Kalau rezimnya korup ya apa pun memang bisa dijadikan
proyek baru.

Yang jelas dulu di kantor lama saya absen pakai
finger-print scanner. Kita input nomor pin, kemudian
menempelkan salah satu dari 3 sidik jari alternatif.
Begitu match, baru pintu terbuka.

Dengan cara di atas, kita tidak bisa menitip
absen...:)

Nah sistem cekal dgn finger-print scanner tak jauh
beda. Sistem ini gunanya mempermudah.

--- irwank2k2 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Proyek baru.. peluang baru.. lahan baru.. bisa
> dikorupsi lagi.. hiks..
>  
> > Seharusnya orang yang dicekal, langsung identitas
> > berikut 2 sidik jarinya direkam dengan
> finger-print
> > scanner. Datanya bisa disentralisasi online atau
> > disebar di tiap titik imigrasi.
> > 
> > Nah begitu ada yang mau berangkat, mereka harus
> > menempelkan sidik jari mereka ke finger-print
> scanner.
> > Jika match dgn database sidik jari orang yang
> dicekal,
> > mereka bisa ditahan.
> 
> Klo data-nya dimanipulasi? Mesin/programnya bisa
> apa? :-)
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
>  
> > --- Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > >
> >
>
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/07/14/index.html
> > > 
> > > SUARA PEMBARUAN DAILY 
> > > Tajuk Rencana
> > > 
> > > Mengapa Tersangka Korupsi Lolos Cekal?
> > > 
> > > 
> > > SERIUSKAH pemerintah memberantas korupsi?
> Presiden
> > > Susilo Bambang Yudhoyono berkali-kali dalam
> berbagai
> > > kesempatan mengeluarkan pernyataan yang serius
> untuk
> > > membasmi korupsi di Indonesia. Bahkan beberapa
> kali
> > > dia menyebutkan ada pihak-pihak yang dengan
> sengaja
> > > menghalang-halangi upaya memberantas kejahatan
> yang
> > > telah membuat negara ini terpuruk. 
> > > 
> > > Kembali ke pertanyaan di atas, keseriusan itu
> > > ternyata masih dalam lingkup yang kecil
> pemerintah,
> > > bahkan mungkin hanya pada presiden dan beberapa
> > > orang di jajaran pemerintah yang lain. Buktinya
> > > adalah lolosnya Achmad Djunaidi ke luar negeri
> yang
> > > disebut-sebut untuk menjalankan ibadah umroh. 
> > > 
> > > Achmad Djunaidi adalah mantan Direktur Utama PT
> > > Jamsostek yang oleh Kejaksaan Agung dinyatakan
> > > sebagai tersangka kasus korupsi pada perusahaan
> > > tersebut sebesar Rp 250 miliar. Karena statusnya
> itu
> > > Kejaksaan Agung telah meminta instansi lain yang
> > > berwenang untuk mencegah dan menangkal (cekal)
> yang
> > > bersangkutan ke luar negeri pada Senin (4/7)
> lalu,
> > > tetapi sehari setelah itu yang bersangkutan bisa
> > > dengan tenang ke luar negeri. Meskipun kemudian
> yang
> > > bersangkutan ditangkap dan ditahan. 
> 
> 
> 


Ingin belajar Islam? Mari bergabung milis Media Dakwah
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke