Maaf ... kalo ebrgabung dalam pembahasan yang cukup menarik ini. Menurut saya, ada hal yang menarik yang dilontarkan mas iwan.
Pertama, ia menggugat konsep dogmatis para agamawan terhadap umat. Seolah, kebenaran itu adalah yang tercetak dalam kitab bernama Alqur'an, tanpa harus melihat kondisi objektif yang berada di luar kitab. Bahkan tidak melihat ada perbedaan sosiologis, ekonomis, antropologis dan politis pada kitab yang dicetak tersebut. Lalu hal itu disampaikan kepada umat sebagai sesuatu yang harus dilakukan dan dipatuhi, tapi tak diberi alasan mengapa harus dipatuhi. Misalnya saja, kalau orang tidak shalat, ia berdosa. Kalau ia berdosa, maka ia masuk neraka. Tapi kemudian ada kisah pada zaman Rasulullah mengatakan ada seorang PSK yang hanya memberikan seekor angjing makanan pada saat anjing itu kelaparan, seketika ia dianggap masuk surga. Nah, lho, bagaimana ini? Kedua, konsep dogmatis ini yang menyebabkan kemudian orang lemah semakin tidak berdaya. Jangankan melawan, bahkan untuk melakukan perlawanan atas dogma yang telah terstigma di dalam otaknyapun ia tak berani. Inilah realitas objektif mayoritas umat Islam. Para agamawan kita tidak melakukan pengkajian secara benar terhadap Al-qur'an. Bukan sekedar mencari eksistensi Tuhan, tapi lebih dari itu. Menurutku, yang tak pernah kita lakukan adalah menemukan diri kita sendiri dan kebutuhan kita terhadap agama itu sendiri. Saya punya keyakinan, seseorang tak pernah akan menemukan hakikat hidup ketika ia tak mengenal diri dan Tuhannya. Prosesnya, saya sepakat dengan mbak lina yang mengatakan banyak cara. Bisa mengaji Alqur'an, bisa melihat proses alam dan lain sebagainya. Karena saya juga sedang dalam proses memperbaiki keimanan saya. Kalau saya tidak salah, dalam Alqur'an Surat Al ma'idah ayat 208 disebutkan, "wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara menyeluruh (kaffah)." Seperti apa itu?? Ketiga, saya malah ingin balik bertanya kepada miliser ini, apakah ada bedanya nilai yang ditawarkan antara kitab Alqur'an, Injil, Weda dan kitab-kitab suci dari berbagai agama dan keyakinan lainnya? Kalau nilainya tidak berbeda, mengapa bisa sama? Terima kasih atas kesempatan ini. salam, darma > --- In [email protected], Iwan Wibawa > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kalau untuk soal yang satu ini, saya baca dalam > kitab suci saya > sebuah ayat, yang kira2 terjemahan bebasnya seperti > ini " apakah > kamu bisa menciptakan ombak ? AKU ciptakan ombak, > tapi mengapa > manusia selalu mendustakan ayat-ayat KU ? " > > > > Maaf pak saya ini bukan orang pesantren, bukan > pengkhotbah, bukan > ahli agama, bukan pula filsuf, saya hanya seorang > yang sedang > belajar memperbaiki keimanan saya, shalat saya, > ibadah saya, tingkah > laku saya, agar bisa membawa kemaslahatan di dunia > dan akhirat. > > > > tapi keinginan saya untuk mengalahkan pikiran saya > adalah sebuah > proses pencarian terhadap sebuah hakikat kehidupan, > bukan soal halal > haram atau dosa dan pahala, seperti yang saya dengar > dari para > pengkhotbah, atau orang-orang yang merasa menjadi > pemegang hegemoni > agama dan kebenaran. > > > > salam pencerahan > > > > > > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: > > Kok Anda percaya begitu saja bahwa Tuhan itu ada? > > Percaya bahwa Dia adalah Creator dan Prima Causa?? > > > > Apa Anda pernah menyentuh, melihat, mendengar, > atau > > bertemu langsung dengan Tuhan??? > > > > Anda TIDAK SCIENTIFIC, bung Ivan!!! > > Kenapa lalu menuntut "jawaban scientific???" > > > > > > > > --- Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Maaf jawaban anda menyimpang dari pertanyaan > saya, > > > saya tidak mempertanyakan eksistensi Tuhan, > Tuhan > > > tidak perlu untuk diperiksa dibawah mikroskop > pun > > > saya sudah meyakini bahwa Tuhan adalah the > creator > > > and causa prima. > > > > > > Kitab Suci adalah salah satu ciptaan Tuhan yang > > > memerlukan interference manusia, pertama kali > > > didengar sang Nabi, kemudian ditulis sahabat > Nabi, > > > berarti kemungkinan human error bisa saja > terjadi, > > > pada saat pendengaran maupun penulisan, tolong > > > pahami pembicaraan saya dalam konteks scientific > > > approach, bukan Dogmatis. > > > > > > > > > A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Begini bung Iwan. Jangankan memahami sang > pencipta. > > > Memahami makhluk ciptaannya pun kita belum tentu > > > sanggup. > > > > > > Coba anda buat bom nuklir. Tidak sanggup kan? > > > Coba anda buat bumi yang baru. Tidak sanggup > kan? > > > > > > Allah itu bukan bakteri yang bisa anda periksa > di > > > bawah mikroskop...:) > > > > > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

