Lina Dahlan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
.............deleted..........
Demokrasi tidak pernah dan tidak akan terwujud dalam aspek kehidupan
praktis. Demokrasi hanyalah alat penekan dan dominasi Amerika
(termasuk Barat) kepada negeri-negeri Islam untuk tunduk pada
kepentingan mereka. Jika Prof. Ahmad Syafii Ma'arif menyebut
penjajahan sebagai sampah peradaban, maka demikian pulalah julukan
yang tepat untuk demokrasi.
Bobby ngelitik:
Kalo atas nama demokrasi, Bush yang emang jiancukan ngobok-ngobok dunia apa
terus kita bisa ngeloncat menyimpulkan Demokrasi itu sampah peradaban?
Kalo atas nama Islam, FPI mbalangi batu ke orang2 Ahmadiyah apa terus kita bisa
ngeloncat menyimpulkan Islam itu tukang lemparin batu?
Kalo atas nama rakyat Irak, Saddam dulu lemparin bom gas beracun yang membuat
anak-anak, bayi, orang tua keturunan pahlawan perang Salib (SALADIN) menderita
binasa, apa terus kita bisa menyimpulkan rakyat Irak itu sampah peradaban?
Jadi jelas.. siapapun yg nulis di atas jelah telah melakukan logical fallacy,
yang disebut jumping the conclusion. Bahasa jawane: kesusu. Tergesa-gesa
menjelek-jelekkan ..he..he.. ketok guobloke.
Daku pernah nganjurin buku-buku Karen Asrmstrong ke teman yang suka banggain
agamanya sendiri dan ngerendahin Islam. Sekarang daku mau nganjurin Lina untuk
baca, buku-buku tentang demokrasi seperti "Perihal Demokrasi" karangan Robert A
Dahl etc.
Si pemenang nobel dari India Amrtya Sen, malah bilang kalau negara demokratis,
rakyatnya jarang kelaparan dan cepat menanggulangi bencana. Itu kata pemenang
Nobel loh...
Seorang Filsuf (daku lupa namanya)pernah bilang, penyakit demokrasi bisa
dihilangkan dengan makin banyak demokrasi.
Contoh Masalah dengan Amerika itu sebenarnya ada sisi lain yg ogah dibahas,
yaitu kelemahan negara-negara lainnya yg dijajah. Di dunia internasional
sebenarnya BELUM ada sistem yg demokrasi sehingga terjadilah penyalah gunaan
kekuasaan oleh yg kuat, yg kuat itu bisa siapa saja. Bisa Amerika ke Indonesia,
bisa Cina ke Indonesia, bisa Arab ke Indonesia (APAKAH ketakutan MUI ngomelin
Saudi Arabia atas banyaknya korban pemerkosaan perempuan berjilbab dari
Indonesia, itu juga karena ini???). Jadi kalo kita melototin Amerika doang,
bahaya nggak kerasa dikadalin si Arab atau si Cina atau siapapun.
Persis jaman orde baru, karena semua pusat kekuasaan ada di tangan Suharto,
makanya dia sewenang-wenang. Mengapa semua kekuatan bisa ada di Suharto? Salah
satunya karena rakyatnya gampang diadu domba dengan isu Agama. Mengapa Amerika
sering bertingkah kaya Suharto? Karena Arab sering gak akur ama si Arab, laen
sikap Amerika ama Cina (sekarang), karena si Cina sekarang relatif akur. Dulu
Jepangpun berani injak-injak Cina, sekarang ??? boro-boro..
Jadi jelas kan PBB itu tetap tak akan bisa menerapkan banyak hal, karena di
sana BELUM ada demokrasi, karena memang selama kekuatan belum berimbang,
manusia gatel untuk sewenang-wenang, terserah agamanya apa.
Wassalam
Bobby B
---------------------------------
Start your day with Yahoo! - make it your home page
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/