Kalau itu sih karena Pak Benny pernah jadi PANGAB dan Menhankam,
sedang ZA Maulani kalau tak salah hanya menjadi Ka BAKIN ya?
Coba aja lihat mana ada Ka BAKIN yang di'subya-subya' sebagaimana
matinya seorang Pangab... Lihat aja waktu Jendral Yusuf meninggal,
juga sama penghormatannya sebagaimana penghormatant terhadap Benny...
Sebaliknya, lihat saat Ka BAKIN lainnya, juga sama sebagaimana ZA
Maulani tidak sehingar-bingar seorang Pangab...
Atau seorang mantan KSAD atau KSAL tentu tidak sehingar-bingar seorang
Pangab, karena the real power dalam sistem kita sebenarnya seorang
Pangab bukan KSAD, KSAL, KSAU atau Ka BAKIN
DG

On 7/12/05, Geger Indonesiary <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> mungkin yah memang begitulah kualitas ber warga negara di indonesia ini, 
> sesuatu harus dilihat dari apa agamanya, apa suku nya, apa warna kulitnya apa 
> golongannya, ekonomi nya.
> ada wawancara yang aneh dari ZA. Maulani di sabili < ini bacaan garis keras 
> banget> tentang benny. di majalah tsb beliau menjadi pangdam di daerah mana 
> gitu, berani mengolok olok mordani yg nota bene bos nya. <olokan nya tentu 
> saja ttg beny yg katolik> wawancara dengan cerita yg tak masuk akal ini toh 
> menjadi konsumsi yg aduhai di mata para isfun.
> 
> dan sejarah ternyata berbicara lain, sewaktu benny meninggal bendera 1/2 
> tiang naik diseluruh pos militer, yg mimpin upacara penguburan panglima TNI, 
> beda jauh sewaktu ZA. Maulani meninggal....
> 
> Robertus Budiarto [EMAIL PROTECTED]
> wrote:Setuju dengan pendapat konco-konco di bawah. Kelemahan orang beragama 
> memang begitu, mudah diadu dgn isu agama. Karena sebenarnya mereka tidak mau 
> beragama tapi cuma mau jadi suci dan pesan kavling di surga. Seolah-olah 
> Allah itu Raja Bisnis Properti PT. Surgawi. ......he..he..he...
> 
> Namun daku pengen ngomongin dikit ttg Benny Moerdani yang sudah di dimensi 
> lain. Daku mau sedikit mengenang beliau dari buku Biografinya yang diberi 
> kata sambutan Gus Dur. Gus Dur di akhir kata sambutannya, setelah membeberkan 
> kebaikan-kebaikan dan kehebatan-kehebatan sang Jendral, Gus Dur menohok 
> dengan sangat pahit dan keras. Gus Dur mengatakan bahwa dia menyesali sikap 
> Benny yang sangat kejam dengan melaksanakan perintah Suharto. Gus Dur 
> menuliskan, "masa manusia dibunuh seperti anjing" (kira-kira gitu nulisnya). 
> Gus Dur bahkan mengatakan "kalo udah mikir gitu, gue males deh, belajar 
> kepemimpinan dari orang ini, rasanya sia-sia".
> 
> Gus Dur menyetujui bahwa Benny adalah Katolik Nasionalis, seperti dirinya 
> yang Muslim Nasionalis. Dan Benny memang seorang pemimpin yang bisa dicontoh, 
> tapi Gus Dur mengatakan "bukan tidak mungkin kekejaman spt itu bisa terulang 
> lagi di masa yang akan datang".
> 
> Tohokan Gus Dur yg keras ini bukan cuman ungkapan kekecewaan seorang teman, 
> namun sebagai protes supaya Benny tidak melakukan kekejaman spt itu lagi di 
> masa depan.
> 
> Bagaimana reaksi Benny?  Konon Jendral Tempur ini marah dengan tulisan dan 
> keterbukaan Gus Dur, namun toh Benny tetap menerima kata sambutan itu di buku 
> Biografinya. Dan menjadi catatan sejarah yang tak lekang zaman. Persahabatan 
> seorang humanis Islam dan seorang Ksatria Katolik yang hebat tapi sungguh 
> kejam.
> 
> Tapi ada catatan sejarah abu-abu bagi sebagian penganut agama Islam. Kok 
> mereka beraninya maki-maki Benny saja yang Katolik, tapi nggak berani 
> maki-maki Bossnya, Suharto? Apakah Suharto memiliki nama imbuhan Muhammad? 
> Ataukah karena simpanan Dollar Suharto yang sungguh Akbar, Suharto Dollar 
> Akbar???
> 
> Tapi ada catatan sejarah abu-abu bagi sebagian penganut agama Katolik. Kok 
> kata sambutan terbuka jujur seperti ditulis Gus Dur, tidak pernah daku dengar 
> dari mulut hirarki (petinggi resmi) Katolik Indonesia?
> 
> Best regards
> Bobby Budiarto
> PS: Daku tahu tanggapan ini agak lama, tapi rasanya tidak terlambat 
> menceritakan sikap jujur seorang sahabat mengkritik sahabat.
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
>  Sell on Yahoo! Auctions  - No fees. Bid on great items.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke