----- Original Message ----- From: <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, July 05, 2005 3:50 PM Subject: [daarut-tauhiid] Surat Margaret Marcus<->Maududi-3/12
> > > New York, 8 Maret 1961 > > Maulana Maududi yth > > Saya terima surat anda tertanggal 25 Februari 1961 yang membuat saya sangat > bahagia, karena saya dapatkan jawaban yang terperinci dan bijaksana tentang > berbagai hal yang sudah lama saya timbang-timbang dengan serius sejak dalam > pikiran saya. > > Bersama ini saya sertakan esai-foto dari majalah "Look" tentang mode > mutakhir pakaian wanita. Bagi saya hal itu amat menjijikkan dan saya tolak > mentah-mentah. Lebih baik mati daripada saya tampak mengenakannya. Tujuan > para perancang mode di Amerika dan Eropa dalam membuat berbagai rancangan > adalah untuk membuat wanita Barat-modern tampak seperti pelacur. > Pelacur-pelacur sekalipun tidak melakukan hal seekstrim yang dilakukan oleh > mereka yang disebut-sebut sebagai wanita "terhormat". Oscar Wilde > menyatakan kebenaran tatkala berbicara bahwa mode adalah sesuatu yang > sangat buruk, ia harus diubah tiap enam bulan. Salah satu fungsi pakaian > adalah tentunya untuk kesopanan. Seperti yang anda saksikan dalam gambar > tersebut, mode Barat-modern untuk wanita itu dirancang secara khusus untuk > seks yang dikomersilkan. > > Upaya paling pertama yang saya lakukan setelah memeluk Islam dan melakukan > shalat adalah memperpanjang pakaian-pakaian saya. Keluarga saya terkejut > ketika melihat saya berpakaian panjang sampai menyentuh mata kaki, > sementara waktu itu para wanita berpakaian pendek sampai lutut. > > Di majalah-majalah populer Amerika dilancarkan propaganda yang gencar > tentang meningkatnya "emansipasi" di kalangan wanita di negara-negara > Islam, tentu saja sebagai dampak dari pendidikan Barat dan pengaruh > media-massa. Walaupun saya yakin bahwa setiap wanita mesti dididik agar > bisa memanfaatkan sepenuhnya kapasitas intelektualnya, namun tetap saya > pertanyakan keuntungan menganjurkan perempuan bekerja di luar rumah > (lebih-lebih bagi mereka yang mempunyai anak kecil), untuk berlomba dengan > lelaki di kantor-kantor dan pabrik-pabrik sambil menyerahkan asuhan > anak-anak mereka kepada taman kanak-kanak dan penunggu-anak. > > Beginilah yang benar-benar terjadi di Uni Sovyet dan Cina Komunis; > negara-negara yang para penguasanya menggunakan "emansipasi" wanita dengan > sengaja untuk menghancurkan keluarga. Dalam tingkat yang lebih ringan, > situasi seperti ini terjadi pula di negara saya. > > Cerita anda tentang Muhammad Assad dalam surat yang lalu membuat hati saya > terguncang dan sedih. Tidak pernah saya menaruh rasa curiga, bahwa dari > tulisan-tulisannya yang terakhir, maupun dari surat-suratnya kepada saya, > bahwa ia bukan orang muslim yang kukuh dan taat. Tidak bisa saya lupakan > tulisannya yang luar biasa dalam bukunya Islam at the Cross-road (Islam di > Simpang Jalan), tentang perlunya orang Islam mengikuti al-Qur'an dan Sunnah > dengan ketat bila diharapkan Islam bisa bertahan dan berkembang. > Argumentasi-argumentasinya tentang Islam sungguh sangat nyata. Selain > karena kesulitan keuangannya sebagaimana yang anda ceritakan, saya tak > habis pikir mengapa pikirannya dapat berubah seperti itu. Saya berdoa > kepada Allah agar hal yang serupa tidak menimpa diri saya. > > Dapatkah anda terangkan secara terperinci tentang program-program yang anda > gariskan untuk Universitas Islam Raja lbnu Saud yang baru? Semula saya > perkirakan bahwa universitas tersebut akan menganut model dan pola > al-Azhar. Tetapi beberapa hari yang lalu saya baca artikel yang mengatakan > bahwa universitas yang direncanakan tersebut pada pokoknya bersifat sekular > dan berpola Barat, dengan studi Islam hanya merupakan bagian kecil saja > daripada kurikulum. > > Artikel yang sama juga menguraikan rencana Raja Ibnu Saud untuk mengadakan > pembangunan kembali kota Makkah dan Madinah. Walaupun saya tahu bahwa > banyak bangunan-bangunan kuno di kota suci tersebut telah usang dan sangat > memerlukan perbaikan, saya hanya berharap agar bangunan-bangunan yang baru > akan disesuaikan dengan arsitektur Islam, karena seluruh suasana di tempat > itu akan rusak-binasa bila mereka meniru model-model ultra modern itu. > > Saya sendiri tidak menyukai arsitektur modern karena ia bertentangan dengan > kriteria-kriteria keindahan, simetri, keanggunan dan kehangatan. Setiap > kali saya kunjungi markas besar PBB (contoh bangunan modern yang menonjol), > saya seolah-olah terpukul oleh kesuraman, kegersangan dan kedinginan > bangunan-bangunan yang menjulang tinggi itu yang nampak tidak lebih > daripada kotak-kotak raksasa berjendela kaca. > > Saya pikir arsitektur kontemporer yang menjadikan kota-kota kita berwajah > lebih buruk setiap hari itu adalah pantulan yang sempurna dari penolakan > seluruh nilai-nilai rohani oleh para perancangnya, Kota Makkah-Madinah jauh > lebih baik tetap tua dan bahkan bobrok daripada meniru kota-kota modern. > > Walau sedikitpun saya tidak tahu tentang Islamic Centre di Montreal sampai > anda menceritakannya pada surat yang baru lalu, namun sejak selesai > dibangun tahun 1957, saya selalu melakukan kontak dengan Masjid Washington. > Musim panas yang lalu saya melakukan perjalanan ke Washington hanya untuk > melihatnya, berbicara serta bertukar pikiran dengan direkturnya, Dr. Mahmud > F. Hoballah, yang seperti halnya Dr. Syoreibah adalah lulusan universitas > al-Azhar. > > Masjid Washington dibangun secara serasi dan sesuai dengan arsitektur Islam > tradisional, seindah masijid-masjid lain di tempat lain di dunia ini. Satu > hal yang membuat saya bersedih adalah bahwa penguasa Washington tidak > mengizinkan dikumandangkannya azan lewat menara, dengan pertimbangan akan > menganggu daerah non-muslim dan mereka menganggapnya sebagai gangguan umum. > Mesjid hanya dipakai untuk shalat Jum'at Sepanjang pengamatan saya, jumlah > jemaah yang mengunjungi masjid itu hampir mendekati nol. > > Tahukah anda akan adanya kampanye menentang puasa bulan Ramadan yang > dilancarkan oleh Presiden Tunisia, Habib Borguiba? Dia mengeluarkan > pernyataan bahwa puasa berbahaya bagi kesehatan dan puasa bertanggung jawab > terhadap kemunduran-kemunduran ekonomi Tunisia, karena produksi industri > mengalami penurunan selama Bulan Puasa. Adapun orang yang memaksakan untuk > melaksanakan ibadah puasa difitnah sebagai "reaksioner". > > Target utama gigitan berbisa dari Presiden Habib Borguiba ditujukan kepada > Rektor Universitas Zaitunah, universitas yang selama beberapa abad > merupakan pusat pendidikan Islam di Afrika Utara. Saya telah baca dari > surat kabar bahwa setiap mendekati Bulan Puasa di Uni Sovyet kaum komunis > memperhebat propagandanya melawan Islam. Propaganda komunis yang ditujukan > untuk konsumsi dalam negeri ini tidak pernah lupa menekankan kehancuran > ekonomi akibat Puasa Ramadhan, dengan alasan bahwa pekerja pabrik atau > petani akan kehabisan tenaga disebabkan puasanya. > > Alasan lain adalah bahwa orang Islam yang berhenti bekerja untuk > melaksanakan shalat dianggap telah melakukan penyabotan terhadap > produktifitas nasional. Walaupun Habib Borguiba dianggap sebagai sahabat > karib demokrasi Barat, namun dia sama sekali memakai taktik-taktik yang > sama dalam menentang Ibadah Puasa Ramadhan. > > Kenalkah anda dengan orientalis Dr. Wilfred Cantwell Smith, direktur > Institute of Islamic Studies, McGill University di Montreal? Bila kenal, > pernahkah anda baca bukunya Islam in Modern History (Islam dalam Sejarah > Modern) yang temanya bahwa Islam yang disampaikan dan diamalkan oleh > Rasulullah saw kepada alam sebagai "ketinggalan zaman", dan mestinya > menerima sekularisasi dan modernisasi bila diinginkan agar Islam tetap > bertahan di masa depan? Dalam bab tentang Pakistan, dia mengatakan tentang > anda sebagai berikut: > > "... Maududi hendak menampilkan Islam sebagai suatu sistem, yang dahulu > kala memberi satu himpunan-jawab terhadap masalah-masalah kemanusiaan, dan > bukannya suatu keyakinan yang di dalamnya Tuhan memberi karunia tiap > hari-baru dengan kekayaan yang bisa menjawab masalah itu sendiri ... > Kecenderungan-kecenderungan modern akan memandang sistem Maududi ini > sebagai ketinggalan zaman, sempit, ketetapan-ketetapan dan bentuknya > terlalu tegar untuk bisa menampilkan imperatif-imperatif tersebut bagi masa > kini, dan hendak mencari kebenaran Islam lebih banyak dalam bidang nilai, > dinamika dan semangat ... Lebih jauh lagi, dinilai dari pemaparan Maududi > sendiri, akan tampak bahwa ia bertujuan untuk melaksanakan sistemnya di > Pakistan bila ia dapat memperjuangkan kelompoknya untuk menduduki > kekuasaan. Juga dalam bentuk sistematis yang keras, Maududi menunjukkan > kecilnya perhatian, baik bagi kesejahteraan manusia umumnya maupun > pribadi-pribadi yang akan hidup di bawah kekuasaannya. Ideologinya tampak > hanya memberikan sedikit kelonggaran bagi harapan-harapan dan ketulusan > rakyat ataupun untuk kecenderungan yang oleh para penguasa sudah sering > ditunjukkan lewat sejarah manusia untuk menyimpangkan skema yang paling > baik sekalipun oleh penyimpangan individu ... Pergerakan Maududi merupakan > kompromi dan adaptasi antara sejarah Islam belakangan dengan tuntutan > kehidupan modern yang ia sarikan bagi pola statiknya, dan bukannya suatu > pandangan kreatif." > > Karena saya tahu bahwa bila surat ini sampai di tangan anda nanti, anda > betul-betul sangat sibuk dengan persiapan perjalanan ke Afrika, maka saya > tidak mengharapkan jawaban anda sampai anda kembali berada di Lahore lagi > akhir Mei nanti. > > Sahabat anda yang tulus, > > Margaret Marcus > > -------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- ---------------------------------------------------------------------------- ------ > > > Lahore, 1 April 1961 > > Nona Marcus yth > > Assalamu'alaikum warahmatullah, > > Surat anda tertanggal 8 Maret 1961 telah sampai di sini dengan segera, > tetapi tidak dapat saya balas lebih cepat karena kesehatan saya terganggu. > Sejak pertengahan Ramadan saya menderita nyeri yang amat sangat lagi terus > menerus di bahu kanan saya. Pengobatan yang diberikan sejauh ini belum bisa > menyembuhkannya. Akhirnya, dokter menasehatkan agar saya diberi penyinaran > sinar X yang kuat. > > Telah saya baca surat anda dengan penuh rasa tertarik. Gambar pakaian > wanita Amerika yang anda kirimkan itu bukan berita baru bagi saya. Telah > sering kami lihat wanita Eropa dan Amerika di Lahore mengenakan pakaian > dengan mode serupa. Saya telah melihat wanita Arab di Kairo, Beirut dan > Damaskus yang berkeliaran dengan pakaian yang sama. Sungguh tidak dapat > saya bayangkan bagaimana seorang wanita yang punya rasa kesopanan bisa > berpakaian seperti itu, walaupun di antara keluarga terdekatnya sekalipun, > apalagi di luar rumah! > > Saya benar-benar berbahagia mengetahui betapa anda memandang rendah > terhadap bentuk pakaian seperti ini. Jika anda bisa belajar bahasa Arab > atau Urdu dan belajar secara langsung perintah-perintah terperinci Nabi > Muhammad saw berkenaan dengan wanita, saya berharap, akan anda dapati hal > tersebut sangat sesuai dengan sifat kewanitaan sejati. > > Peran sosial yang harus dimainkan oleh wanita Barat itu bukanlah merupakan > "emansipasi" yang sebenarnya, tetapi merupakan perbuatan yang tidak wajar > dan perbudakan. Sebagai hasil dari propaganda yang salah dan menyesatkan > ini, kaum wanita mencoba untuk membuang sifat kewanitaan mereka sendiri. > Mereka pikir, menduduki tempatnya yang alami dalam kehidupan dan > melaksanakan tugas-tugas yang dikenakan oleh alam akan memerosotkan diri > mereka. Mereka malah mengejar kehormatan dengan upaya-upaya kelaki-lakian. > > Peradaban Barat telah terbukti berlaku sangat kejam terhadap kewanitaannya. > Di satu pihak ia menuntut agar wanita menduduki kodratnya sebagai wanita, > tapi di pihak lain peradaban ini mengajak mereka untuk menduduki dan > mengerjakan berbagai pekerjaan kaum pria. > > Dengan demikian, wanita diletakkan persis di antara dua batu gerinda. Lagi > pula, propaganda seperti ini telah memikat kaum wanita, sehingga mereka > merasa harus membuat diri mereka lebih menarik bagi lawan jenisnya. Dengan > demikian mereka telah memperkosa kesopanan mereka dengan mengenakan pakaian > yang minim atau bahkan telanjang. Mereka telah dijelmakan menjadi barang > mainan di tangan kaum lelaki. > > Islam telah membuktikan diri sebagai penyelamat kaum wanita, dengan > mengikatkan setiap wanita kepada seorang laki-laki dan memerdekakannya dari > semua laki-laki lain. Islam memberikan nilai yang tinggi bagi > kegiatan-kegiatan yang dikaruniakan oleh alam kepada kaum wanita. Peradaban > Barat, di lain pihak, telah menjadikan kaum wanita sebagai budak banyak > kaum lelaki dan melekatkan pengertian yang salah dengan menganggap seluruh > tugas yang seharusnya cocok untuk kaum wanita sebagai memalukan. > > Keterangan anda tentang Universitas Islam Madinah itu tidak benar. > Kurikulum yang saya ajukan dan telah disetujui oleh panitia yang ditunjuk > oleh Raja terdiri dari pengajaran al-Qur'an, Fikih, Ilmu Kalam dan Sejarah > Islam yang dikombinasikan dengan Filsafat Barat, Ilmu Hukum, Sejarah, > Ekonomi, Politik dan Perbandingan Agama, ditambah satu bahasa Barat: > Perancis, Inggris atau Jerman sebagai pilihan wajib. Pendidikan yang > wujudnya seperti ini tidak bisa dikatakan "sekular" ataupun "agamis" dalam > arti sempit masing masing istilah tersebut. > > Kami menghendaki agar Universitas ini betul-betul berbeda dari > sekolah-sekolah modern atau madrasah model lama dan mempunyai kedudukan > yang sama sekali unik. Ingin kami cetak sarjana-sarjana muslim yang > benar-benar memahami ajaran Islam yang dikombinasikan dengan pengetahuan > modern, sehingga mereka akan berkompeten untuk menerapkan nilai-nilai pokok > Ajaran Islam kepada masalah kehidupan masa kini. > > Seperti negara-negara Islam yang lain, Saudi Arabia saat ini merupakan > ajang perbenturan dua peradaban yang saling bertentangan. Penemuan minyak > telah memberikan kekayaan yang tidak terimpikan dan melimpah ruah. > Akhirnya, pintu air penahan peradaban Barat telah terbuka lebar. Riyadh > modern saat ini sedang tumbuh sebagai tiruan dari ibukota negara-negara > Barat di padang pasir Arab, demikian pula kota-kota Dhahran dan Jeddah. > Bahkan Makkah dan Madinah pun sedang dalam proses "pemodernan". > > Pada saat kritis seperti ini, bila kita gagal menghasilkan sarjana kelas > wahid yang dapat membekali negara Arab dengan kepemimpinan intelektual dan > praktis yang dibutuhkan, saya khawatir tempat suci Islam ini akan disapu > bersih oleh gelombang kebudayaan materialistik yang telah menimpakan > malapetaka di Turki. Dan sekarang, Mesir, Tunisia, Maroko, Indonesia dan > Pakistan sedang menderita genggaman mautnya. Saya pikir, tugas utama kita > adalah menyelamatkan pusat Islam dari bahaya yang terus meningkat ini. > > Presiden Tunisia, Habib Bourguiba dengan taat kini mengikuti Mustafa Kemal > Ataturk. Kesemua orang ini yang ingin disebut sebagai pemimpin Islam modern > ini telah melakukan pengkhianatan besar-besaran di negerinya masing-masing. > Ketika mereka lancarkan perjuangan untuk mengusir penjajah Barat, mereka > bujuk orang atas nama Islam. Tetapi segera setelah mereka pegang kekuasaan, > mereka anggap agama sebagai kambing hitam "kemunduran" bangsa. Dengan tanpa > ampun mereka padamkan segala pewujudan pemikiran dan kebudayaan Islam. > Orang-orang seperti itulah produk imperialisme. Mereka tak punya > pengetahuan ataupun penghargaan terhadap Islam. Mereka dididik dan > dibesarkan di Inggris, Perancis atau negara Eropa yang lain. > > Banyak di antara mereka yang menikah dengan wanita barat (istri Bourguiba > orang Perancis). Mereka benar-benar merupakan prototip masyarakat Barat > dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari. Umat Islam harus menerima > kepemimpinan mereka agar dapat memenangkan kebebasan politik mereka dan > kini pemimpin-pemimpin yang ter-eropa-kan ini berusaha melenyapkan > sisa-sisa terakhir peradaban Islam dari negeri mereka demi mengamankan dan > memperkuat kekuasaan politik mereka. > > Dr. Wilfred Cantwell Smith pernah bertemu muka dengan saya di tahun 1958 > ketika dia menghadiahkan saya sebuah salinan pelengkap dari buku yang anda > sebutkan dalam surat yang lalu. Orang-orang ini tidak berhasil membuat > Islam Baru untuk kita. Sia-sia mereka berharap agar kita meninggalkan Islam > yang benar dari Qur'an dan Sunnah untuk menerima model yang mereka > ciptakan. Mereka tidak sadar bahwa semua usaha mereka ditakdirkan akan > gagal. Seorang muslim harus tetap menjadi muslim dalam bentuknya yang > murni, dan Allah melarangnya untuk menyeleweng dari sumber Islam yang > murni. Sebab itu, mestilah ia pilih jalan tengah antara keduanya, dan > kesempatan-kesempatan untuk mempertahankan kelangsungan hidup Islam > suam-suam kuku seperti ini sangatlah suram. > > Saya terheran-heran melihat ketololan penguasa-penguasa Barat. Di satu > pihak mereka ingin agar orang Islam menghajar Komunis karena mereka ateis, > tetapi di lain pihak mereka anggap Islam sebagai ancaman. Karena itu mereka > berusaha melakukan de-lslamisasi orang-orang Islam dan menggalakkan segala > bentuk bid 'ah dan kemurtadan. Alangkah kasihannya orang-orang yang tidak > mengerti akibat ketololan mereka ini. Mereka selalu mendorong unsur-unsur > yang terus menyusupkan nilai-nilai yang bertentangan dengan Islam ke dalam > negara Islam, dan tak pernah lelah mengutuk orang-orang yang berjuang untuk > mempertahankan ruh Islam dan memfitnahnya sebagai "reaksioner" dan > "fanatik". Tak cukup puas dengan kecaman-kecaman seperti itu, mereka > jadikan pemimpin modern sebagai alat untuk memojokkan orang Islam yang > selalu berjuang demi kebangunan Islam. Hanya Tuhanlah yang tahu apa yang > akhirnya akan terjadi akibat sikap yang tidak bijak lagi sesat dari > orang-orang Barat pengkritik itu. > > Dr. Wilfred Cantwell Smith dan rekanan-rekanannya di kalangan kita mesti > yakin bahwa mayoritas orang Islam samasekali tak akan mungkin menerima dan > mempercayai "Islam" versi baru ini sebagai ajaran yang murni. Syukur kepada > Allah, bahwa sumber Islam yang murni al-Qur'an dan Sunnah masih tetap > perawan dan tidak tercampur. Selama masih ada seorang muslim yang dapat > menggunakan sumber-sumber asli ini, maka tak akan ada terbitan palsu yang > bisa beredar luas dan dipakai di kalangan umat Islam. Perjalanan saya ke > Benua Afrika mungkin akan tertunda sampai bulan Juli, karena kesehatan saya > tidak memungkinkan untuk bepergian. Lagi pula, teman Afrika saya menganggap > bahwa perjalanan saya akan lebih bermanfaat bila kerusuhan akibat pemilihan > umum di Kenya telah reda dan ketenangan politik telah pulih kembali. > > Teriring salam dan segala harapan, > > Abul A'la > > ============================================================================ ======================================================== > > > ---------------------------------> bersambung ke surat-4 > <----------------------------------------- > > > > > > > > > =================================================================== > Menuju Ahli Dzikir, Ahli Fikir, dan Ahli Ikhtiar > =================================================================== > Yahoo! Groups Links > > > > > > *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

