BISMILLA-HIRRAHMA-NIRRAHIYM

WAHYU DAN AKAL - IMAN DAN ILMU
[Kolom Tetap Harian Fajar]
683. Demokrasi yang Bertumpu pada Humanisme-Liberalisme

Jika di Barat dan sebagaian negara Eropa kalangan gereja secara 
keras melawan kaum 'hombreng', anehnya di Indonesia, yang mayoritas 
Muslim, justru membiarkan ketika TV kita mempropagandakan 
homo/lesbian dengan alasan kebebasan HAM. Madrid menjadi tempat 
terjadinya protes besar-besaran di Spanyol hari Sabtu, 18 Juni 2005, 
yaitu para kardinal Katolik Roma dan sejumlah uskup agung memimpin 
sebuah barisan melawan pengesahan perkawinan sesama jenis yang 
diajukan pemerintah. Aksi itu juga merupakan protes keras gereja 
kepada pemerintahan Sosialis yang liberal. 

Lebih dari 500.000 umat Katolik berkampanye didukung sekitar 20 
uskup senior untuk menentang hukum baru yang akan efektif saat 
Parlemen Spanyol menetapkan/mengesahkannya menjadi hukum positif. 
Pengesahan itu akan membuat Spanyol menjadi negara keempat di Eropa 
yang melegalkan perkawinan sesama jenis, dan negara kedua yang 
mengijinkan hak adopsi untuk pasangan homoseksual setelah Belgia dan 
Inggris melegalkan perkawinan sesama jenis dan Belanda melegalkan 
baik perkawinan sesama jenis maupun hak adopsi pasangan homoseksual. 

***

Sistem demokrasi adalah sistem buatan manusia yang bertumpu di atas 
paradigma sinergi humanisme-liberalisme. Sehingga APA SAJA bisa 
masuk agenda legislatif untuk diambil keputusan dengan VOTING. Yang 
APA SAJA itu termasuklah antara lain homo/lesbian, free srx, 
pornografi, porno aksi dlsb.

Adapun nenek moyang demokrasi adalah sekularisme. Sejak memudarnya 
kejayaan Imperium Romawi (abad ke-3 M), gereja Kristen mulai masuk 
ke arena kekuasaan politik. Kaisar Konstantin, penguasa Romawi yang 
pertamakali memeluk agama Kristen, menggabungkan kekuasaan negara 
dengan urusan gereja sehingga pihak gereja memiliki peranan besar 
dalam pengambilan keputusan politik. Gereja memiliki supremasi yang 
sangat tinggi hampir dalam setiap urusan. Kekalahan telak pasukan 
salib dari tentara Khilafah Islamiyyah, dan kegeraman para pemikir 
Eropa kepada gereja, menumbuhkan benih-benih pemberontakan pada abad 
ke-14. Hal ini juga disebabkan oleh gencarnya penerjemahan buku-buku 
berbahasa Arab ke dalam bahasa Latin sejak abad ke-10 yang berpusat 
di Andalusia (Spanyol). Peradaban Islam telah memberi inspirasi 
kepada para pemikir Eropa untuk mendobrak kejumudan yang meliputi 
seluruh daratan Eropa saat itu, yang dikenal sebagai Dark Ages (Masa 
Kegelapan).

Pada tahun 1618 meletus perang sipil di seluruh daratan Eropa antara 
pendukung dan penentang supremasi gereja. Perang itu berlangsung 
selama 30 tahun dan menghabiskan sepertiga penduduk Eropa serta 
meruntuhkan sebagian besar kerajaan di Eropa. Perang terlama terjadi 
antara Perancis dan Spanyol sampai tahun 1659. Akibatnya, para 
pemikir terpecah menjadi dua kelompok:
-- 1. yang mempelajari filsafat Yunani, disebut Naturalis, dan 
meyakini bahwa akal manusia mampu menyelesaikan semua persoalan;
-- 2. yang berpihak pada gereja, disebut Realisme, dan meyakini 
ajaran gereja sebagai kebenaran.

Di Italia, dua kelompok ini dikenal sebagai Gulf dan Ghibelline, dan 
mereka saling berperang memperebutkan kekuasaan. Pertentangan 
panjang itu akhirnya dimenangkan oleh kelompok Naturalis yang 
mendasarkan pemikirannya pada penyingkiran peran agama dari 
kehidupan negara, yang kita sangat kenal yaitu sekularisme. Dalam 
sekularisme politik dan segala urusan duniawi telah menjadi sangat 
bebas nilai (liberalisme). Tidak ada satupun yang membatasi. Tidak 
nilai agama. Tidak pula nilai moral. Salah satu lambang betapa 
liarnya dunia politik sekuler adalah buku karya Niccolo Machiavelli 
yang berjudul The Discourses on the First Ten Books of Livy dan The 
Prince. Salah satu pilar pemikiran politiknya adalah: Politik adalah 
sesuatu yang sekuler. Politik adalah pertarungan antar manusia untuk 
mencari kekuasaan. Dalam politik tidak ada nilai kebenaran, yang ada 
adalah brutal, bohong, dan egoisme yang harus mengikuti qaidah 
universal, yaitu: Tidak ada teman yang lestari, yang ada hanya 
kepentingan yang lestari. Penguasa yang sukses harus belajar dari 
sejarah, harus mengamati para pesaingnya, dan mampu memanfaatkan 
kelemahan mereka. Dalam dunia pewayangan itu semua mengumpul dalam 
tabiat benggolan yang dikenal bernama Cakil.

***

Ditinjau dari akar kelahirannya, Islam jelas berbeda dengan 
demokrasi. Sistem Islam tidak lahir dari akal-akalan manusia, tetapi 
merupakan wahyu Allah SWT. Tetapi dalam bahasa Barat yang sekuler 
menyebut Islam sebagai Mohammedanism untuk menimbulkan kesan Islam 
sebagai agama buatan Muhammad. Firman Allah:
-- ALYWM AKMLT LKM DYNKM WATMMT 'ALYKM N'AMTY WRDHYT LKM ALASLAM 
DYNA (S. ALMAaDt, 5:3), dibaca: alyauma akmaltu lakum di-nakum wa 
atmamtu 'alaikum ni'mati- wa radhi-tu lakumul Isla-ma di-nan (s. 
alma-idah), artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu 
AGAMA kamu, dan telah Kucukupkan atas kamu nikmat-Ku, dan telah 
Kuridhai ISLAM menjadi AGAMA bagi kamu. 

Selain dari segi akar kelahirannya, ada perbedaan antara Islam 
dengan demokrasi yang bertumpu pada Humanisme-Liberalisme dalam hal 
kedaulatan, sumber kekuasaan dan kebebasan. Diharap pembaca bersabar 
menanti Seri 684 yang akan disajikan insya-Allah pada hari Ahad yang 
akan datang. WaLlahu a'lamu bisshawab.

*** Makassar, 3 Juli 2005
  [H.Muh.Nur Abdurrahman]






***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke