THE 10 CREDOS OF COMPASSIONATE MARKETING Oleh :
Hermawan Kartajaya
"CAN YOU PRACTICE WHAT YOU PREACH, AND WOULD YOU TURN
THE OTHER CHEEK?"
WHERE IS THE LOVE, BLACK EYED PEAS
Saya merasa terhormat ketika diundang untuk berceramah
bersama dengan KH Abdullah Gymnastiar. Bagi saya, Aa
Gym adalah asset nasional. Dan kalau kalau orang di
seluruh dunia tahu, sebetulnya Aa Gym sudah merupakan
asset dunia.
Karena itu ketika saya mendapat undangan untuk mengisi
ceramah bersama Aa Gym, saya langsung membentuk tim di
MarkPlus&Co yang terdiri dari teman - teman Muslim.
Saya minta mereka mempelajari buku - buku Aa Gym,
berkonsultasi dengan pakar bisnis Islam, dan
mempelajari kitab suci untuk memperkaya konsep yang
sedang saya kembangkan.
Inilah konsep Compassionate Marketing yang pertama
kali saya share bersama Aa Gym di Bandung beberapa
waktu yang lalu.
Saya melihat, dengan berkembangnya IT yang semakin
meningkat, informasi semakin banyak, ternyata orang
menjadi semakin bingung. Tidak seperti yang dulu
diharapkan, kalau informasi semakin banyak, kita
semakin pasti. Akibatnya, sekarang orang lebih
membutuhkan spiritualitas dari pada dulu.
Dalam pikiran saya ada tiga era perkembangan
spiritual.
Era pertama ketika orang melakukan polaris, antara
spiritual itu sendiri dan bisnis. Saya masih ingat ada
salah satu bos yang tidak perlu saya sebutkan namanya.
Dia adalah salah satu bos besar dalam bisnis di
Indonesia. Bos ini mengatakan pada saya "Hermawan,
kalau kamu mau berbisnis jangan berpikir soal agama.
Bisnismu itu di kiri, agama itu di kanan. Kalau kamu
mau mendalami agama, pelajarilah betul - betul,
jadilah kiai, jadilah pendeta, jadilah biarawan."
Inilah yang saya sebut sebagai era pertama ketika
orang benar- benar memisahkan antara urusan spiritual
dengan urusan bisnis.
Kemudian muncul era kedua, yang dimulai ketika keadaan
makin tidak menentu. Ketika lanskap bisnis semakin
berubah terus, tidak stabil, orang mulai bingung,
orang mulai melakukan yang namanya balancing. Mereka
berbisnis dengan cara dunia, mereka tidak segan -
segan meminta - minta, berkolusi ataupun melakukan
tindakan - tindakan yang tidak etis. Tidak malu -
malu, karena pada umumnya semua pebisnis melakukan hal
seperti itu. Bahkan kalau pebisnis tidak melakukan hal
seperti itu, mereka dianggap bukan pebisnis.
Namun ada sejumlah pebisnis yang menyumbangkan
sebagian hasil binisnya yang dilakukan secara kurang
etis tersebut untuk kepentingan spiritual. Jadi
semacam Robin Hood. Di era tersebut orang akan
berpikir, saya binisnya boleh menyuap, boleh menerima
hasil korupsi asal uangnya disumbangkan lagi untuk
kegiatan - kegiatan kemanusian, social dan keagamaan.
Saya melihatnya era ini sudah berlalu. kita mesti
masuk pada era ketiga, bukan lagi era balancing tetapi
masuk pada era integration. Menurut pendapat saya
sekarang sudah tiba saatnya, bahwa kita harus
melakukan 100% bisnis, 100% spiritual.
Jadi tidak perlu lagi ada polarisasi : kalau saya
berbisnis, tidak perlu spiritualitas, kalau saya
mandalami spiritualitas, tidak boleh lagi berbisnis.
Atau dengan cara kedua, balancing, saya berbisnis
dengan cara yang tidak spiritual. Boleh korupsi asal
hasilnya saya sumbangkan untuk kegiatan spiritual.
Menurut saya, sekarang the ultimate stage adalah stage
ketiga. Kita bisa melakukan 100% bisnis dan spiritual
sekaligus. Dan kalau kita persempit dalam dunia
marketing, orang akan bertanya - Tanya, apa bisa kita
menjalankan 100% marketing 100% spiritual?
Keraguan ini muncul karena banyak orang salah
mengerti, yang dimaksud dengan marketing hanyalah
selling. Dan kebanyakan salesman adalah orang yang
omong besar dan manis. Yang dijanjikan seperti ini,
tapi yang diserahkan bukan itu. Hal ini membuat banyak
orang salah mengerti. Marketing diidentikkan dengan
selling. Sedangkan selling itu diidentikkan dengan
cheating. Ini yang keliru!
Kalau kita telusuri lebih mendalam akar - akar
marketing yang sebenarnya, saya menemukan sepuluh hal
yang saya piker sama sekali tidak boleh
dipertentangkan, bahkan tidak boleh diseimbangkan,
tetapi harus diintegrasikan dengan nilai - nilai
spiritual. Dari telusuran saya bersam tim, ternyata di
dalam Kitab Suci dan Hadist banyak sekali ditemukan
nilai - nilai spiritual dalam bisnis. Perkenankanlah
saya untuk mengutarakan konsep "The 10 Credos of
Compassionate Marketing" berikut ini satu per satu,
mudah - mudahan ada inspirasi untukkita semua.
PRINSIP # 1 LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR
COMPETITOR
Cintailah pelanggan Anda, dan hormatlah pada
competitor Anda. Tim saya menemukan ada disuatu
hadist: "Allah tidak akan berbelas kasih pada
seseorang bila ia tidak mengasihi sesamanya," Hadist
riwayat Bukhari, dan Thabrani. Dan tim saya juga
menemukan suatu quotation, "Dan janganlah
sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum
mendorongmu untuk berlaku tidak adil," Al Qur'an surat
Al Maidah : 8
Aa Gym sudah jelas mengatakan, mengapa harus takut
bersaing? Bersaing itu bagus. Kalau tidak ada lawannya
kita selalu menjadi juara, tapi apa artinya juara?
Bagi orang marketing kita harus melihat hal - hal
sebagai berikut :
Pertama, competitor akan memperbesar pasar, sebab
tanpa competitor industri tidak akan berkembang.
Sebagai contoh, orang yang menjual martabak di suatu
tempat, kalu tidak ada orang yang menjual martabak di
sebelah - sebelahnya, maka pasar permartabakan mungkin
tidak akan besar. Jadi your competitor will increase
your market.
Kedua, competitor Anda sebetulnya perlu dibenchmark,
mana yang bagus dan mana yang jelek. Yang bagus harus
ditiru, namanya benchmarking. Dalam istilah manajemen,
mempelajari competitor itu tidak ada yang salah, malah
dianjurkan.
Ketiga, kalau Anda tahu competitor Anda melakukan
strategi, barangkali belum tentu Anda harus meniru
dia. Ada yang perlu ditiru, tapi justru ada yang harus
dilakukan diferensiasi, yakni dengan menciptakan hal
yang berbeda dengan apa yang telah dimiliki oleh
competitor.
PRINSIP # 2 BE SENSITIVE TO CHANGE AND BE READY TO
TRANSFORM
Dunia tidak akan selamanya seperti ini. Lanskap bisnis
akan terus berubah. Kompetisi yang semakin sengit
tidak mungkin dihindari lagi. Globalisasi dan
teknologi akan membuat pelanggan semakin pintar. Kalau
kita tidak sensitive dan tidak cepat - cepat mengubah
diri, maka kita akan habis. Tim saya menemukan,
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum
sehingga mereka akan mengubah keadaan yang ada pada
mereka sendiri," Al Qur'an Surat Ar - Ra'd : 11.
Dan saya ingat cerita yang indah Nabi Nuh yang
dibisiki Tuhan bahwa akan ada banjir besar, tapi Nabi
adalah orang yang sensitif. Lalu Nabi Nuh membuat
kapal. Kita bukan Nabi, tidak munngkin Tuhan itu
dengan gampang membisiki kita kalau kita tidak sangat
dekat dengan Tuhan. Karena itu kita harus mendekatkan
diri pada Tuhan secara terus menerus mengasah
sensitifitas terhadap perubahan, sehingga kita lebih
siap menghadapi persaingan.
PRINSIP # 3 GUARD YOUR NAME, BE CLEAR WHO YOU ARE
Aa Gym sebelumnya telah mengatakan dengan jelas
tentang pentingnya menjaga nama baik. Menajdi koruptor
termasuk orang yang tidak bisa menjaga nama baik.
padahal di dalam marketing diajarkan, "brand name is
every thing". Seringkali orang membeli barang yang
brand name bagus, walaupun secara kualitas, barang
tersebut sama dengan yang lain. Guard your name be
clear of who your are.
Tim saya melihat, menyelidiki, dan memaparkan kepada
saya bahwa sebelum diangkat menjadi rasul, profesi
Nabi adalah berdagang yang dia lakukan sejak usia 12
tahun. Dalam berdagang Nabi dikenal jujur sehingga
mendapat julukan Al Amien. Mister Clean, Mister
Trusty. Jadi dengan demikian Nabi Muhammad sudah
memberikan contoh, bahwa positioning dan
diferensiasinya berbeda disbanding dengan pedagang -
pedagang lain.
PRINSIP # 4 CUSTOMER ARE DIFFERS, GO FIRST TO WHOM
REALLY NEED YOU
Sebetulnya ini adalah prinsip segmentation. Anda tidak
perlu pergi ke semua orang yang businessman, tetapi
pergilah ke orang yang betul - betul membutuhkan Anda.
Tim saya menemukan ayat : "Hai manusia sesungguhnya
Kami menciptakan kamu dari seorang laki - laki dan
perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan
bersuku - suku, supaya saling kenal mengenal,"
Al-Qur'an Surat Al Hujuraat : 13
Jadi kita berbisnis harus menetukan siapa target pasar
kita. Be honest kalau Anda tidak bisa melayani suatu
segmen karena Anda tidak mampu, jangan masuk ke situ.
Layanilah orang - orang yang betul - betul menjadi
priority target market Anda.
PRINSIP # 5 ALWAYS OFFER GOOD PACKAGE AT A FAIR PRICE
Dalam prinsip ini, kita tidak boleh menjual barang
jelek dengan harga yang tinggi, Sekali lagi tim saya
menemukan kata - kata yang sangat bagus sekali, "Tidak
dihalalkan bagi seorang muslim menjual barang yang
cacat, kecuali ia memberitahukannya," Hadist Riwayat
Ibnu Majah dan IbnuHanbal.
Saya juga membaca sendiri cerita di mana Nabi Muhammad
menemukan ada seorang pedagang menjual jagung basah
yang ditaruh tersembunyi. Nabi menyuruh pedagang itu
menaruh jagung tersebut di luar supaya orang tahu
kalau jagung itu basah.
Dan karena itu saya pikir, marketing yang benar adalah
marketing yang fair, di mana harga dan produk harus
sesuai. Kalau kita menipu orang dengan memberikan
produk yang jelek lama - lama akan ketahuan dan
akhirnya kita akan ditinggalkan orang. Nabi sudah
mengajarkan itu sejak dulu ketika beliau masih menjadi
seorang pedagang.
PRINSINP # 6 ALWAYS MAKE YOUR-SELF AVAILABLE, AND
SPREAD THE GOOD NEWS
Pada dasarnya, marketing harus menyebarkan kabar
gembira, tapi kabar gembira yang baik. Tim saya
menemukan suatu kata - kata yang bagus, "Ketika
Rasulullah mengutus sahabatnya untuk menyelesaikan
suatu urusan, beliau akan bersabda, sampaikanlah kabar
gembira dan janganlah menakut - nakuti, serta
permudahlah jangan mempersulit," Hadist riwayat Abu
Musa ra. Tim saya juga menambahkan, pada Al Qur'an
terdapat ayat : "Dan tiadalah Kami mengutus kamu
melainkan rahmat bagi semesta alam," Al Qur'an surat
Al Anbiyaa : 107.
Bagi saya, marketing adalah good news. Anda jangan
menjual dengan menodong, janganlah menjual dengan
surat rekomendasi. Kalau Anda melakukan monopoli, atau
mendapatkan proyek dengan surat rekomendasi pejabat,
ya mereka akan membeli tapi Karena todongan. Dan
yakinlah, hal itu tidakakan bertahan lama.
PRINSIP # 7 GET YOUR CUTOMER, KEEP, AND GROW THEM
Sekali Anda mendapatkan pelanggan, peliharalah
hubungan yang baik dengan mereka. Anda harus
memastikan bahwa mereka selalu puas dengan layanan
yang Anda berikan, sehingga mereka menjadi loyal
kepada Anda. Ini yang namanya keep the customer. Keep
the customer saja tidak cukup, seterusnya Anda juga
harus grow the customer. Artinya, Anda harus
meningkatkan value yang Anda tawarkan sehingga
pelanggan berkembang, maka otomatis value yang Anda
terima dari mereka juga akan berkembang.
Tim saya menemukan kata - kata yang juga sering
dikutip oleh Aa Gym : "Barang siapa ingin dimudahkan
rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah dia
bersilahturahmi," Hadist riwayat Muttafaqun Alaih. Itu
yang dinamakan customer relationship marketing atau
apa yang kita sebut CRM.
PRINSIP # 8 WHATEVER YOUR BUSINESS, IT IS A SERVICE
BUSINESS
Service business bukan hanya diterapkan pada bisnis
hotel. Service business bukan hanya diterapkan pada
bisnis retoran, tapi what ever your business Anda
harus mempunyai jiwa melayani pelanggan.
Tim saya menemukan lagi : "Karena tangan yang di atas
atau yang memberi lebih utama dari tangan yang
dibawah, atau yang menerima. Dan mulailah dengan orang
yang kau tanggung," Hadist riwayat Abu Hurairah ra. di
dalam marketing, customer satisfaction Anda tidak
melakukan marketing.
PRINSIP # 9 ALWAYS REFINE YOUR BUSINESS PROCESS IN
TERM OF QUALITY, COST, AND DELIVERY
Tugas sebagai marketer adalah untuk selalu
meningkatkan QCD : Quality, Cost, and Delivery.
Kasihan pelanggan kalau kita memberikan barang
yangrongsokan.
Tim saya menemukan : "Dan penuhilah janji, karena
janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya," Al
Qur'an Surat Al Israa : 34. Saya membaca, di dalam
Islam, dilarang melakukan tadlis, yaitu penipuan.
Dalam bisnis, penipuan itu banyak macamnya, baik yang
menyangkut kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan
serta harga.
PRINSIP # 10 GATHER RELEVANT INFORMATION, BUT USE
WISDOM IN FINAL DECISION
Prinsip ini mengingkatkan kita untuk terus menerus
belajar, belajar, dan belajar. Karena dunia ini
berubah terus, Anda tidak bisa menjadi businessman,
atau seorang marketer yang hanya menggunakan
pendekatan - pendekatan lama, walaupun pendekatan itu
dulunya bagus. Tapi sekarang, pendekatan - pendekatan
itu harus terus - menerus diubah atau diperbaharui.
Tim saya menemukan bahwa : "Allah akan meninggikan
orang - orang yang beriman di antaramu dan orang -
orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,"
Al Qur'an surat Al Mujadalah : 11
Menurut tim saya, dalam hadist juga disebutkan bahwa,"
Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi muslim", Hadist
riwayat Ibnu Majah dan Baihaki. Bahkan Nabi pernah
bersabda "Tuntutlah ilmu walau sampai ke Negeri Cina."
Saya belum berani mengatakan bahwa saya berbisnis
dengan jujur itu karena iman, karena saya merasa iman
saya belum sekuat Aa gym. Tapi dalam bahasa marketing,
saya sering mengatakan begini kepada 140 orang anak
buah saya, MarkPlus&Co harus benar - benar menjadi
konsultan yang mendapatkan proyek tidak boleh menyuap.
Dan saya berani menjamin bahwa dalm mendapatkan klien,
MarkPlus&Co selalu mendapatkan proyek dengan bersih,
termasuk di banyak BUMN. setiap saat saya selalu
menekankan pentingnya kejujuran. Kalau harus sampai
kalah dalam tender, tidak menjadi masalah, karena kita
sudah berani bermain secara fair. Tetapi saya belum
bern\ani mengatakan bahwa hal itu karena iman, tapi
lebih karena apa yang kita sebut sebagai diferensiasi.
Di dalam marketing kita mengatakan bahwa to be
different is very important, jadi jangan menjadi me
too atau peniru. Sebetulnya ajaran marketing terbesar
bukan berarti berjualan dengan menipu. ajaran
marketing terbesar adalah kenalilah competitor Anda,
dan jadilah different. Dan jagalah diferensiasi Anda
kepada pelanggan sehingga mereka menghargai
diferensiasi Anda. Dia membeli dengan jujur. Dia
membeli dengan senang.
MarkPlus&Co sudah dikenal barangkali karena sudah 15
tahun berkiprah di Indonesia. MarkPlus&Co menjadi
pioneer marketing sejak 15 tahun yang lalu, ketika Pak
Harto masih memiliki power. Saat itu tidak ada orang
yang percaya pada marketing, karena berbisnis itu
gampang asal dekat dengan kekuasaan.
Tetapi kondisi persaingan telah membuat orang butuh
marketing. Karena MarkPlus&Co yang memulai terlebih
dahulu, dari positioningnya jelas, tidak boleh menyuap
dalam bentuk apapun. Akhirnya semua orang tahu. Jadi
orang yang menghubungi kami sudah tahu, walaupun dia
kepala proyek dia tidak bakal mendapatkan apa - apa.
Kalau dia menginginkan sesuatu dari proyeknya karena
kebetulan dia memgang anggaran besar,tak mungkin
mereka minta dari kami.
Saya melihat tren dunia sebetulnya juga ke arah itu.
Walupun mungkin terdapat 70% atau bahkan lebih orang
yang melakukan bisnis dengan mengikuti arus. Di dalam
bisnis internasional, kita harus belajar dari kasus
keterpurukan Enron.
Good corporate governance (GCG) saat ini sudah menjadi
syarat mutlak perusahaan, apalagi perusahaan public.
Kalau perusahaan tidak menjalankan GCG dengan bagus,
tidak transparan kepada shareholder, main - main di
belakang dengan melakukan pembukuan ganda dan
sebagainya, makaharga sahamnya akan turun.
Dan pada waktu kami beberapa tahun yang lalu diminta
membantu sebuah bank syariah untuk merancang strategi
marketingnya, ketika bank syariah untuk pertama
kalinya dibuka untuk umum, saya percaya bahwa bank
syariah sesudah momen krisis ini saatnya muncul. Hal
ini mengingat positioning dari bank syariah sebagai
bank yang jujur, bank yang menerima simpanan orang
tetapi diusahakan secara jujur, dan keuntunganbersama.
Karena itu sekarang kita lihat di Indonesia bank
syriah itu berkembeng dengan pesat. Itu berkaitan
dengan kebutuhan setiap orang untuk berhubungan dengan
bank - bank yang jujur. Jadi menurut keyakinan saya,
sudah saatnya kita melakukan bisnis dengan dilandasi
semangat spiritual. Jadi 100% bisnis, 100% spiritual,
bukan balancing, bikan juga polaris, tetapi integrasi
antara bisnis dan spiritual.
Kalau kita betul - betul menjalankan integrasi,
menjalankan bisnis kita dengan cara jujur, secara iman
mungkinseperti yang dikatakan Aa Gym, akan mendapatkan
rezeki dari Tuhan. Tetapi secara marketing benar,
karena kita sedikit dari sekian orang yang melakukan
itu. Kita akan menjadi different, menjadi semacam
berlian dalam Lumpur.
Terakhir saya ingin menambahkan, bahwa semua topic
yang menjadi tema Aa Gym keyword-nya adalah hati. Hati
yang bening hati yang bersih, karena hati kelihatannya
sudah banyak yang hilang untuk saat ini.
Dan itu bukan Cuma tren Indonesia atau tren agama -
agama tertentu tapi saya kira tren universal. Sehingga
salah satu lagu yang menjadi hit di dunia dinyanyikan
oleh kelompok Black Eyed Peas, anak - anak muda dengan
gaya R&B berjudul "Where is the love." Dimanakah
cinta? Katanya, kebenaran masih tersimpan di bawah
karpet, jika kita tidak mengerti tentang kebenaran,
maka kita tidak akan pernah menemukan cinta.
Kebenaran, cinta dan moralitas, bermuara pada hati.
Mudah - mudahan kali ini Anda menemukan hati itu
kembali. Dan mulai berbisnis dengan hati
---------------------------------
Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/