Bung,
 
Aku setuju dengan Ibu Djuli. Jelas penggunaan embel-embel PKI pada G.30.S 1965 
adalah sebuah penghakiman. Karena peristiwa itu sendiri masih diliputi banyak 
teori yang belum bisa diambil kesimpulan tentang siapa penyebabnya.
 
Kita harus adil dan cermat dalam memandang sejarah. Kalau belum ada fakta yang 
sahih, jangan prejudice dulu. 
 
Bonnie

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
http://www.suaramerdeka.com/harian/0507/02/nas21.htm


G30S Tanpa PKI Hindarkan Bias Sejarah
SEMARANG - Tidak dicantumkannya kata Partai Komunis Indonesia (PKI) di belakang 
Gerakan 30 September (G30S) dalam buku pelajaran Sejarah yang diberlakukan 
Depdiknas saat ini bukan pengaburan sejarah. Sebaliknya, hal itu justru sebuah 
upaya menghindarkan bias yang selama ini terjadi dalam penulisan sejarah 
Indonesia. Demikian dikatakan Guru Besar Sejarah Undip Prof Dr AM Djuliati 
Soerojo baru-baru ini menanggapi pernyataan anggota Komisi E DPRD Jateng 
Masruhan Samsurie.

Sejauh ini, jelas Djuliati, fakta sejarah yang terkait dengan peristiwa 1965 
masih bersifat lunak. Belum ada bukti kuat yang menyatakan PKI sebagai pelaku 
tunggal upaya kudeta melalui penculikan dan pembunuhan para jenderal Angkatan 
Darat tersebut. Dengan demikian, penyebutan kata PKI di belakang G30S 
dinilainya sebagai bentuk stigmatisasi dan bertentangan dengan fakta historis 
yang ada.

Bersifat Kompleks

"Peristiwa 1965 itu bersifat kompleks dan tidak bisa disederhanakan. Banyak 
pihak yang bermain dalam peristiwa kelabu tersebut. Saat ini terdapat beberapa 
versi tentang dalang di balik peristiwa itu. Ada yang mengatakan angkatan 
bersenjata, Soeharto, Soekarno, PKI, CIA, dan tidak ada pelaku tunggal."

Buku pelajaran Sejarah yang disusun berdasarkan acuan standar kompetensi 
kurikulum 2004 oleh sebuah tim ahli yang beranggotakan para sejarawan kapabel 
dengan menggunakan perangkat metodologi sejarah. Meski belum sempurna, karya 
tersebut harus tetap dihormati. Karena itu Djuliati secara tegas menolak 
pernyataan Masruhan yang menyebut buku tersebut tidak ilmiah dan lebih 
menggunakan pendekatan politis. Lebih lanjut, dia juga menyayangkan imbauan 
Masruhan menarik buku tersebut dari peredaran. 

Guru Besar Sejarah Unnes yang juga Rektor Unimus Prof Dr Abu Suud tak 
mempersoalkan ada atau tidaknya kata PKI di belakang G30S. Yang terpenting, 
kata dia, buku tersebut tidak menghilangkan data dan fakta yang terjadi di 
seputar peristiwa 1965. Keragaman tafsir di dalamnya harus tetap disampaikan. 
"Di situ guru punya peranan besar untuk menjelaskan data-data sejarah yang ada. 
Sayangnya, guru-guru Sejarah kita masih banyak yang berpatron pada tafsir 
tunggal penguasa." (H6-46d) 


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke