Pak Taruna percaya dg data IPM (HDI) tsb? Saya ingatkan beberapa data
untuk menghitung composite indices-nya datang dari data World Bank,
jadi mungkin sebagian akan menganggap bahwa ini akal2an WB buat
menjerumuskan Indonesia spy percaya bahwa kita memang lagi berdarah-darah.

Buat yang tidak terlalu alergi dg data dari lembaga internasional,
saya pikir memang ini suatu peringatan bagi kita semua. Tapi kan
report ini dikeluarkan setiap tahun, setiap tahun pula index kita
menurun terus. What's wrong? Ini pertanyaan gampang2 susah.

Saya ingin menambahkan satu lagi, HDI itu adalah indeks gabungan untuk
mencerminkan pencapaian rata2 suatu negara dalam 3 dimensi dasar
pembangunan manusia. Jadi yang dihitung adalah angka harapan hidup,
tingkat melek huruf orang dewasa dan enrolment ratio disekolah, dan
perkapita PPP (bukan perkapita GDP).
 
Nah, kalau kita ukur tahun ini, bbrp data adalah estimasi dari tahun
lalu atau malah 2 tahun yl, karena tidak setiap tahun ada sensus untuk
semua indeks diatas. Kemudian, indeks diatas umumnya bukan hasil dari
kejadian pada waktu yang sama, misalnya: angka harapan hidup th 2005
tentunya dipengaruhi oleh faktor2 yang terjadi pada tahun2 sebelumnya.
Tingkat melek huruf th 2005 juga, tidak berarti bahwa rakyat kita yang
baru belajar th 2005 ini akan langsung terhitung didalamnya. 

Jadi ada time lag dari proses ke fakta yang ada. Tidaklah adil kalau
kita menimpakan kesalahan ini pada pemerintahan SBY sekarang saja.
Banyak faktor2 yang telah terjadi dari bbrp tahun sebelumnya. Sama
seperti kasus busung lapar, saya pikir keadaan itu tidak terjadi dalam
hitungan minggu, tetapi akumulasi beberapa waktu. 

Begitu pula seandainya pemerintah dan masyarakat saat ini bersama2
memerangi kemiskinan dan kebodohan, hasilnya baru akan tercermin dalam
perbaikan indeks mungkin tahun depan, atau mungkin 2-3 tahun kedepan.
Hope we can do that. Karena itu kalau kita menggunakan data HDI dalam
model ekonomi pertama2 kita harus mencari dulu time lag yang tepat. 
Begitu saja tambahan saya, maaf kalau kepanjangan.

salam,

fau


--- In [email protected], Taruna Ikrar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kapan Indonesia akan maju, kalau kita tidak berupaya memperbaiki
bangsa ini mulai dari sekarang.
> Dan tentunya tanggung jawab kita semua,
> Gambaran tentang bangsa kita dapat dilihat pada laporan berikut:
> wassalam
> Taruna Ikrar
>  
> Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Raih Peringkat
> 117Publikasi: 05/07/2005 16:23 WIB
> eramuslim - Indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia
> 2005 berada pada level 117 dari 175 negara yang
> mendapat penilaian dari lembaga kependudukan dunia,
> United Nations Development Programme (UNDP). Posisi
> Indonesia dalam hal IPM jauh lebih rendah dari
> Malaysia, Filipina bahkan Vietnam yang berada pada
> posisi 110.
> 




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke