http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/7/11/op3.htm

GILIRAN ANDA

Krisis BBM
PEMBACA yang budiman, topik kita bagaimana mencegah teroris masuk ke Bali sudah 
berakhir. Terima kasih atas surat yang Anda kirimkan ke Redaksi, dan 
partisipasi Anda senantiasa kami harapkan. Kali ini kita akan membuka topik 
lain, yakni betapa rentannya kita krisis BBM. 

Departemen Keuangan (Depkeu), sebagaimana diberitakan harian ini Senin (27/6) 
lalu, telah membayar utang subsidi bahan bakar minyak (BBM) Rp 9,3 trilyun 
kepada PT Pertamina (Persero). Namun toh Indonesia diyakini tetap rentan krisis 
bahan bakar minyak (BBM) pada masa mendatang. 

Untuk mencegah krisis BBM harus ada komitmen kuat dari Depkeu dan Meneg BUMN 
memperbaiki fundamental modal Pertamina, potensi krisis BBM di tanah air selalu 
terbuka. Maksud perbaikan fundamental adalah melakukan restrukturisasi usaha 
dan aset Pertamina. 

Krisis BBM pada tingkat lokal Bali sudah seringkali memunculkan keluhan 
masyarakat, khususnya di tingkat bawah. Mereka megeluhkan kelangkaan minyak 
tanah, kalaupun ada pembeliannya dijatah dengan harga melambung berlipat-lipat. 
Dengan harga mahal dan dijatah pun tidak mudah mendapatkan minyak tanah, 
padahal jenis BBM ini masih menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian anggota 
masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti untuk rumah tangga 
maupun usaha-usaha kecil.

Oleh karena itu, selain upaya di tingkat pusat, di daerah pun harusnya ada 
usaha-usaha untuk mengatasi krisis BBM ini. Karena BBM, khususnya minyak tanah, 
paling menyentuh kebutuhan rakyat banyak.

Di kalangan masyarakat pun mungkin diperlukan pula gerakan hemat BBM. Artinya, 
menggunakannya seefektif mungkin, tidak boros tanpa guna. Perilaku hemat ini 
tentu bukan hanya untuk BBM jenis minyak tanah, tetapi juga yang lainnya, 
seperti premium, solar dan lain-lain.

Pembaca budiman, kami mengundang partisipasi Anda untuk menyampaikan pendapat 
mengenai hal ini. Sampaikan pendapat dan pemikiran Anda kepada Redaksi Bali 
Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, kode pos 80232, sertakan fotokopi identitas 
yang masih berlaku. Kami tunggu hingga 20 Juli 2005. Dapat juga mengirim 
melalui E-mail: [EMAIL PROTECTED]  dengan identitas jelas.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke