Refleksi:  Bukan pertama kali Indonesia membeli senjata dari Israel. 

Berita Sore
Jum'at, 01 Juli 2005 


 TNI Kurang Peka, Jika Teruskan Rencana Pembelian Senjata Israel



Jakarta ( Berita ) : Ketua Departemen Data dan Informasi Majelis Mujahidin 
Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari menilai, TNI kurang peka terhadap aspirasi 
pihak DPR RI dan masyarakat khususnya umat Islam di tanah air, jika tetap 
meneruskan rencananya membeli senapan jenis AR Galie buatan Israel.

"Rencana TNI AD membeli senapan jenis AR Galiea dari Israel lantaran Kopasus 
sudah sejak lama menggunakan senjata buatan zionis itu benar-benar 
mencengangkan," kata Fauzan di Jakarta, Jumat (1/07).

Menurut dia, rencana pembelian senapan buatan Israel itu sama sekali tidak 
memperhatikan aspirasi umat Islam Indonesia, DPR maupun pemerintah yang getol 
membela perjuangan muslim Palestina yang dijajah Israel.

Dikatakannya, jika rencana itu direalisasikan maka akan menodai hubungan TNI 
dengan umat Islam yang kini relatif mesra.

Seperti diketahui, katanya, selama ini antara Indonesia dan Israel tidak ada 
hubungan diplomatik, karena Israel adalah negara yang melanggar HAM dan 
kesepakatan internasional karena melakukan penjajahan terhadap rakyat 
Palestina. 

"Rencana ini jelas bertentangan dengan komitmen Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono yang pernah meneguhkan akan mendukung perjuangan rakyat Palestina dan 
umat Islam dalam menghapus penjajahan Israel," katanya.

Di lain pihak, lanjutnya, secara ekonomi pembelian senjata itu akan 
menguntungkan Israel.

Sementara itu, pihak TNI sendiri nampaknya tidak akan gegabah meneruskan 
rencana pembelian senajata buatan Israel apabila mayoritas rakyat serta pihak 
DPR menentangnya.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen TNI Syaiful 
Rizal pada Rabu (29/6) lalu mengisyaratkan kemungkinan pihaknya akan mengajukan 
senapan jenis HK 33 buatan Jerman, sebagai pengganti AR Galiel yang selama ini 
menjadi senjata andalan kopassus dalam menjalankan tugas lapangan.

"Jika memang DPR dan masyarakat keberatan dengan rencana pembelian kembali 
senjata jenis AR Galiel dari Isreal, maka kami tidak keberatan untuk mencari 
alternatif lain dari negara lain," katanya.

Sedangkan Menhan Juwono ketika menanggapi hal yang sama mengatakan, pihaknya 
akan membeli senapa sejenis dari Cina atau Taiwan.

"Dulu kita pakai jenis itu (AR Galiel-red)  karena tidak ada masalah. Tetapi 
jika sekarang DPR dan ada pihak yang berkeberatan, maka kami akan kaji rencana 
pembelian senapa tersebut dan akan mencari alternatif penggantinya termasuk 
produsennya, mungkin Asia Timur seperti Cina dan Taiwan," katanya. (ant)

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke