--- In [email protected]
rehat/renungan
---
---
Beberapa hari lalu saya di Jkarta. Cari onderdil kendaraan di Senen,
sengaja nikmati kendaraan umum. Pulang, arah Senen KpMelayu, di
angkot tiba2 menyeruak 2 anak. Satu lelaki sekitar 8 tahun lainnya
bocah perempuan sekitar 3 tahun ! Keduanya dengan wajah dan tubuh
penuh kesan luka batin, tanpa aura kebahagiaan. Si boy jongkok di
pintu angkot sambil berdendang (serak!) soal derita hidup, si upik
membagikan lembaran kertas/amplop. Isinya :
ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB. SEBELUM SAYA MINTA MAAF KALAU SELEMBAR
AMPLOP INI MENGGANGGU KETENANGAN ANDA SEMUA DALAM PERJALANAN INI.
KEPADA YTH: BAPAK IBU/KAKAK-KAKAK SEMUANYA KAMI SEBAGAI ANAK JALANAN
MENGHARAPKAN PARTISIPASI ATAU ULURAN TANGAN BAPAK IBU DAN KAKAK-
KAKAK SEMUA SEKIRANYA SUDI MEMBANTU KAMI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN
KELUARGA KAMI SEPERTI : BIAYA SEKOLAH DAN MEMBANTU KEDUA ORANGTUA
KAMI YANG KURANG MAMPU, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH ATAS
PARTISIPASINYA. HORMAT KAMI KELUARGA KURANG MAMPU.
Si upik tampak kuyu kelelahan, akhirnya duduk di sebelah saya,
terkena semilir angin berdebu, ngantuk tertidur menyandar.
Tanpa babibu si boy membentaki karena banyak amplop kembali kosong,
hanya ada beberapa yang diisi penumpang.
Di sebelah lain saya ada anak muda, agaknya 'mahasiswa', malah asyik
membaca majalah "sab" yang biasalah bau partisan. Saya langsung
tonjok kesadaran anak muda itu, bahwa masalah bangsa
ini kemiskinan dan penjajahan, bukan zamannya membaca bacaan sesat
. Dia pun tersipu malu.
Saya terusik benar. Maka juga saya langsung "interogasi" si boy.
Kesimpulan : ini bukan murni. Ini diperalat sindikat bejat. Para
penumpang tampak takut-takut bertanggap. Sampai kampung melayu, kami
turun, mereka kusuruh makan, dan makin terkuak rahasia itu. Mereka
diperalat, mungkin ex anak-anak yang DICULIK.
Yang mengherankan, aparat POLISI juga di era-SBY, ternyata tidak
membawa perubahan dan solusi apapun.
Di luar pertemuan G8, banyak demo berseru tiap 3 detik ada seorang
bayi/balita mati karena kelaparan. Di sekitar kita, JUTAAN ANAK
menderita diperalat sindikat. Mereka mungkin anak saudara kita yang
semula hilang diculik!
Dengan mudah kita dan POLISI (atau DEPSOS) bisa jumpai mereka di
jalanan. Tetapi adakah solusi ?
Apakah kita merasa CUKUP DENGAN BERDOA sok suci di bawah lindungan
RohKudus dan sebagainya? Apakah para "agamis" memberi solusi ?
Lihatlah, penderitaan ada dimana-mana. Masih puaskah dengan AYAT ?
Semoga TUHAN YANG MAHARAHIM memberikan kesadaran kepada saudara-
saudara yang mengaku beriman/beragama.
Masalah-masalah sosial berat kita hadapi, marilah berpeduli dan
bersatu turut mengatasinya, dengan PERBUATAN juga. Tak mungkin orang
per orang mengatasinya.
Iman mati tanpa perbuatan.
SALAM
--- End forwarded message ---
--- End forwarded message ---
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/