Sdr. Peace tidak tepat dalam memahami pandangan saya. Saya sama sekali tidak emosi dengan pernyataan Ulil. Saya hanya mencoba menarik garis berdasarkan logika berpikir yang dilakukan Ulil. Saya bahkan tidak perlu mengutip satu ayat pun untuk menyatakan kerancuan alur logika tersebut.
Kalau Anda baca seluruh artikel Ulil, tidak ada satu pun dari pernyataan Ulil yang menyatakan bahwa PENAFSIRAN terhadap ajaran Islam yang keliru. Jelas-jelas Ulil mengatakan (banyak) AJARAN ISLAM-nya yang keliru. Tentu, bagi orang yang berpikir menuruti alur yang normal, akan timbul pertanyaan: "Jika banyak ajaran agama XYZ yang salah, mengapa orang yang mengatakan dan meyakini hal ini tetap mengaku sebagai orang yang menganut agama XYZ?" Kalau kita sepakat, bahwa yang dimaksud oleh Ulil sebenarnya BUKANLAH AJARAN ISLAM, tetapi adalah PENAFSIRAN terhadap ajaran Islam, maka ini berarti kontradiksi dengan sinyalemen awalnya sendiri. Logikanya begini: 1. Penafsiran dilakukan oleh manusia (umat beragama). 2. Artinya, jika suatu agama ditafsirkan secara salah, maka yang keliru adalah orang/umat yang menafsirkan. Bukan ajarannya sendiri yang salah, atau minimal belum tentu ajaran agamanya itu yang salah. Jika kita sepakat tentang KEKELIRUAN DALAM CARA PENAFSIRAN ajaran agama oleh umat Islam (catat: yang keliru adalah orang Islamnya, bukan ajarannya), maka dalam menyikapi maju-mundurnya umat Islam dengan mudah bisa dijawab. 1. Umat Islam di masa lalu maju, karena mereka MENAFSIRKAN SECARA BENAR ajaran Islam, dan mempraktekkan penafsiran yang benar tersebut. 2. Umat Islam di masa sekarang mundur, karena mereka MENAFSIRKAN SECARA KELIRU ajaran Islam, dan mempraktekkan penafsiran yang keliru tersebut. Pernyataan saya ini saya nilai segaris dengan Pak Danardono Hadinoto. Agama (agama manapun), dalam arti PENAFSIRAN MANUSIA terhadap kebenaran, memang bisa salah. Kalau Ulil bicara dengan cara seperti ini, saya pikir tak akan timbul kontroversi. Entah, jika dia memang sengaja menyulut kontroversi dengan memilih kalimat-kalimat yang tidak akurat... Saya khawatir, jangan-jangan kita berdebat panjang lebar bukan karena sesuatu yang esensial, tetapi hanya gara-gara penggunaan kata dan kalimat yang tidak akurat. Begitu lho, Satrio --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > Buat saya, agama itu bukan kebenaran yang absolut. > Tuhan mungkin bisa jadi kebenaran yang absolut. Tapi > agama--dengan segala penafsiran yang dilakukan oleh > manusia--bisa saja salah. > > Peace, > > DH: Nicely said...that's it...... > > Agama hanyalah wahana tak pernah tujuan...thus, > jangan agungkan wahana, nanti kita akan terus > menerus dijalan, tak pernh sampai ditujuan > > Salam > > danardono > > > Saya sih ga se-ekstrem Ulil. > Penafsiran atas Islam-lah yang sering salah. > > Tapi saya sepakat kok dengan apa yang dikatakan Ulil > pada bagian, > > "Jangan samakan antara Islam dan orang Islam." Orang > itu hendak mengatakan, Islam tak bisa salah, orang > Islam bisa. Kalau ada orang Islam berbuat salah, itu > bukan karena Islam, tetapi karena orang itu sendiri. > Sementara itu, saya berkata dalam hati. Ketika > banyak > orang Islam berbuat kebaikan, bolehkah saya katakan, > itu bukan karena Islam, tetapi karena "watak baik" > orang itu sendiri? Dalam kasus pertama, Islam > dibebaskan dari tanggung jawab. Dalam kasus kedua, > kenapa Islam dianggap bertanggungjawab? Apa yang > membedakan antara keadaan pertama dan kedua?" > > Saya pikir, opini UIil ini juga jelas berlaku untuk > agama-agama yang lain. > > Kayaknya Saudara Satrio menanggapi opini Ulil dengan > emosi, jadi dia ga 'menangkap' esensi tulisan Ulil. > Saya menangkap ajakan Ulil bagi umat Islam untuk > melakukan otokritik. > > Ramai-ramai meninggalkan Islam? Jelas bukan itu > ajakan > tulisan Ulil. Tapi meninggalkan kesalahan yang > dilakukan agama dalam konteks kehidupan kini. > > Buat saya, agama itu bukan kebenaran yang absolut. > Tuhan mungkin bisa jadi kebenaran yang absolut. Tapi > agama--dengan segala penafsiran yang dilakukan oleh > manusia--bisa saja salah. > > Peace, > > > --- Satrio Arismunandar > <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > Ulil bilang: > > > > > > Islam bisa salah? > > > > Kenapa tidak? > > > > Atau lebih baik saya katakan: banyak ajaran > > Islam > > > > (bukan orang Islam) yang sudah tak sesuai > dengan > > > > zaman, dan kalau dilaksanakan sekarang, ya > jelas > > > > salah. > > > > Kesimpulan dan implikasi pernyataan Ulil sangat > > jelas: > > > > ULIL PERCAYA, BANYAK AJARAN ISLAM SUDAH TIDAK > SESUAI > > DENGAN PERKEMBANGAN ZAMAN > > > > KARENA ITU, (KONSEKUENSI LOGISNYA) MARILAH KITA > > RAMAI-RAMAI MENINGGALKAN AJARAN ISLAM. > > BEGITU, BUKAN? > > > > Yang membuat saya bertanya-tanya, mengapa Ulil > tetap > > mengaku Islam, jika dia percaya bahwa banyak > ajaran > > Islam tak sesuai dengan perkembangan zaman? Buat > apa > > berpegang atau menganut ajaran yang ia anggap > sudah > > usang dan tidak menjawab permasalahan zaman? > Kenapa > > Ulil bersikap setengah-setengah? > > > > > > > > > > --- Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> > > wrote: > > > > > > > > > > > setelah pak andreas bicara jujur, saya kira > orang > > > islam > > > juga sepantasnya bicara jujur tentang dirinya > > > sendiri.... > > > > > > ini oleh-oleh dari tetangga sebelah.... > > > > > > salam, > > > > > > > > > > > > >To: [EMAIL PROTECTED] > > > >Subject: Re: ~JIL~ Islam atau orang Islam? -- > > > Pertanyaan2 nakal > > > > > > > > > > > >--- Ulil Abshar-Abdalla <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > > > > > > > > Salam, > > > > > Ketika kritik-kritik muncul terhadap Islam, > > > biasanya > > > > > orang Islam akan mengatakan, "Jangan samakan > > > antara > > > > > Islam dan orang Islam." Orang itu hendak > > > mengatakan, > > > > > Islam tak bisa salah, orang Islam bisa. > Kalau > > > ada > > > > > orang Islam berbuat salah, itu bukan karena > > > Islam, > > > > > tetapi karena orang itu sendiri. > > > > > > > > > > Sementara itu, saya berkata dalam hati: > > > > > > > > > > Ketika banyak orang Islam berbuat kebaikan, > > > bolehkah > > > > > saya katakan, itu bukan karena Islam, tetapi > > > karena > > > > > "watak baik" orang itu sendiri? > > > > > > > > > > Dalam kasus pertama, Islam dibebaskan dari > > > tanggung > > > > > jawab. Dalam kasus kedua, kenapa Islam > > dianggap > > > > > bertanggungjawab? Apa yang membedakan antara > > > keadaan > > > > > pertama dan kedua? > > > > > > > > > > Apakah karena "Islam can do no wrong"? > > > > > > > > > > Apakah, jika demikian, bedanya dengan > penguasa > > > Orde > > > > > Baru dulu yang mengatakan "Pancasila can do > no > > > > > wrong"? > > > > > Kalau ada yang salah di negara Pancasila, > itu > > > > > orangnya, bukan Pancasilanya? > > > > > > > > > > Apakah bedanya dengan kaum marksis yang > > > mengatakan > > > > > "Marxism can do no wrong"? Kalau ada yang > > salah > > > > > dalam marksisme, itu orangnya, bukan > > > ideologinya? > > > > > > > > > > Bukankah pembela "buta" semua ideologi > > bersikap > > > > > sama: > > > > > "This or that can do no wrong?" > > > > > > > > > > Kalau orang Islam gagal di zaman modern, > > > salahkah > > > > > orang mengira bahwa Islam telah gagal? > > > > > > > > > > Kalau orang Islam menunjuk masa kegemilangan > > > masa > > > > > lampau sebagai bukti keberhasilan Islam, > > apakah > > > > > dengan demikian Islam adalah "agama masa > > > lampau", bukan > > > > > agama masa kini? Kalau agama masa kini, > kenapa > > > sekarang > > > > > gagal? > > > > > > > > > > Jika Islam tak bisa membuktikan diri sebagai > > > agama > > > > > yang berhasil melalui prilaku umatnya, lalu > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

