Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
 
> DH: Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan 
gading, manusia mati meninggalkan amal perbuatannya. Only that 
counts..

LD: Ini kan pribahasa berlaku buat kita manusia yang masih di dunia 
yang perlu mengenang amal baik manusia. Oke-Oke saja. Buat Sang 
Pemilik tempat yang SATU itu, apa harus begini juga kriterianya?

DH: peribahasa adalah kebijaksanaan leluhur yang diturunkan untuk dijadikan 
panutan. tentu didunia, setelah meninggalkan raga, kita tak hidup dalam 
peribahasa.

Bagaimana buat sang Pencipta, takkan mungkin kita cerna sekarang, dengan 
pancaindra. Apapun yang kita katakan, sebagai manusia, hanyalah duga menduga. 
Seeokor kutu takkan mungin menangkap bentuk sang jaha, apalagi mau menebak 
gajah ini mau kemana..

-------------------------------  
LD: bukan tugas ibu Teresa menanyakan hal itu. Tugas malaikat...:-)

DH: Ibu Teresa hidup selama in didunia, dan menjalankan yang terbaik. mengenai 
soal malaikat, itu nanti saja, kalau kita telah tahu pasti mengenai malaikat, 
apa tugasnya dsb. Sementara kita konsentrasikan pada tugas kita sebagai 
manusia: memanusiakan manusia, tanpa membedakan agama, ras, bangsa, warna 
kulit, harkat dan jabatan..

-----------------------------------------
>    
> Apa yang dipercayai manusia, Trinitas atau bukan, memisahkan 
manusia didunia, namun tidak dihadapan Tuhan yang sama.

LD: Memang begitu penilaian manusia berdasarkan akal (akalan) dan 
budi pekertinya. Apakah begitu juga Tuhan menilai manusia untuk bisa 
ditempatkan ditempatnya yang SATU itu? Apakah betul Tuhan hanya 
peduli dengan amal manusia saja dan tidak peduli hakNya untuk 
diesakan dipeduliin manusia or engga? Apakah betul Tuhan tidak akan 
meminta pertanggung-jwban manusia ketika ruh manusia (sulbi?)
nya/fitrahnya pernah mengakui keesaan Tuhan, namun ketika hidup 
didunia, manusia mengingkarinya? Apakah oh apakah?...:-)
Kita mesti pinjem "kaca-mata" (=ilmu=Nama=Ayat) Tuhan.

DH: Apakah yang betul bagi sang Pencipta, tak mungkin kita tebak tebak 
sekarang. Sang Pencipta adalah mahada (omni present), jadi diluar jangkauan 
kata "esa". Kita tak punya kata yang tepat untuk membayangkan ini. "Esa" adalah 
bilangan dan sebuah istilah mathematis. Sebuah kursi yang esa (satu satunya) 
yang ada diruang tamu, tak mungkin sekaligus ada diruang makan, tanpa ada yang 
memindahkannya. Itulah hakekat "esa" atau "satu" yang kita mengertio. Tetapi 
sang Pencipta ada di-mana mana sekaligus, juga ditempat yang tak mungkin kita 
jangkau.

Jadi, mengapa sang Pencipta akan menilai peng-esa-an manusia? 

Seorang ayah atau ibu yang sangat kasih pada anaknya, tetap mengakui anaknya, 
walau anak ini berkata secara kurang ajar "mereka bukan orang tua saya".  
Apalagi sang Pencipta! 

Semua ayat agama kita masing masing, kita akui sebagai ayat Tuhan. walau 
bunyinya berbeda ya kadang kadang bertentangan. Yang mana yang kita duga duga 
adalah ayat sang Pencipta?

Ada ayat, misalnya dari Alkitab, yang mengatakan, tak ada keselamatan setelah 
mati, kecuali melalui penebusan oleh Yesus. Nah, anda anggap ayat ini sah? 
Andaikan tidak, berjuta manusia akan tetap meyakininya. Umat Buddha, Kristen, 
Shikh, Hindu tak mengajarkan ayat,  bahwa manusia harus mendengar ajaran nabi 
Muhammad. Salahkah mereka? Bagi mereka pasti tidak. Perbedaan ini telah ada 
sejak ribuan tahun, dan akan tetap ada..

Lalu, kacamata mana yang harus dipakai setiap manusia? Anda tak mungkin sudi 
memakai kacamata Kristen atau Buddha, sebaliknya mereka juga tak mau memakai 
atau meminjam kacamata mBak.

Salam

 

danardono

 


 
--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Saya tidak tertarik pada "Bagaimana manusianya". Saya hanya 
> tertarik "Bagaimana dan yang mana ajaranNya" .
> 
> Bagaimana bisa bertemu di SATU tempat, kalau yang satu mengamalkan 
> iman Tauhid yang satu mengamalkan iman Trinitas? Yang ada adalah 
> 
> ---------------------------
> DH: Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan 
gading, manusia mati meninggalkan amal perbuatannya. Only that 
counts..

LD: Ini kan pribahasa berlaku buat kita manusia yang masih di dunia 
yang perlu mengenang amal baik manusia. Oke-Oke saja. Buat Sang 
Pemilik tempat yang SATU itu, apa harus begini juga kriterianya?
>  
DH:
> Ibu Teresa tak bertanya pada orang malang yang ditolongnya "apakah 
agamamu? siapa Tuhanmu?" Juga mereka tak bertanya "wahai ibu yang 
budiman, siapa Tuhanmu? apa agamamu?

LD: bukan tugas ibu Teresa menanyakan hal itu. Tugas malaikat...:-)
>  
> Ibu kita ini menghadap Tuhannya dan dinilai dari amalnya didunia. 
Ibu yang tak pernah meneriakkan atau mengatakan kepercayaannya pada 
orang lain. namun memanusiakan manusia..
>  
> Apa yang dipercayai manusia, Trinitas atau bukan, memisahkan 
manusia didunia, namun tidak dihadapan Tuhan yang sama.

LD: Memang begitu penilaian manusia berdasarkan akal (akalan) dan 
budi pekertinya. Apakah begitu juga Tuhan menilai manusia untuk bisa 
ditempatkan ditempatnya yang SATU itu? Apakah betul Tuhan hanya 
peduli dengan amal manusia saja dan tidak peduli hakNya untuk 
diesakan dipeduliin manusia or engga? Apakah betul Tuhan tidak akan 
meminta pertanggung-jwban manusia ketika ruh manusia (sulbi?)
nya/fitrahnya pernah mengakui keesaan Tuhan, namun ketika hidup 
didunia, manusia mengingkarinya? Apakah oh apakah?...:-)
Kita mesti pinjem "kaca-mata" (=ilmu=Nama=Ayat) Tuhan.
>  
> Salam
>  
> danardono
>  

wassalam,





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]




---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "ppiindia" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------




Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
kehidupan dengan apa yang kita berikan. 

(Winston Churchill)

                
---------------------------------
Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke