Baiklah, lalu dengan modus apa kita mau ukur Indonesia? kaya? miskin? lebih kaya dari Irlandia? lebih miskin dari Irlandia? Di Indonesia lebih banyak Maserati daripada Austria. Sebaliknya hutang Indonesia terhadap Austria audzubillah. Bagaimana menilainya? Indonesia memiliki minyak, Austria tak memiliki minyak. Indonesia lebih menikmati minyak? Setiap rakyat Indonesia mampu beli minyak? rakyat Austria lebih tak mampu beli minyak?
A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: Ini seperti disinggung John Perkins. Misalkan jumlah 1 negara 1 juta. Mereka penghasilannya hanya Rp 10 ribu per hari. Kecuali ada 1000 orang yang penghasilannya Rp 1 milyar per hari. Nah karena segelintir orang superkaya itulah akhirnya GNP per kapita terdongkrak seolah2 mayoritasnya kaya. Kalau statistik, selain ada average harus dicari juga modusnya. --- Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > Insya Allah Indonesia bisa. > > ............. > Namun ada yang ingin saya ketahui mengenai standar > kekayaan suatu negara diukur melalui apa, (dalam hal > ini Irlandia)? Kalau semisalnya dengan penggunaan > pendapatan per kapita lazimnya dalm ilmu ekonomi. > Jangan-jangan jumlah kekayaan orang-orang paling > kaya ditambah orang yang miskin terus dibagi jumlah > penduduknya. Kalau hal ini bukanlah realitas > kekayaan sebenarnya. > salam, > Aris > ------------------------ > > DH: ya, nihh, mungkin ini hanya masalah methode > penghitungan. > Mungkin kalau cara menghitungnya diganti, kita dapat > simpulkan, Indonesia jauh lebih kaya dari USA, > Jerman dan seluruh Uni Eropa?? > > Salam > > Danardono > > > Insya Allah Indonesia bisa. Penggratisan pendidikan > terlebih lagi. Memang diperlukan perbaikan sistem > secara totalitas di negara ini. Sudah saatnya > berusaha hidup mandiri tak tergantung pinjaman luar > negeri terutama pinjaman bersyarat yang membunuh > diri sendiri (privatisasi, pencabutan subsidi > publik, regulasi bank dll). Percaya pada diri > sendiri. Sebenarnya untuk kasus kemiskinan, > Indonesia bisa menggalakkan kewajiban pembayaran > zakat yang terlalaikan umat Islam baik zakat fitrah > terlebih zakat maal. Zakat hanya diberikan untuk 8 > asnaf didalamnya adalah fakir miskin. Tentu saja > pengelolaannya agar distribusi merata negaralah yang > melaksanakan. > > Sebenarnya pengenai pengaturan ekonomi, dalam > ekonomi syariah sudah mumpuni tinggal di > aplikasikan. Di sana diatur mengenai pengaturan > pemilikan pribadi, pemilikan umum dan negara secara > terperinci. Bahkan mengenai bekerja, sewa-menyewa, > perdagangan internasional yang seharusnya, > distribusi kekayaan,sumber-sumber pendapatan dan > pengeluaran negara dll. > Namun ada yang ingin saya ketahui mengenai standar > kekayaan suatu negara diukur melalui apa, (dalam hal > ini Irlandia)? Kalau semisalnya dengan penggunaan > pendapatan per kapita lazimnya dalm ilmu ekonomi. > Jangan-jangan jumlah kekayaan orang-orang paling > kaya ditambah orang yang miskin terus dibagi jumlah > penduduknya. Kalau hal ini bukanlah realitas > kekayaan sebenarnya. > salam, > Aris > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sebetulnya keberhasilan Irlandia tak lain karena > mereka menggratiskan pendidikan bagi rakyatnya. > Akibatnya rakyat mereka jadi terdidik dan mampu > bersaing dgn bangsa lain. Bukan karena globalisasi. > > Di Indonesia globalisasi sudah jalan. Privatisasi > BUMN > sudah dilakukan. Namun pendidikan mahal. Rakyatnya > banyak yang bodoh. Akibatnya selain direktur, para > manajer dan teknisi pun diimpor dari negara lain. > > Bangsa kita jadi penonton. Sebab untuk menjadi kuli > pun sulit karena lowongan terlalu sedikit dibanding > jumlah tenaga kerja yang ada. > > > --- bayu montana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > bagaimana indonesia bisa seperti Irlandia sungguh > > mustahil......, kita lihat saja program pendidikan > > di indonesia saat ini sungguh aneh bin ajaib..... > > jangankan mencapai pendidikan yang tinggi, untuk > > lulus UAN saja banyak yang mustahil bahkan ada > > beberapa SLA yang 100% siswanya tidak lulus UAN > khan > > aneh....., dimana letak salahnya.... gurunya atau > > muridnya atau bahkan UAN nya yang salah....., > > lucunya di indonesia setiap ganti mentri pasti > ganti > > kurikulum dsb, dsb. mungkin para mentri ingin > > meninggalkan jasa buat cerita anak cucunya "tuch > > kurikulum itu abah yang buat lho..." hehehe..... > > sebodo mau bener or nggaknya yang penting itu > hasil > > kerja ku heehehee.... > > dan yang sangat aneh lagi..... Anak temanku sudah > > diterima di UNPAD lewat program PMDK ech ternyata > > hasil ujiannya SLA nya nggak lulus.... jadi > > bagaimana tuch....!?! mereka bingung dua kali. > > Pertama bingung nyediain dana -+ Rp.20 juta. Kedua > > bingung ngurusin kelulusannya. jadi gimana > yach.... > > tolong dong .......... sampaikan sama bapak mentri > > pendidikan agar program kerjanya di simulasikan > dulu > > dong...... > > salam............. > > > > > > Jimmy Okberto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Indonesia gimana? sepertinya mustahil yach.....!! > > > > > =========================================================== > > By THOMAS L. FRIEDMAN > > The New York Times > > Published: June 29, 2005 > > > > Irlandia sekarang adalah negara terkaya di Uni > Eropa > > kedua setelah > > Luxembourg. > > Ya, di negara yang selama ratusan tahun dikenal > > karena imigrasi warga, > > puisi tragis, perang saudara, dan lepranya, > sekarang > > memiliki GDP > > perkapita lebih tinggi dari Jerman, Prancis, dan > > Inggris. > > Bagaimana Irlandia berubah dari orang sakit di > Eropa > > menjadi orang kaya > > di > > Eropa kurang dari satu generasi adalah cerita yang > > luar biasa. Ini > > cerita > > pada Anda tentang Eropa sekarang: semua inovasi > > muncul di negara > > pinggiran > > Eropa yang memeluk globalisasi dengan cara mereka > > sendiri--Irlandia, > > Inggris, Skandinavia, dan Eropa Timur--sedang > mereka > > yang ikut model > > sosial Prancis-Jerman mengalami pengangguran. > > Perubahan Irlandia dimulai akhir 1960-an saat > > pemerintah menggratiskan > > sekolah menengah, memungkinkan anak kelas bawah > bisa > > menyelesaikan > > sekolah > > menengah atau sekolah teknik. Hasilnya, saat > > Irlandia bergabung Uni > > Eropa > > pada 1973, mereka bisa mengandalkan tenaga kerja > > berpendidikan mereka. > > Pada pertengahan 1980-an, Irlandia sudah mendapat > > keuntungan awal > > anggota Uni Eropa, seperti subsidi pembangunan > > infrastruktur dan pasar > > lebih luas. Tapi mereka masih belum memiliki > produk > > kompetitif untuk > > dihasilkan, akibat proteksi dan kesalahan fiskal > > selama bertahun-tahun. > > > > Negara itu bangkrut dan para sarjananya > berimigrasi > > ke luar negeri. > > "Kami meminjam, membelanjakan, meningkatkan pajak > > dan itu nyaris > > menenggelamkan kami," kata Deputi PM Mary Harney. > > "Hanya karena kami > > nyaris tenggelam, kami berani berubah." > > Irlandia pun berubah. Dalam perkembangan yang > tidak > > biasa, pemerintah, > > serikat pekerja terbesar, petani, dan kalangan > > industri bersetuju > > melakukan langkah perbaikan fiskal, memotong pajak > > korporasi sampai > > 12,5 > > persen, mengurangi gaji dan harga, serta merayu > > investasi asing. Pada > > 1996, Irlandia membuat pendidikan tinggi pada > > dasarnya gratis, sehingga > > > > tenaga kerja berpendidikan lebih banyak lagi. > > Hasilnya sangat fenomenal. Sekarang, 9 dari 10 > > perusahaan farmasi > > terbesar dunia memiliki pabrik di sana, seperti 16 > > dari 20 peralatan > > pembuat medis serta 7 dari 10 perusahaan pembuat > > piranti lunak. Tahun > > lalu, Irlandia mendapat investasi Amerika lebih > === message truncated === Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "ppiindia" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- Kita menjalani kehidupan dengan apa yang kita peroleh, tetapi kita menciptakan kehidupan dengan apa yang kita berikan. (Winston Churchill) --------------------------------- Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 1GB kostenlosem Speicher [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

