http://www.kompas.com/kompas-cetak/0507/18/opini/1897449.htm


Wisata Dinas" dan Citra DPR 
Oleh: TA LEGOWO


Rencana perjalanan dinas ke luar negeri anggota DPR untuk studi banding 
dicibir, dikritik, dan ditentang banyak kalangan. Ini bukan hal baru, sudah 
berulang kali dan mungkin akan terjadi lagi di masa datang jika tidak segera 
dilakukan reformasi internal DPR, baik dalam proses kerja maupun dalam semangat 
(spirit) para anggotanya.

Kritik atau tentangan masyarakat tidak dapat disalahkan. Masyarakat mempunyai 
hak untuk mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan DPR sebagai bagian dari 
transparansi dan akuntabilitas DPR sebagai lembaga publik. Berkaitan dengan 
perjalanan dinas studi banding anggota DPR ke luar negeri, sejumlah hal kurang 
terbuka secara publik.

Pertama, tidak pernah ada catatan (record) yang dibuat DPR tentang berbagai 
perjalanan dinas untuk studi banding ke luar negeri pada masa lalu dan yang 
terbuka untuk diketahui publik. Catatan ini harus memuat bukan hanya besaran 
biaya (anggaran), tetapi juga agenda serta hasil perjalanan dinas.

Kedua, tiadanya catatan karena tidak adanya laporan (report) dari anggota DPR 
yang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri, yang ditujukan bukan saja 
kepada internal DPR, tetapi juga diumumkan kepada publik. Tiadanya keharusan 
membuat laporan telah membebaskan anggota DPR dari pengawasan publik.

Ketiga, jarang bahkan tidak pernah DPR melakukan konsultasi publik tentang 
studi banding ke luar negeri untuk menanyakan kepada masyarakat tentang 
penilaian dan sikap mereka terhadap rencana bersangkutan. Tampaknya ada semacam 
apriori dari DPR bahwa masyarakat pasti menolak rencana seperti itu.

Ketiga hal itu merupakan pertimbangan umum yang amat membatasi informasi kepada 
masyarakat sehingga menyebabkan masyarakat kehilangan kepercayaan atas rencana 
perjalanan ke luar negeri anggota DPR.

Masyarakat tidak pernah (diberi) tahu tentang urgensi maupun hasil dari 
perjalanan studi banding ke luar negeri sehingga tidak pernah jelas apa manfaat 
perjalanan itu bagi pemenuhan aspirasi masyarakat.

Kepekaan sosial

Sementara itu, perkembangan kondisi saat ini mendasari aneka pertimbangan 
khusus atas kritik atau tentangan terhadap rencana studi banding anggota DPR. 
Krisis energi yang menyebabkan masyarakat kian menderita merupakan kondisi saat 
ini yang seharusnya menjadi pertimbangan penting DPR untuk memikir ulang 
rencana perjalanan dinas itu.

Jika DPR tetap pada rencananya, tidak terlalu salah untuk mengatakan, mereka 
telah kehilangan kepekaan sosial. Wakil rakyat tanpa kepekaan sosial, bagaimana 
bisa memainkan peran mewakili penderitaan rakyat?

Kepekaan sosial akan tumbuh dalam diri anggota DPR jika dia senantiasa 
mengembankan solidaritas sosial, yang sifatnya melintasi kepentingan ideologi, 
politik, maupun partai. Solidaritas sosial macam ini yang tampaknya makin pudar.

Ketiadaan kejelasan tentang semua itu telah menumbuhkan kecurigaan kuat di 
kalangan masyarakat tentang "maksud utama" di balik rencana program perjalanan 
dinas ke luar negeri. Studi banding adalah judul program formal agar diperoleh 
kucuran anggaran. Sementara itu, penggunaannya sulit diketahui secara jelas 
kecuali oleh anggota DPR sendiri, terutama yang terlibat perjalanan dinas itu.

Tidak semua setuju

Keuntungan finansial relatif besar yang bisa diperoleh anggota DPR dari 
anggaran perjalanan dinas ke luar negeri, antara lain terlihat dalam perkiraan 
Kompas (13/7/ 2005), mempertebal kecurigaan masyarakat terhadap anggota DPR. 
Jika ini yang terjadi (mudah-mudahan tidak), sungguh amat memalukan. Anggota 
DPR telah memerosotkan sendiri derajatnya.

Tidak semua anggota DPR setuju dengan perjalanan dinas, baik karena 
pertimbangan umum maupun pertimbangan khusus. Namun, rencana sebagian anggota 
DPR itu telah membuat citra buruk seluruh anggota DPR.

Dalam keadaan seperti ini, suatu sidang paripurna DPR perlu dilakukan guna 
memutuskan apakah pantas rencana perjalanan studi banding dilakukan dalam 
suasana cibiran, kritikan, dan tentangan dari masyarakat. Namun, jika sidang 
paripurna tidak dapat dilakukan, baik karena alasan teknis-prosedural maupun 
karena alasan politis, Badan Kehormatan DPR harus memberikan penilaiannya 
terhadap rencana perjalanan dinas itu.

Sebab, perjalanan dinas yang penuh kritik dan tentangan masyarakat bukan 
merupakan program yang melanggar tata tertib DPR, tetapi suatu program yang 
terkait dengan "kepantasan". Kepantasan inilah yang akan menjadi penopang utama 
"kehormatan" DPR.

Membangun citra DPR sebagai lembaga yang terhormat tidak mudah dan memerlukan 
upaya konkret secara terus-menerus. Akan tetapi, merusak citra DPR sebagai 
lembaga yang terhormat dapat dilakukan sekali dan oleh satu anggota DPR pada 
satu peristiwa saja.

Rencana perjalanan dinas untuk studi banding ke luar negeri jika diteruskan 
akan menjadi faktor yang memperburuk citra DPR yang sudah terpuruk saat ini.

Upaya mengubah citra DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat memerlukan usaha 
keras, terpuji, dan teruji dari para anggotanya.

Ini bisa dilakukan jika terus-menerus dipupuk semangat memperbarui dari para 
anggotanya terhadap DPR agar makin fungsional bagi pemenuhan aspirasi 
masyarakat dan penyelenggaraan demokrasi di Indonesia.

TA LEGOWO Koordinator Formappi


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke