Mbak Wulan, Pak Danardono, Mas Nizam, Saya pikir kita bisa sepakat pada satu hal. Di depan ke-Maha Kuasa-an Allah dengan segala sifat-Nya ini kemampuan pikiran kita tak berarti apa-apa.
Maka kita harus rendah hati mengakui ini... Segala nilai yang kita atributkan pada Tuhan, itu lebih merupakan upaya kita dalam mencoba memahami-Nya dan mendekati-Nya. Tapi, Tuhan benar-benar di luar segala kemampuan kita untuk memahami sepenuhnya. Memahami isi kepala Ulil, Gus Dur, atau istri saya saja saya sering bingung kok... apalagi memahami Allah Yang Maha Kuasa.... he..he..he... --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > wulan_sulastri_ami <[EMAIL PROTECTED]> > schrieb: > > Ass. Wr. Wb. > Jadi ... yaa ...rada-rada sombong kalau kita > berusaha > menjangkau "pikiran Allah", karena untuk menjangkau > "pikiran ciptaan > Allah saja (alam semesta)", kita masih nggak bakal > nyampai, lebih- > lebih Allah. > ----------------------- > > DH: Saya sangat menyetujui statement ini, walau saya > coba mendekatinya dari sisi falsafah (August Compte, > Hermann Hesse, Baruch Spinoza), jadi dari sisi > lintas agama. > > Sang Pencipta adalah maha ada (omnipresent) dan > mahakuasa (omnipotent), ini adalah rangkuman > mengenai jatidiri sang Pencipta, yang kita semua > pasti sepakati. > > Dari sini saja, kita akan faham, bahwa tak ada > ukuran, dimensi yang dapat dipakai untuk > menggambarkan sang Pencipta. Esa? Tritunggal? yang > pasti, bukan dalam bilangan mathematis yang kita > kenal. Esa adalah bilangan yang kita jangkau, namun > ke maha ada an sang Pencipta ada diluar ke Esa an > ini. Jadi, bertengkar mengenai "Allah itu satu" atau > "Allah itu satu tapi tiga wujud" adalah dalam > pengertian diluar hitungan jari. > > Juga kata kata "Allah itu maha baik", "Allah itu > pemarah" atau apapun, adalah upaya manusia > membayangkan sang Pencipta, yang adalah lagi lagi, > diluar "baik" yang kita kenal. > > Ayah kita mungkin bagi anak anak adalah selalu baik, > namun bagi orang lain belum tentu. Jadi "baik" > menurut ukuran manusia adalah tidak absolut. Bush > adalah kejam bagi sebagian orang, namun pahlawan > kebanggaan bagi yang lain. Juga kata "pikiran" > adalah kata benda yang layak untuk manusia. > "Pikiran" adalah proses kata kerja "berpikir". > Sedang sang Pencipta yang maha kuasa, dan karena itu > maha tahu, tak perlu berpikir. > > Bayangkan saja, kita ketuk jari kita di keyboard > computer, satu huruf saja, lalu "enter", maka dalam > detik yang sama (atau seolah sama), huruf ini > diterima teman teman diseberang lautan. Nah, kita > baru mau berdoa, masih ter-bata bata menyusun > kalimat, sang Pencipta sudah mafhum apa yang ingin > kita doakan..Lalu kita ulang ulang doa kita, seolah > sang Pencipta itu tuli... > > Celakanya, kita yang sangat sentimental ini, suka > sekali, meng-andai andai, bahwa sang Pencipta akan > murka, akan sayang, akan ini akan itu, apabila kita > lakukan ini atau itu. > > Dalam khotbah di gereja, sang pendeta dengan mata > ber-api api begitu bahagia, katakan: "Tahukah kau, > Yesus yang Allah itu telah datang?".Saya seringkali > bayangkan, bagaimana ya? Sang Pencipta tak pernah > pergi dari alam ciptaanNya, dan selalu ada (omni > present), kok tiba tiba dikatakan "telah datang", > datang darimana? > > Dalam membayangkan,bahwa sang Pencipta adalah > semacam ayah (Bapak Disurga), atau penguasa (bahasa > Jawanya "Kanjeng Gusti Allah"), maka dibayangkan, > sang Pencipta itu murka, lalu mengirimkan bencana. > Ini juga telah dipercaya oleh budaya budaya kuno, > seperti Mesir kuno, Maya, Zoroaster,dan lain lain. > Ayah memang sering murka, atau marah lalu menghukum, > demikian juga sang penguasa. > > Karena itu, kita harus memahami keterbatasan kita, > seperti yang Anda katakan secara tepat, dan tak > mencoba mentransport atau mentransfer imaginasi kita > pada sang pencipta. Hasilnya pasti tak karu karuan. > Atau kita saling bertengkar debat debatan, mengenai > apa yang kita bayangkan. > > Dua ekor kutu berdebat mengenai bagaimana ya rupanya > gajah, padahal, kuku kaki gajah saja bagi sang kutu, > sudah merupakan lapangan sepak bola kali seribu... > > Salam > > Danardono > > > > > > > > Kalau menurut saya, tulisan Ulil itu memang rada > sedikit nggak pas > saja. Karena menempatkan "kemampuan" Allah ke dalam > pikiran kita. > Padahal akal/pikiran kita tidak akan pernah mampu > menjangkau "kemampuan" Allah. > Yang mampu kita jangkau benar-benar hanya "kemampuan > ciptaan" Allah. > Ciptaan Allah dalam hal ini adalah "Alam Semesta", > dan "alam > semesta" itu bukan "benda mati", melainkan "benda > hidup". > > Alam semesta itulah yang sedang berproses terhadap > kebaikan dan > kejahatan. Jadi bukan ada dua tuhan (tuhan jahat dan > tuhan baik). > Melainkan memang ada dua fenomena alam semesta, > yaitu kebaikan dan > kejahatan. Dan kecenderungan keduanya adalah > menyeimbangkan diri. > Disinilah Allah benar-benar Maha Adil. Yaitu > menciptakan "alam > semesta" yang senantiasa berproses terus terhadap > kebaikan maupun > kejahatan. > Oleh karena itulah di alam semesta ini ada setan, > ada nabi, lalu ada > perangkat komputasi Allah (alias malaikat yang punya > peran dan > fungsi masing-masing), ada nabi, ada rosul, dsb-nya. > > Proses kebaikan-kejahatan itu akan berlangsung > semakin rumit, disaat > kemampuan manusia di bumi ini, sudah bisa mencapai > di luar tata > surya kita. Karena saat itulah kita bertemu dan > berinteraksi dengan > mahluk ciptaan Allah yang lain lagi. Disanapun ada > baik dan ada > jahat. > > Jadi begitulah, Allah benar-benar Maha Adil dan Maha > Besar dalam > menciptakan Alam Semesta, .... sampai-sampai ... > maaf (Pak/Bu) Ulil > berasumsi "sementara" bahwa proses baik dan jahat > itu datangnya dari > Allah. Padahal bukan, itu datangnya dari Alam > Semesta ini, yaitu > dari salah satu ciptaan Allah yang Maha Kuasa tadi. > > Apakah Allah menciptakan Alam Semesta lainnya ? Wah > ... pikiran/akal > kita menjangkau Alam Semesta yang satu ini saja > nggak pernah bakal > nyampai. Apalagi kita berusaha menjangkau "pikiran" > Allah. Wow ... > pengetahuan kita ini terlalu kuecil. > > Untuk memahami (menganalisis dengan akal/pikiran > kita) makna yang > terkandung dalam setiap kalimat Allah di Al Qur'an > saja, sampai > akhir jaman, manusia nggak akan pernah bisa tuntas > memahaminya. > Mulai dari menganalisis, apakah benar malaikat itu > "gelombang > elektromagnetik" karena di Al Qur'an disebutkan > sebagai "cahaya" > yang dalam bahasa fisikanya, cahaya itu khan > terlihat, jadi yang > dimaksud Al Qur'an itu adalah Gelombang > Elektromagnetik, mempunyai > sifat cahaya namun tidak tampak. > Nah yang begini ini saja, kita nggak nyampai-nyampai > kok. > Karena benar-benar sangat dalam dan sangat luas > makna sesungguhnya > di dalam Al Qur'an. > Padahal Al Qur'an itu bagian dari Alam Semesta ini. > Lebih-lebih > menjangkau Alam Semestanya. Terlebih lagi "si > Pembuatnya". > > Jadi ... yaa ...rada-rada sombong kalau kita > berusaha > menjangkau "pikiran Allah", karena untuk menjangkau > "pikiran ciptaan > Allah saja (alam semesta)", kita masih nggak bakal > nyampai, lebih- > lebih Allah. > > Ok deh ... sekedar urun rembuk lho. Mohon nggak ada > yang tersinggung > atau merasa dilangkahi. Terima kasih. > > Hormat saya, > Wass. > === message truncated === __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

