Saya kira ada salah persepsi disini, atau mungkin saya yg tidak 
lengkap membaca tulisan dibawah tentang legislative Spain dalam UU 
Gay tersebut.

Being gay / homo atau lesbi itu sendiri adalah hal wajar di Spain, 
dan BUKAN hal itu yg ditentang gereja atau rakyat Spain, tapi 
manakala badan legislasi mensahkan UU yg mensahkan PENGADOPSIAN ANAK 
OLEH PIHAK PASANGAN SEJENIS, baik itu pasangan homo atau lesbi, saat 
itu Gereja dan rakyat Spain muali bangkit melawan tindakan 'amoral' 
tersebut.

Alasannya adalah DEMI MASA DEPAN SI ANAK, bukan pada fenomena gay itu 
sendiri.

Makanya dalam demo itu beberapa waktu lalu di pampang slogan : ORTU 
adalah ibu dan bapak, laki dan perempuan. Ada juga slogan yg tertulis 
(tentunya dalam bahasa Sapanyol); kami ingin bapak dan ibu sebagai 
orang tua kami.

USA pun saya kira masih menolak pernikahan sejenis ( Bush at least), 
apalagi kalau fenomena adopsi dari pasangan sejenis.

Yg jadi soal adalah sisi sosial kemasyarakatannya, bukan pada 
perilaku biologis itu sendiri, sebab adanya state memang untuk 
mengatur hal2 yg berkaitan dgn sosial kemasyarakatan.

Silahkan anda gay atau lesby, you got the choise, tapi don't guards 
and educate the child by this way.


--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Pertama-tama kita harus bercermin pada diri sendiri dulu. 
Mempersalahkan 
> orang lain tanpa mencerminkan diri sendiri  adalah alasan yang 
paling 
> gampang dalam mengabaikan tanggung jawab.
> 
> Menteri Agama tidak bersekolah di barat, beliau  mengunyak ilmu di 
tanah 
> suci.
> 
> 
> ----- Original Message ----- 
> From: "¦æ£àä¦" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Saturday, July 02, 2005 7:31 AM
> Subject: [ppiindia] Re: Gereja dan Krisis Moral di Barat
> 
> 
> Itulah dampak dari krisis moral barat yg akhirnya menular dan
> terjangkit pada pejabat-pejabat kita saat ini. Mungkin suatu saat
> tidak menutup kemungkinan bukan hanya KORUPSI saja yg merajalela di
> Negri Pertiwi ini, bisa jadi seperti apa yg sekarang dialami oleh
> negara spanyol dan italia. Semoga saja tidak!
> 
> --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Mungkin saja krisis Moral di Barat, tetapi kalau Departemen Agama
> dan
> > petinggi negara mengkorupsi duit jemah haji itu bermoral baik?
> >
> > ----- Original Message ----- 
> > From: "¦æ£àä¦" <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: <[email protected]>
> > Sent: Friday, July 01, 2005 1:56 PM
> > Subject: [ppiindia] Gereja dan Krisis Moral di Barat
> >
> >
> > > http://www.ppi-india.org/BUKA/halaman.php?ArtID=558
> > >
> > > Gereja dan Krisis Moral di Barat
> > > 01 Juli 2005 - 13:32
> > >
> > > Baru-baru ini parlemen Spanyol mengesahkan undang-undang yang
> > > melegalkan perkawinan sejenis. Pengesahan undang-undang ini 
sontak
> > > menuai badai protes dari gereja dan berbagai kalangan. Pada
> > > kesempatan kali ini, kami mengajak Anda untuk menyimak sebuah
> ulasan
> > > mengenai krisis moral dan peran gereja di Barat.
> > >
> > > Gereja sebagai lembaga resmi agama Kristen tidak dapat
> menyembunyikan
> > > kekecewaannya terhadap langkah sejumlah negara Eropa yang
> mengesahkan
> > > praktik amoral. Dalam dua pekan terakhir, terjadi dua peristiwa
> besar
> > > di dua negara yang dikenal sebagai pusat Katolik, yaitu Italia 
dan
> > > Spanyol, yang melibatkan gereja dan para tokoh agama. Di 
Spanyol,
> > > Dewan Keuskupan menyeru warga untuk ikut memprotes draf 
pemerintah
> > > yang melegalkan perkawinan sejenis. Sedangkan di Italia, Vatikan
> > > mengajak masyarakat luas untuk memboikot referendum yang akan
> > > dilangsungkan pemerintah berkaitan dengan liberalisasi undang-
> undang
> > > No. 40 yang membatasi secara ketat proses rekayasa pembenihan
> anak.
> > >
> > > Dalam dua kasus ini, gereja mempertontonkan kemampuannya
> mengerahkan
> > > massa untuk memprotes kebijakan pemerintah Italia dan Spanyol 
yang
> > > dipandang bertentangan dengan nilai-nilai moral. Di Spanyol,
> ratusan
> > > ribu massa turun ke jalan-jalan memenuhi panggilan gereja.
> Sedangkan
> > > di Italia, berkat seruan boikot itu, referendum hanya diikuti
> oleh 26
> > > persen warga yang memiliki hak pilih. Tentunya dengan 
partisipasi
> > > yang kecil seperti ini, referendum terancam gagal. Fakta yang
> terjadi
> > > di Spanyol dan ltalia menunjukkan bahwa gereja masih memiliki
> > > pengaruh yang besar di tengah masyarakat Eropa.
> > >
> > > Seperti diketahui, pasca gerakan renaissance, peran gereja 
Katolik
> > > secara praktis telah tersingkirkan dan negara-negara di Eropa
> jatuh
> > > ke tangan orang-orang liberal yang menolak keterlibatan agama 
dan
> > > agamawan dalam kegiatan politik, ekonomi bahkan sosial dan
> > > kebudayaan. Kini setelah beberapa abad berlalu dari era itu,
> gereja
> > > kembali menunjukkan sikapnya yang berseberangan dengan kebijakan
> para
> > > politikus dan pemerintah di sejumlah negara Eropa. Dalam dua 
kasus
> > > yang disebutkan tadi, pemerintah Spanyol dan Italia bagai
> kebakaran
> > > jenggot menyaksikan penentangan gereja tersebut. Mantan presiden
> > > Italia, Oscar Luigi Scalfaro dalam reaksinya mengatakan, "Gereja
> > > hanya bertugas memberi nasehat kepada umat dan tidak berhak 
untuk
> > > mencampuri urusan perundang-undangan di Italia. "
> > >
> > > Secara umum, faktor yang mendorong gereja untuk mengambil sikap
> keras
> > > dan tegas dalam dua kasus tersebut adalah kekhawatiran para
> agamawan
> > > Katolik akan kian melemahnya peran mereka di tengah masyarakat.
> Pasca
> > > renaissance, gereja berubah menjadi sebuah lembaga sosial yang
> hanya
> > > berwenang mengurusi masalah moral dan agama dalam bentuknya
> sebagai
> > > kegiatan individu semata. Peran para pendeta dan pastor juga
> berubah
> > > menjadi hanya para pemimpin doa bersama, pembaca akad 
perkawinan,
> dan
> > > pemimpin acara penguburan. Peran yang sudah kecil ini semakin
> > > dikerdilkan oleh pemerintah di sejumlah negara, semisal Spanyol
> dan
> > > Italia, yang mengesahkan undang-undang yang bertentangan dengan
> moral
> > > dan etika.
> > >
> > > Di era pasca renaissance, dengan berkuasanya sistem liberalisme
> > > ekonomi dan politik di Barat, muncul pula arus liberalisme 
budaya.
> > > Negara-negara Barat telah berubah jauh dengan keberhasilannya
> meraih
> > > kemajuan pesat di berbagai bidang. Kesejahteraan di negara-
negara
> ini
> > > juga jauh melebihi negara-negara lain. Keperkasaan inilah yang
> lantas
> > > mengubah negara-negara Barat menjadi kekuatan imperialis yang
> selama
> > > beberapa abad melakukan penjajahan di berbagai kawasan dunia dan
> > > merampok kekayaan bangsa-bangsa lain. Kesejahteraan bangsa Eropa
> > > Barat yang diperoleh dengan memanfaatkan kelemahan dan
> > > keterbelakangan bangsa-bangsa lain di dunia, telah mengubah
> tatanan
> > > sosial di Barat yang berbuntut pada perubahan nilai-nilai moral
> dan
> > > etika.
> > >
> > > Budaya Barat saat ini telah menyatu dengan budaya yang tidak
> > > terkontrol. Manusia di Barat tidak berhadapan dengan batasan-
> batasan
> > > untuk mengecap kenikmatan di luar etika. Sayangnya, rezim-rezim 
di
> > > Barat bukan hanya tidak membatasi praktik asusila warganya, 
tetapi
> > > malah ikut memberikan label resmi pada praktik-praktik semacam
> ini.
> > > Praktik homoseksual yang pada beberapa dekade lalu dipandang
> sebagai
> > > praktik menjijikkan dan pelakunya pasti akan dikucilkan oleh
> > > masyarakat, kini didukung oleh pemerintah dan mendapat 
pengesahan.
> > >
> > > Di Barat, setiap tahunnya pada hari-hari tertentu, kaum gay dan
> lesbi
> > > dengan turun ke jalan-jalan, menuntut pengakuan hak-hak mereka
> secara
> > > resmi dari pemerintah. Dekadensi moral yang di Barat sudah
> sedemikian
> > > parahnya, sehingga sejumlah tokoh politik dan pemerintahan tidak
> lagi
> > > merasa risih untuk mengaku bahwa dirinya adalah seorang
> homoseksual.
> > > Layak dicatat bahwa kondisi ini bahkan telah merambah negara-
> negara
> > > dengan jumlah pemeluk agama Katolik di atas 90 persen. Jelas,
> kondisi
> > > ini dipandang gereja sebagai tanda-tanda buruk yang harus segera
> > > ditangani, sehingga memaksa gereja untuk mengambil sikap tegas
> meski
> > > sikap itu dinilai bertentangan dengan wewenang lembaga keagamaan
> di
> > > Barat.
> > >
> > > Amat disayangkan, gereja Katolik terkesan lamban dapat bersikap
> > > menghadapi krisis moral di Barat. Meski berhasil menggalang
> ratusan
> > > ribu umat untuk turun ke jalan menentang undang-undang 
perkawinan
> > > kaum homoseksual, namun nampaknya, gereja tidak akan mampu
> > > menghentikan laju keruntuhan sendi-sendi moral di Barat. Sebab,
> opini
> > > umum di Barat sudah tidak lagi memandang hal ini sebagai
> penyimpangan
> > > etika, tetapi hanya sebuah masalah yuridis yang harus dicarikan
> > > penyelesaiannya. Pertanyaan yang ada di tengah masyarakat Barat
> > > adalah, "Hak apa yang dimiliki oleh orang-orang yang memiliki
> > > kecenderungan seksual menyimpang? Artinya, apakah secara hukum,
> > > pasangan homoseksual memiliki hak layaknya pasangan suami 
istri?"
> > >
> > > Meskipun pemerintah Barat tidak kunjung menyadari betapa besar
> dampak
> > > dari dekadensi moral, namun kenyataan menunjukkan bahwa 
masyarakat
> > > Barat sudah cukup menderita akibat sikap hidup yang bebas tanpa
> batas
> > > ini. Kejahatan, obat bius, prostitusi, penyakit AIDS, penyakit
> > > kejiwaan, anak-anak yang lahir tanpa bapak, adalah di antara
> dampak-
> > > dampak mengerikan dari kebobrokan moral. Oleh karena itu, sudah
> > > saatnya masyarakat Barat membuka diri dan kembali pada nilai-
nilai
> > > moral. Sebaliknya, gereja pun harus secara tegas dan
> berkesinambungan
> > > menjalankan perannya sebagai penunjuk arah bagi masyarakat 
Barat,
> > > agar mereka bisa menemukan kehidupan yang selamat.
> > > (irib/ppi/pul/01/07/05)
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> 
**********************************************************************
> *****
> > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju
> Indonesia
> > > yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-
india.org
> > >
> 
**********************************************************************
> *****
> > >
> 
______________________________________________________________________
> ____
> > > Mohon Perhatian:
> > >
> > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg
> otokritik)
> > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> > > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> > > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> > > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > > Yahoo! Groups Links
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> 
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke