Ini bicara soal amal atau bicara soal Multi Level Marketing? Apa 
mau 'berbisnis' dgn Tuhan dan diri sendiri? Buat anda yg mau beramal, 
maka BUKAN dgn cuap2 dan retorika dgn segala theory-nya yg 
dibutuhkan, tapi aksi nyata, sebab yg mau menerima amalan anda 
sekedar menerima amal dalam bentuk 'aksi nyata', bukan retorika 
belaka.

Jangan pedulikan imbalan atau 'ganti rugi', sebab bukan pada 
tempatnya manusia untuk 'menghitung' amal yg diperbuatnya, kalau itu 
yg masih dilakukan juga, maka bukan amal yg sedang dilakukannnya, 
tapi INVESTASI !

Anda pebisnis atau pelaku agama? atau mau 'rangkap jabatan' kayak 
kebiasaan pejabat2 Indonesia? Nggak heran kalau bangsa yg katanya 
agamis itu tetep saja terpuruk, sebab kebanyakan dari mereka lebih 
suka 'investasi' dalam amal ibadah mereka. What a pity...




--- In [email protected], Danardono HADINOTO 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> "...Sekali lagi amal perbuatan (bagi kaum Muslimin) ditentukan oleh 
niat (yg baik, ikhlas dan semata-mata krn Allah SWT tentunya), tanpa 
ini kami percaya (you don't have to) amal ibadah kami akan sia-sia, 
makanya mbak Lina bilang,"betapa meruginya orang beramal sebaik 
apapun kalau dihatinya ada kemusyrikan, kemunafikan dan penyakit hati 
lainnya"......"
> 
> DH:  Self explanatory, inilah inti amal yang diajarkan dalam tiap 
agama. Sidharta telah mengajarkan "kasih metta", kasih yang universal 
tanpa tedeng aling aling, tanpa embel embel. Jauh sebelum Kristus, 
Muhammad mengajar...
> 
> Perbuatan baik itu dilakukan, karena kebaikan perbuatan itu 
sendiri, tanpa ini itu. 
> 
> Beramal, memberikan sumbangan pada masjid, gereja, vihara, rumah 
jompo, panti piatu, dari dana hasil korupsi, atau pemerasan, adalah 
agenda yang kita lihat se-hari hari dinegeri kita.
> 
> Yang mengharukan, mereka yang mampu bersedekah macam ini, di-elu 
elukan masyarakat. bagimu negeri, aku korupsi..  
> 
> maju tak gentar menghormati yang bayar..
> 
> Amal yang dimaksud tiap Bapak agama, adalah yang sunyi dari pamrih, 
tak usah besar besaran, atau menggunakan dana, cukup, agar apapun 
yang dilakukan ("amal"), keluar dari ketulusan, dan...tanpa 
mengharapkan apa apa.
> 
> Jadi, saya kira, tak ada yang salah interpretasi dalam hal ini. 
Juga yang mBak Lina katakan, pastilah apa yang kita maksudkan disini.
> 
> Salam
> 
> Danardono
> 
>  
> 
> 
> tony picasso <[EMAIL PROTECTED]> schrieb:
> Bukan begitu Free Thinker (FT), nampaknya anda kurang paham yg mbak 
Lina maksudkan.  Menurut kepercayaan kami (mungkin berbeda sekali dg 
yg anda percayai atau anut), diterimanya amal itu atau tdk dimata 
Allah SWT, di tentukan dg niatannya.  Niat yg tulus semata-mata krn 
Allah SWT baru akan membuahkan hasil yg baik, itu yg kami percayai.  
Anda boleh tdk sependapat dg kami, dan merupakan hak anda 100 persen, 
apalagi memandang kita berbeda kepercayaan, adalah suatu hal yg 
lumrah dan wajar.  Sekali lagi amal perbuatan (bagi kaum Muslimin) 
ditentukan oleh niat (yg baik, ikhlas dan semata-mata krn Allah SWT 
tentunya), tanpa ini kami percaya (you don't have to) amal ibadah 
kami akan sia-sia, makanya mbak Lina bilang,"betapa meruginya orang 
beramal sebaik apapun kalau dihatinya ada kemusyrikan, kemunafikan 
dan penyakit hati lainnya".  Contoh sederhana, katakanlah saya ini 
telah menolong beberapa anak2 yg kena busung lapar, saya menolong 
mereka sampai sehat kembali spt layaknya anak2 sehat,
> disini saya tlh banyak korbankan waktu, keuangan dll.  Suatu 
perbuatan mulia bukan? dan merupakan amal yg baik, tapi ternyata saya 
ini punya latar belakang tertentu dlm melakukan segala amal tsb, saya 
ingin dg begini akan membuat saya tersohor, atau dpt dikagumi oleh 
tetangga saya dan menjadikan saya sbg contoh tauladan yg hrs ditiru, 
sampe kalo mereka buka kamus dan melihat kata "tauladan" gambar/foto  
saya akan ada dlm kamus tsb.  Amalan yg spt ini buat kami adalah SIA-
SIA, krn NIATnya saja sdh jelek.  Memang saya (mungkin) akan 
mendapatkan banyak pujian dr tetangga2 saya tapi dimata Allah SWT, 
amalan saya tdk berarti apa-apa, dan MERUGILAH saya!!!
> Free Thinker <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Buat Lina,amal itu harus 
kembali berguna kepada
> dirinya sendiri. Harus bisa dihitung untung-ruginya,
> bisa jadi tiket untuk dirinya supaya bisa lolos dari
> neraka.
> 
> Buat saya  (dan mungkin Danardono) amal, ya amal saja.
> Yang pasti, amal sih ga bakal keluar dari hati yang
> musyrik atau munafik. Amal pasti keluar dari hati yang
> tulus. Kalau buat Danardono, contoh amal yang paling
> gampang dilihat adalah amalan Bunda Teresa. Dan buat
> saya, orang yang saya kagumi Romo Mangun.  
> 
> Atau, teman saya seorang Amerika agnostic, yang secara
> spontan menyumbang untuk korban Tsunami di Aceh, tanpa
> mau namanya disebutkan. 
> 
> Amal yang ga dihitung-hitung yang akan membuat bumi
> ini damai. Amal yang datang dari hati yang tulus,
> nggak peduli apa agamanya. 
> 
> Disinilah perbedaan prinsipil bagaimana seseorang
> memaknai amal.Buat saya, beramal tidak akan merugi. 
> 
> Selamat beramal Lina.
> 
> Selamat beramal Danardono. 
> 
> -Peace!
> 
> --- Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Jadi, betapa meruginya orang beramal sebaik apapun
> > kalau dihatinya 
> > ada kemusyrikan, kemunafikan, dan penyakit hati
> > lainnya.
> > Lagi-lagi, inilah pentingnya ilmu Tauhid, agar tak
> > menjadi orang 
> > merugi.
> 
> 
> 
>             
> __________________________________ 
> Do you Yahoo!? 
> Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. 
> http://promotions.yahoo.com/new_mail
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
>             
> ---------------------------------
> Sell on Yahoo! Auctions  - No fees. Bid on great items.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
**********************************************************************
*****
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://www.ppi-india.org
> 
**********************************************************************
*****
> 
______________________________________________________________________
____
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> YAHOO! GROUPS LINKS 
> 
> 
>     Visit your group "ppiindia" on the web.
>   
>     To unsubscribe from this group, send an email to:
>  [EMAIL PROTECTED]
>   
>     Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> ---------------------------------
> 
> 
> 
> 
> Kita menjalani kehidupan dengan apa yang 
> kita peroleh, tetapi kita menciptakan 
> kehidupan dengan apa yang kita berikan. 
> 
> (Winston Churchill)
> 
>               
> ---------------------------------
> Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]




***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke