saya bisa saja menceritakan jalan saya pada anda, tetapi
saya hanyalah seutas kawat kecil. Allah adalah kekuatan
saya, berbicaralah kepada orang lain ada yang beragama A ,
B , C, D dan ada yang tidak. tetapi sapalah mereka tanpa
pandang bulu. anda akan tahu apakah jalan itu ketika anda
melihatnya, sesuatu yang sangat indah ! kata ibu theresa.

baru baru ini saya menyatakan keprihatinan saya akan sikap
beberapa teman2 di millis ini, saya mengatakan butuh
tindakan yang kongkrit. apa sebab?

kegelisahan ini tdk datang secara tiba2, kegelisahan ini
ber-evolusi, melihat titik titik persoalan berkebangsaan
kita yang carut marut akan merebaknya radikalisme
beragama.
dalam salah satu artikelnya di majalah tempo, Ulil
mengatakan " mengapa harus selalu defensive " ketika suatu
perbuatan teror yang mengusung bendera agama tertentu,
para agamis ini selalu risau dan jengah seolah olah Islam
digambarkan dengan busuk, seolah itu adalah picture of
islam.

katakanlah kita mengutuk setiap kekerasan yang lahir dari
fundamntalisme agama. tapi cukupkah hanya sekedar
mengutuk? Bahasa "kutukan" adalah kosa kata dalam dunia
dongeng. saya masih ingat dengan cerita masih kanak kanak
dulu, " ku kutuk kau menjadi katak" dan kita tahu, yang
dikutuk tsb tidak benar benar menjadi katak. maka setiap
kali kali kita mengutuk suatu teror kekerasanmaka
sebenarnya ini adalah dongeng kerinduan kita mengenai
perdamaian.

KITA tdk ingin selamanya merindu, kita hadirkan kedamaian,
kemajemukan itu dengan REAL. bukan dengan bersikap
defensive, mengutuk!

saya ingin mengutip komentar dari syafi`i ma`riff mengenai
kondisi Islam saat ini
" kita nggak bisa berdalih bahwa kita umat terbaik,
padahal dalam tubuh kita ada kerapuhan yang makin hari
makin parah".
* februari 2002 / Gatra

agar sampai kepada kedamaian yang kita inginkan, kenapa
tidak kita lakukan sesuatu langkah kongkrit? kecenderungan
yang terjadi pasca OTDA yang disikapi dengan NAKAL oleh
politisi daerah yang membawa bawa ekslusifitas agama dalam
politik membuat kita risau. akankah ada negara dalam
negara?
lihat aceh, cianjur, padang, ekslusifitas yang mengarah
kepada hilangnya entitas sebuah nation.
kita tidak ingin polemik sosial ini yang terjadi di
beberapa daerah di indonesia kembali hanya menjadi suatu
sikap yang sekedar MENGUTUK.

mari membuat langkah yang kongkrit, mari menguraikan kata
menjadi tindakan nyata. buat PETISI, jutaan email, jutaan
suara yang masih menginginkan perbedaan yang ada menjadi
suatu harmoni kemajemukan bangsa yang indah.

mengutuk atau petisi dukungan atas pluralisme?

ini hanya usulan, semoga bermanfaat. silahkan di gag

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke