadi perlu dikasih kerjaan dgn
menjawab seluruh pertanyaan dgn tidak diangkatnya TNI AD menjadi org
nomor satu di TNI.Kalau kaga nanti elantur terus2an,dan bisa2 dia
jadi.....! tau sendirilah.
Sebagai seorg profesional tentu menjawab pertanyaan dari dlm dan
luar barak tidaklah sulit utknya.Dgn amnesti yg disodorkan oleh
Presiden kpd seluruh jajaran TNI AD yg cacad hukum maka dgn ini
sepantasnyalah mereka diizinkan utk bersama2 menanggung pertanyaan2
yg bakalan muncul.
Pemilihan Pimpinan TNI bakalan diserahkan kpd AU atau AL,jadi TNI AD
harus bangga sebab Jendral2 tidak ada yg diadili sama sekali atas
perbuatannya yg melanggar Hukum.Jadi semua pihak menang.President
sebenarnya sdh mengantongi beberapa nama utk menggantikan Tarto yg
dlm kurun waktu dua bulan ini bakalan pensiun dan bakalan diganti.
Pemilihan tentu saja bakalan mempengaruhi kerja Presiden di masa
mendatang serta merta President tidak ingin ada Jendral cacad hukum
berada di singgasananya dan ini wajar toh.
Jadi dgn tidak dipilihnya TNI AD dgn tujuan utamanya tidak ada bias
di antara Angkatan Bersenjata.Lagipula keputusan ini cukup bagus
sekali agar TNI AD bisa mengintrospeksi diri serta menahan diri dgn
mengingat kejadian masa lalu sebagai pertimbangan hidup.
Tentu ini adalah keputusan yg tepat sekali dan pasti seluruh jajaran
TNI mendukungnya dgn hati lapang dada sebab jatah2 masih terus
mengalir dgn derasnya.Tapi bagi mereka yg ingin macam2 disarankan
utk berhati2lah jangan sampai "sumber" krannya pelan2 ditutup.
Tentu Bp Presiden RI sdh mempertimbangkan matang2 dgn tidak
diangkatnya TNI AD atas dasar histori mereka dgn tampuk pimpinan TNI
diserahkan kpd Angkatan lain.Mereka pasrah atas keputusan Presiden
apalagi pertimbangan ini cukup dalam memakan waktu dan pikiran.
Jika ada yg tidak puas maka sepantasnyalah masalah ini diserahkan
kpd si Kiwir2,yg anggur,utk cari kerja sampingan.Jika ada masalah si
Kiwir2 hrs mampu mengatasinya,jika tidak mampu maka percuma saja.
Perubahan di tubuh TNI serta Hukum Undang2nya perlu diperbaiki agar
utk di masa yad lebih jelas lagi dan pelanggaranpun bisa ditindak
lanjuti sesuai dgn Hukum Undang2 tsb.Jika tidak maka Pemerintah
sendiri dan TNI bakalan menghadapi problema2 yg lebih tidak menentu
lagi.
Penyelewengan bakalan terus berlanjut dan tata tertib tidak ada
guidelinenya.
Tugas ini tidak ada sangkut pautnya dgn Pemerintah yg sah,sebab si
Kiwir2 yg bikin ulah jadi sepantasnyalah dia yg mengatasinya.Kalau
dia tidak setuju maka sdh tentu dia yg bakalan rugi sendiri.Semua
pelanggaran hukum ada di tangan Presiden,jadi jika mereka mencoba2
utk melawan pemerintah sah maka sepantasnyalah dikit demi sedikit
dibongkar,jika masih kurang mempan pasti ada yg bisa membantunya.
Waduh serius banget bacanya,sampai2 mata mau copot serta
keringatan.Ini kan hanya guyon aja sih.Jangan gitu donk ah....! hehe
Benny Joe
---------------------------------
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
---------------------------------
Discover Yahoo!
Use Yahoo! to plan a weekend, have fun online & more. Check it out!
--- End forwarded message ---
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/