Sorry masih berantakan..
Silahkan dirapihkan sendiri, ya.. :-)
BTW, topik ini setidaknya masih akan bergulir apalagi kalau
kelangkaan BBM (masih) berlanjut atau lagi" kalau ada rencana
kenaikan harga BBM.

Semoga keberpihakan kepada rakyat menguat dan menang.
Wallahu a'lam.. CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

=========
http://www.tempointeraktif.com/hg/mbmtempo/arsip/2005/03/28/NAS/mbm.20
050328.nas1.id.html

Berbelok di Tikungan Akhir
PKS dan PPP berbelok mendukung kenaikan harga BBM.
"Ada kompensasi politik dari SBY," kata Mahfud Md.

SUASANA kantor Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di
kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin pekan lalu penuh sesak.
Belasan wartawan cetak dan elektronik merangsek ke dalam ruang
sempit yang bersahaja. Sambil menggelar kursi lipat, pengurus partai
sibuk menawari wartawan yang kepanasan dengan teh botol dari kulkas.
Tifatul Sembiring, pejabat sementara Presiden PKS, menggelar
konferensi pers. Soalnya, Fraksi PKS di DPR tiba-tiba berbelok
menerima keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar
minyak (BBM). "Kami memilih jalan win-win solution," ujar Tifatul
Sembiring.
PKS memang menjadi salah satu yang berbelok arah dalam kisruh di
parlemen. Partai Islam ini sebelumnya lantang menyuarakan penolakan
terhadap Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2005 soal Kenaikan Harga
BBM. Pejabat sementara Presiden PKS, Tifatul Sembiring, pekan
sebelumnya berulang-ulang menegaskan sikap partai yang
konfrontatif. "Tak ada alasan bagi Presiden SBY untuk menaikkan
harga BBM," kata Sembiring.
Sikap Dewan Pimpinan Pusat PKS itu didukung oleh Ketua MPR Hidayat
Nur Wahid. Bekas Presiden PKS ini mengatakan penolakan PKS atas
kenaikan harga bensin sudah final. Selain itu, Hidayat menegaskan
sikap itu tak mempengaruhi posisi partainya sebagai mitra koalisi
Presiden Yudhoyono. "Meski memiliki kontrak politik," ujar Nur
Wahid, "kami tetap bersikap kritis."
Tapi, konstituen PKS akhirnya menelan kekecewaan. Setelah melakukan
pertemuan dengan Presiden Yudhoyono, pejabat sementara Presiden PKS
Tifatul Sembiring berubah haluan. PKS tak kuasa menolak permintaan
Istana untuk mendukung keputusan menaikkan harga minyak. Soalnya,
selain menjadi mitra koalisi, PKS juga "menitipkan" empat kadernya,
antara lain Menteri Pertanian Anton Apriantono dan Menteri Perumahan
Rakyat Muhammad Yusuf Ashari, di kabinet. "Kami harus mengikuti
realitas politik yang berkembang," ujar Tifatul Sembiring.
Tak cuma PKS, perubahan sikap juga dilakukan Partai Persatuan
Pembangunan (PPP). Fraksi PPP di DPR dua pekan lalu masih berteriak
lantang menolak kenaikan harga minyak. Dalam rapat fraksi, 58
anggota Fraksi PPP sepakat dengan suara bulat mengganjal keputusan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Kami menolak pencabutan subsidi
BBM. Soalnya, rakyat akan makin sulit," kata Endin Soefihara, Ketua
Fraksi PPP di DPR saat itu
Tapi, sikap Fraksi PPP langsung gembos setelah Presiden Yudhoyono
sarapan pagi bersama Ketua Umum PPP Hamzah Haz. Saat silaturahmi yang
dilakukan di Istana Merdeka, Ahad dua pekan lalu itu, SBY meminta
dukungan Hamzah soal kenaikan harga BBM. Sebagai bekas wakil
presiden, Hamzah diminta pengertiannya soal kesulitan anggaran yang
dihadapi pemerintah Yudhoyono. Menurut sumber Tempo, sebagai
politisi senior, Hamzah tak mau memberi dukungan gratis. Akhirnya
SBY berjanji akan "mengontrol" sikap tiga menteri dari PPP?Menteri
Sosial Bachtiar Chamsyah, Menteri BUMN Sugiarto, dan Menteri
Koperasi dan UKM Surya Dharma Ali. Ketiga menteri itu sempat aktif
dalam acara Silaturahmi Nasional PPP bentukan Usyamah Hisyam, orang
dekat SBY. Dalam acara yang digelar akhir Februari 2005 lalu,
diputuskan untuk mempercepat muktamar PPP dari 2007 menjadi 2005.
Percepatan muktamar itu dilakukan untuk menggoyang kepemimpinan
Hamzah di PPP.
Memang, soal intervensi SBY disanggah oleh Ketua Fraksi PPP Endin
Soefihara. Meski tak menolak adanya instruksi Ketua PPP Hamzah Haz,
Endin menyatakan perubahan sikap fraksinya untuk kepentingan jangka
panjang. "Setelah mendapat penjelasan," ujar Endin Soefihara, "kami
yakin keputusan menaikkan harga BBM melalui pemikiran yang matang."
Buntutnya dapat diduga. Dalam rapat paripurna DPR, sikap parlemen
melunak. Dalam voting terbuka, 269 anggota DPR dari enam fraksi,
termasuk Fraksi PKS dan Fraksi PPP, menyetujui kenaikan harga
minyak. Pemerintah hanya diminta melakukan "penyesuaian" anggaran
dan mengganti asumsi besaran subsidi BBM lewat APBN Perubahan.
Kemenangan telak kubu pemerintah itu tak tertahan akibat Fraksi PDI
Perjuangan dan Fraksi Kebangkitan Bangsa, yang berkukuh menolak
kenaikan harga bensin, memboikot voting dalam rapat paripurna.
Tak pelak, rumor deal politik tingkat tinggi langsung merebak.
Mahfud Md, anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa, memastikan tarik-ulur
sikap DPR tak lepas dari tawar-menawar kepentingan. Bekas Menteri
Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid ini mengaku mendengar
pelbagai rumor?mulai kenaikan gaji anggota DPR, tender jabatan
eselon I, sampai perubahan komposisi kabinet. "Saya mendengar dari
kawan-kawan tawaran itu sempat muncul," kata Mahfud.
Memang tak semua lobi politik SBY menuai hasil. Partai Amanat
Nasional (PAN), misalnya, berkukuh dengan sikap penolakan atas
kenaikan harga BBM. Meski mengirim Menteri Perhubungan Hatta
Radjasa, yang juga Sekjen PAN, pemerintah tak berhasil mengubah
sikap partai tersebut. Padahal, Hatta Radjasa konon mengusung
proposal kenaikan harga bahan bakar langsung ke Ketua Umum PAN Amien
Rais. Tapi Amien sudah mengambil keputusan bulat. Hingga detik-detik
terakhir voting, Amien bahkan mengontrol secara ketat sikap Fraksi
PAN. "Pemerintah tak bisa menaikkan harga BBM. Soalnya, harga
produksi minyak kita tak transparan," Amien Rais menegaskan.
Sikap keras Amien Rais berimbas ke Senayan.

Fraksi PAN memilih opsi yang menolak kenaikan harga BBM dengan
membahas ulang lewat komisi-komisi DPR. Sayangnya, meski mendapat
aplaus panjang dari mahasiswa yang berada di balkon ruang rapat
paripurna, 53 anggota Fraksi PAN tak mampu membendung arus.
Kata Ketua Fraksi PAN, Abdillah Toha, "Yang penting publik tahu bahwa
PAN membela kepentingan rakyat." Setiyardi, Yuliawati





***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke