Bisa jadi. Tapi ada yang indikasinya lebih kuat; penyadapan di kedutaan- kedutaan Indonesia di LN. Seperti keterangan kolega saya di Kantor Atase Pertahanan di sebuah kedutaan di luar negeri, rata-rata-kalau tak bisa dikatakan semua-sistem informasi kita berhadapan dengan penyadapan2 yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, barangkali tepat kita perlu bikin perangkat2 sistem informasi bikinan sendiri, jika tak mau menjatuhkan pilihan pada cara-cara konservatif seperti kirim surat via pos yang sekarang mulai kurang diminati.
Salam, mhm --- In [email protected], james Stewart <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dimana-mana kita disadap > > Pernah terdengar katanya sastrawan Pramoedya Ananta Toer enggan menuliskan karya-karyanya didalam komputer. Konon ketika menuliskan semua karyanya, Beliau hanya mau menggunakan dengan mesin tik manual, meski Beliau pasti mampu membeli barang-vbarang elektronik seperti komputer, laptop, dlsb. Awalnya sempat bingung, kenapa Beliau berbuat seperti itu. Ternyata benar juga, sebab belum lama ini, seorang teman yang kebetulan mengerti sedikit-sedikit tentang elektronika, berkata bahwa sebenarnya hampir semua barang-barang elekronika tidak bebas dari penyadapan. Dia berkata, terdapat kemungkinan, di setiap komputer yang kita beli, sebenarnya telah dipasangi penyadap, berupa pemancar radio kecil (meskipun dengan sinyal yang lemah), entah di motherboard, prosessor, atau di tempat lainnya, sedemikian sehingga segala isi yang ada di komputer tsb bisa diketahui dari suatu tempat tertentu. Begitu juga alat-alat seperti kalkulator, laptop, HP, radio, TV, dll. Ekstrimnya, dia mengatakan, lampu > bohlam pun ada kemungkinan dipasangi penyadap. Lalu bagaimana caranya supaya tidak dapat disadap? Sang teman ini menjawab ada tiga cara. Pertama, sebaiknya jika berbicara mengenai hal-hal penting, kita menggunakan cara-cara tradisional seperti dengan surat atau berbicara langsung dengan yang bersangkutan tanpa alat komunikasi apapun. Itu pun dengan syarat tambahan, surat yang dikirimkan harus ditulis tangan, atau memakai mesin tik manual. Tulisan tangan lebih aman. Sebab jika diketik melalui komputer, atau mesin tik elektronik, sama saja kita membisikkan apa yang kita ucapkan kepada sang penyadap. Kedua ia mengingatkan, jika kita berbicara mengenai hal yang penting, sebaiknya jauhkan diri kita dari Segala benda- benda elektronik, seperti HP, komputer, HP, radio, dan lain sebagainya, walaupun alat tersebut sudah di non-aktifkan. Jadi tempat kita berbicara harus benar-benar steril dari benda-benda tsb. Cara ketiga, yang ia anjurkan supaya kehidupan kita tidak disadap, adalah sebaiknya > kita membuat semua alat-alat elektronika sendiri, termasuk komponen-komponennya. Intinya, segala alat entah itu alat elektronika ataupun senjata, yang kita beli dari negara lain, ada kemungkinan sudah dipasangi alat penyadap. Tentunya, kalau tidak ingin disadap, ya kita buat saja alat sendiri. membuat komputer sendiri, chipnya sendiri, prosesornya sendiri, dijamin tidak akan disadap. Sebaliknya kitalah yang dapat menyadap menyadap orang lain. > Jadi jelas, bila Pak Pram enggan menggunakan komputer ketika menuliskan karya-karyanya, mungkin Beliau khawatir, jika ia menggunakan komputer, ide-idenya bisa dicuri orang lain dari suatu tempat tertentu. Sang teman mengatakan tempat tersebut sebagai, "Suatu tempat di seberang Samudera". Yang tidak mungkin disadap hanya yang masih ada di dalam kepala, katanya. > > > --------------------------------- > Discover Yahoo! > Stay in touch with email, IM, photo sharing & more. Check it out! > > [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

