Refleksi: Benarkah pernyataan sang menteri tentang pemborosan? Silahkan selidiki!
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/13/sh08.html Menteri ESDM: Indonesia Paling Boros Gunakan Energi Jakarta, Sinar Harapan Program konservasi energi yang digulirkan pemerintah sejak tahun 1981 dinilai tidak berjalan efektif akibat rendahnya partisipasi masyarakat dan harga BBM yang rendah. Indonesia juga dinilai paling boros dalam pemakaian energi dibandingkan negara lain seperti Malaysia, Jepang, Jerman dan Amerika Serikat. Pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) masih mendominasi 63 persen dari pemakaian energi nasional. Sementara pemakaian gas tetap 17 persen dan sisanya adalah listrik, batu bara dan elpiji. Demikian disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro dan Dirjen Migas Iin Arifin Tahyan, dalam acara Dialog Penghematan Energi dengan pengurus Kadin, Asosiasi dan Industri Jasa, di Jakarta, Rabu (13/7) pagi. Purnomo berpendapat, sejak tahun 1981 Indonesia sudah memiliki Kebijakan Energi Nasional (KEN) dan terakhir sudah disahkan oleh kabinet tanggal 5 Mei 2005. Dalam KEN tersebut dicantumkan masalah diversifikasi energi, namun sampai sekarang tidak berjalan dengan baik. Briket batubara contohnya, tidak berjalan. Partisipasi masyarakat masih rendah, di samping harga BBM yang juga rendah. "Jadi kata kuncinya adalah kebijakan harga (pricing policy). Sejak tahun 2000 kita mencoba menekankan pada kebijakan harga. Jika itu berjalna, maka otomatis program lain juga ikut jalan," ujar Purnomo. Sementara itu, Dirjen Migas Iin menyatakan, kontribusi minyak bumi di ABPN terus menurun. Jika pada tahun 1960-an, minyak bumi menyumbang sekitar 70 persen dari penerimaan negara, maka pada tahun 2004 hanya menyumbang 30 persen dengan nilai Rp 148 triliun. Iin juga mengemukakan, saat ini ada ketimpangan dalam pemanfaatan energi, antara BBM dengan sumber energi lain. Untuk sektor rumah tangga dan komersial sebanyak 63 persen masih menggunakan BBM, sementara listrik hanya 31 persen dan Elpiji 6 persen. bahkan briket dan gas di kota, 0 persen. Sementara untuk sektor transportasi, 100 persen menggunakan BBM. "Seharusnya untuk transportasi diarahkan menggunakan gas dan pemakaian BBM dikurangi," ujarnya. Pada kesempatan itu, ia menyatakan konsumsi BBM sudah di atas kuota nasional sebesera 59,6 juta kiloliter. Data Pertamina menyebutkan, realisiasi penjualan BBM untuk Januari sampai Juli 2005 mencapai 30,587 juta kilo liter, dan bila dibiarkan maka konsumsi untuk tahun 2005 akan jauh di atas kuota nasional. Ditegaskan, Indonesia saat ini tergolong negara yang paling boros dan paling tidak efisien dalam pemaianan energi. Sekadar gambaran, katanya, kajian yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukkan untuk meningkatkan income atau pendapatan sebesar US$ 1, Indonesia membutuhkan 18 kali lebih banyak di bandingkan negara Jepang. (rvs) [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

