locus tempus n locus delicti itu ada di dalam hukum pidana, apabila terjadi
suatu peristiwa pelanggaran hukum or tindak pidana, maka untuk dalam
pemeriksaan atau pembuktian maka dilihat dari unsur locus tempus n locus
delicti..
penerapan hukum syariah adalah berkaitan dengan peraturan otonomi daerah,
yang menjadi menarik adalah pengadilan Abdullah Puteh, apakah bisa
dimasukkan dalam hukum syariah, apakah mahkamah syariah juga berhak
mengadili Puteh?, sedangkan sebagai pejabat negara, Puteh diadili di
pengadilan tata usaha neg..., dan keberadaan mahkamah syariah ini apakah
dibentuk berdasarkan UU atau Keppres?, sangatlah berbeda dengan MA dan MK.,
mekanisme peradilan, pengaturan hukum acara dalam mahkamah syariah itu
bagaimana? dan keputusan Mahkamah syariah apakah punya kekuatan hukum
tetap, apakah dalam proses peradilan mahkamah syariah terdapat proses
pembelaan hukum bagi tergugat?, semuanya menjadi rancu, karena dalam
mengadili dan memutuskan putusan, ada proses2 hukum yang harus dipenuhi,
adanya proses hukum adalah untuk menjamin hak-hak tersangka/ tergugat
sehingga tidak terjadi pelanggaran hak2 yang seharus merupakan hak
tersangka / tergugat.
untuk kasus soeharto, memang gak bisa di applied hukum syariah karena
kedudukan hukum soeharto adalah bukan di NAD, sehingga hukum syariah is not
applicable for him.
free share
<[EMAIL PROTECTED]
.com> To
Sent by: [email protected]
[EMAIL PROTECTED] cc
ups.com
Subject
Re: [ppiindia] Re: Setuju Hukuman
07/01/2005 05:05 Cambuk!
PM
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
ups.com
ada satu kesalahan kecil tapi fatal dalam logika pemikiran di bawah ini.
kesalahan itu mengingat saya kepada seorang pandir yang kehilangan kuncinya
di sebuah kamar gelap. si pandir bukan berupaya menyalakan lampu, tapi ia
keluar dari kamar yang gelap itu dan mencari kuncinya di kamar lain yang
terang.
artinya, penerapan hukum memerlukan tempat perkara (locus-delicti?).
makanya, sulit dilaksanakan hukum potong tangan atas soeharto sebab hukum
syariah ini hanya berlaku secara lokal saja di aceh.
FS
Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pengen tahu.. bakal ada ga koruptor yang dipotong
tangan. Paling2 juga maling2 kecil yang ditangkap.
Atau cambuk untuk pejudi2 kecil kayak yang di Aceh.
Potong dulu tangan Soeharto yang sudah menguras habis
kekayaan negeri ini. Dia Islam, haji pula. Dan anaknya
Tommy Soeharto tuh.. selain dipotong tangannya karena
korup, dirajam juga karena berzinah dengan Sandy Harun
saat masih jadi istri Setiawan Djody.
Hukuman barbar gini ga akan bisa menyentuh kalangan
atas. Buktinya, yg dihukum duluan rakyat kecil.
Soalnya mereka yg jadi target untuk uji-coba hukuman.
Nggak penting!!!
--- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hukuman "barbar" itukan hanya dikenakan pada
> "PENJAHAT". Jika tidak berbuat jahat tidak akan
> kena.
>
> Hukuman potong tangan bagi koruptor itu lebih baik.
> Lebih murah memberi makan 1 orang, ketimbang
> koruptor
> itu korupsi trilyunan rupiah dan menyengsarakan
> jutaan
> orang. Contoh, penelitian LPEMUI menyatakan korupsi
> di
> Bea Cukai sebesar Rp 7 trilyun. Kalau dibagikan Rp 1
> juta per orang kan ada 7 juta rakyat yang dapat
> menerimanya.
>
> Nah karena dikorupsi, maka yang 7 juta itu tak dapat
> bagian, akhirnya sebagian mati busung lapar.
>
> Jadi lebih baik memotong tangan koruptor daripada
> korupsi merajalela. Penjara sudah tidak efektif
> lagi...
>
>
> --- irwank2k2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > --- In [email protected], "kim3hook"
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Hukum moderen itu bukan berdasarkan emosional.
> > > Jika si pencuri/koruptor itu dipotong tangannya,
> > dia
> > > akan menjadi beban masyarakat karena kapasitas
> sbg
> > > manusia yang normal tidak akan bisa bekerja lagi
> > dg
> > > tangannya, bilamana dia sadar atas kesalahannya.
> >
> > IMHO, masalahnya bukan pada jenis hukuman itu
> > emosional,
> > barbar atau tidak; tapi pada keberpihakan jenis
> > hukuman tadi
> > pada pelaku kejahatan.
> >
> > Problem berikutnya, dengan penegakan hukum seperti
> > sekarang,
> > rasanya hukuman model begitu memang belum waktunya
> > diterapkan.
> > Yang lebih mendesak adalah pembersihan aparat
> > penegak hukum
> > (hakim, jaksa, penyidik) dan pihak" terkait (mis:
> > pengacara).
> >
> > Karena kalau tidak, nantinya yang mencicipi
> > 'nikmat'-nya hukuman
> > tersebut hanya wong cilik lagi.. yang amat lemah
> > posisinya di mata
> > hukum tanpa 'bargaining position' apapun.
> >
> > > Ada baiknya kita sebagai generai baru Indonesia,
> > kita
> > > buang hukum yang barbar dan menydutkan kehidupan
> > > seseorang
> >
> > Bagaimanapun juga, kita amat dipengaruhi latar
> > belakang (pendidikan,
> > lingkungan, pengalaman hidup) yang membentuk
> > 'kepentingan' kita.
> >
> > Wassalam,
> >
> > Irwan.K
> >
> > > --- In [email protected], A Nizami
> > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > Saya setuju hukuman cambuk, karena lebih
> > efektif.
> > > > Hukum cambuk mampu membangkitkan rasa malu
> bagi
> > pelaku
> > > > kejahatan. Kalau hukuman penjara, selain buang
> > duit
> > > > untuk makan dan nginap narapidana, juga jadi
> > sarang
> > > > homoseks. Di penjara, para penjahat bisa
> saling
> > kenal
> > > > satu sama lain dan membuat jaringan mafia.
> > > >
> > > > Untuk koruptor kakap, selain dicambuk,
> dipotong
> > tangan
> > > > lah biar kapok.
> > > >
> > > > Salam
> > > >
> > > >
> > > > --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > >
> > > > > Makanya tugas kita semua supaya hukum cambuk
> > > > > (syariah?) ini berlaku
> > > > > buat rakyat gede/kelas kakap juga,
> > didepartemen
> > > > > apapun, siapapun.
> > > > > Mungkin or gak mungkin, bergantung rakyatnya
> > > > > juga...memang. Kan
> > > > > idealnya kekuasaan berada ditangan
> > > > > rakyat...he..he...
> >
> >
> >
>
>
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.nizami.org
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam
> protection around
> http://mail.yahoo.com
>
__________________________________
Yahoo! Mail Mobile
Take Yahoo! Mail with you! Check email on your mobile phone.
http://mobile.yahoo.com/learn/mail
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
---------------------------------
Yahoo! Mail
Stay connected, organized, and protected. Take the tour
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/